Rabu, 21 November 2018 - 13:44:53 WIB
Anggaran 50 Juta Untuk RTLH Di Kecamatan Labuan Diduga BermasalahKategori: Banten - Dibaca: 389 kali

Baca Juga:Tartilah Ishak Mekki Terima Satya Lencana Melati dari PresidenKanit Reskrim Polsek Renggel Tuban Ancam Tembak WartawanSering Tidak Qorum, Paripurna Molor, BK GeramResahkan Masyarakat, Oknum Dishub Kota Medan Lakukan Pungutan Liar

Pandeglang, Jaya Pos-Belum lama ini sejumlah warga di Desa Labuan dan Desa Banyu mekar Kecamatan Labuan menerima bantuan berupa bahan material untuk pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). Konon katanya anggaran per penerima mencapai Rp.50 juta.

Informasi yang berhasil dihimpun jayapos realita dilapangan banyak menimbulkan masalah. Seperti yang dikatakan salah satu warga yang enggan namanya untuk disebutkan.”Hebelnya pada belah, pasir nya kurang bagus, kayu kusen pintu dan jendela dari kayu kelapa yang masih muda, batu untuk pondasi tidak cukup, papan cuma sedikit, banyak lagi lah, tak sesuai dengan ucapan manis sewaktu sosialisasi yang dilaksanakan beberapa bulan lalu di Kantor Desa Banyu Mekar. Itu saya masih ingat omongan dari orang dinas bahwa program RTLH ini program istimewa, eh sekarang malah bikin kecewa,” katanya.

Saat jayapos melakukan penelusuran (18/11) ke Kampung Karabohong dan Kampung Baru yang sedang melaksanakan pembangunan RTLH, salah seorang warga Ipan dan Agus yang mendapatkan bantuan tersebut membenarkan apa yang terjadi.

"Bener pak, waktu materialnya dikirim kesini bahan- bahannya kaya begini. Hebelnya pada belah, kayu kusen dari kayu kelapa muda seperti yang terlihat sudah pada keropos, pasir lingkar, semen kaya gitu, batu pondasi sedikit, papan sedikit, besi cor juga kurang, batu split juga kurang,” ucapnya mereka.

Akibatnya dari hebel yang pecah akhirnya Ipan mengutang untuk menambahinya.

“Benar pak, nambahin hebel, besi cor dan papan. Bingung saya, uang darimana buat nutupin kekurangannya. Belum lagi buat nambahin bikin plafonkan gak ada plafon dari sana katanya pak. Buat lantai juga, soalnya saya denger lantainya juga cuma diampar pake semen aja. Ini juga tukangnya sudah pada ngeluh aja, soalnya ongkosnya juga kurang jelas. Masa kudu saya yang ngeluarin ongkos tukang. Waduh makin bingung, untung aja disini tukang yang ngerjainnya tetangga, kalo di tempat lain denger - denger sih pada kabur pak,” ujarnya.

“Awal waktu sosialisasi di Banyu Mekar terakhir di kantor Camat Panimbang enggak kaya gini. Atas pake rangka baja, kayu kusennya bagus. Kok sekarang perubah. Aneh, ada apa ya ? Padahal kata pak dinasnya ini program istimewa, kaya begini mah lain istimewa bikin kecewa. Ya kecewanya mau uang darimana nambahin kekurangannya pak. Menurut saya mah pak, coba dikasihin uangnya saja Rp.50 juta, yakin pak gak bakalan kaya gini,” bebernya.

Hal senada dikatakan Agus,”Iya kang saya juga dapat, tapi ya begini itu hebel belah - belah gitu. Sama lah yang di Karabohong juga dapetnya serba kekurangan, ongkos tukang saja gak karuan. Bingung gak jelas diomongin borongan bukan, harian juga bukan. Ya saya dan Ipan cuma masyarakat biasa, ini tinggal bingungnya aja. Terima saja lah, kaya gini namanya juga diberi kita mah, cuman itu doang kang kalo kudu nambahin kekurangannya mau darimana kami,” ucap Agus.

Namun saat di tanya lebih jauh mengenai suplayer barang - barang material, harga barang, nota - nota pembelanjaan, penggunaan anggaran sama sekali mereka tidak tahu.

“Kami mah enggak tahu pak soal itu, karena kami cuma nerima barang material saja. Yang ngirim kesini nama nya Yayan orang Ciateul suruhan pak Aceng BKM Labuan katanya. Bahkan kami enggak tahu berapa sebenernya uang yang mesti diterima kami kalo barang material ini diuangkan,” ucap mereka.

Sampai berita ini diterbitkan baik pendamping program dan pelaksana program  sewaktu dikonfirmasi enggan memberikan keterangan dengan jelas. (Na2)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59540)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51403)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (42871)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14885)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14168)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13994)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13731)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13182)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10935)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9166)
Bedah JayaposPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPangkep, Jaya Pos Pekerjaan Jalan Singkai terkesan amburadul alias asal-asalan. Pekerjaan yang menggunakan ...


Pungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan RawamangDiduga Zonasi Kearipan Lokal Garut Labrak Permendikbud No 14 Tahun 2018Proses NUPTK Diwarnai PungliEmbung Pembawa MautProyek Jalan Siduk Ketapang Rp 42 Miliar Diduga Menyimpang
Laporan KhususPemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Karawang, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus ...


Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di ManadoWabup Mojokerto Berangkatkan Jalan Santai Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019Sekda : SOPD Gumas Diharapkan Capai Target APBD 2019Ratusan Peserta ICGE dari Berbagai Negara Hadir di Kota Padang PanjangWakil Ketua I DPRD Imbau OPD Terkait Ikuti Pembahasan KUA dan PPAS TA 2020