Kamis, 22 November 2018 - 17:04:58 WIB
Pendamping Program RTLH Memilih Membisu Ketika Dikonfirmasi Kategori: Banten - Dibaca: 170 kali

Baca Juga:Pengurusan SIM di Satlantas Dumai Diharapkan TransparanProyek Rumah Transmigrasi Ketapang Senilai Rp9,4 M Diduga Gunakan Material Kayu IlegalTartilah Ishak Mekki Terima Satya Lencana Melati dari PresidenKanit Reskrim Polsek Renggel Tuban Ancam Tembak Wartawan

Pandeglang, Jaya Pos - Tersiar adanya program rumah tidak layak huni (RTLH) dengan  anggaran Rp.50 juta di Kecamatan Labuan, pendamping program pengerjaan memilih membisu tiap kali ingin dikonfirmasi.

Beberapa kali dihubungi oleh jayapos melalui pesan WhatsApp tidak pernah dibalas, malah ketika di telepon nomornya tidak aktif.

Eman selaku pendamping program RTLH sama sekali enggan menanggapi bahkan dirinya sewaktu pendistribusian bahan materialnya pun tak hadir meski itu salah satu tugasnya selaku pendamping.

Ketidakhadiran pendamping program saat barang material RTLH turun merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan bahan material yang diterima oleh penerimaprogram diduga  asal – asalan.

Menurut kabar, Eman tinggal di salah satu perumahan wilayah Kecamatan Pagelaran yang jarak tempuhnya cukup dekat dengan warga para penerima manfaat yang berada di Kecamatan Labuan.

Endang Bewok aktivis pemerhati kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat angkat bicara soal kelakuan pendamping program RTLH tersebut.

"Sikap yang ditonjolkan seperti yang dilakukan Eman harusnya tidak dilakukan, apalagi ini program besar sekali anggarannya. Walaupun berbentuk barang, bukan uang, jelas sekali pada program RTLH anggaran Rp.50 juta ini terindikasi dugaan praktik tidak bener. Bisa jadi ada tindakan korupsinya juga kalo melihat anggaran dan barang materialnya,ujarnya.

“Saya melihat sendiri barang materialnya kaya hebel pada belah, pasir lingkar, kusen - kusennya belum di pasang aja sudah keliatan keropos. Ada lagi bambu kayaknya yang buat usuk ukurannya kecil sekali, bambu kaya gitu mah buat masang bendera atau umbul - umbul agustusan. Nah di sini peran penting pendamping untuk mendampingi atau pun mengawasi supaya tidak terjadi hal - hal yang menimbulkan masalah,” lanjutnya.

“Ya kalo pendampingnya bersikap seperti itu, susah dihubungi atau pun yang lainnya seperti yang dikatakan wartawan jayapos, saya saranin mending gak usah jadi pendamping lah. Bukan cuma itu, dinas terkait juga jangan diam saja ketika ada masalah, mereka kan yang berwenang pula pada program ini,” tutupnya, Kamis (22/11/18).(Na2)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59194)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51030)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (18581)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14355)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13800)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13501)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13426)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12799)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8819)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8772)
Bedah JayaposGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin BeringasLabuhanbatu,  Jaya Pos Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Pemantau Kinerja Aparatur Negara ...


Tiga Proyek Senilai Rp 4,2 M Bermasalah, Inspektorat Ketapang Tunggu Perintah Bupati Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutJaka Marhaen SH : Keterpurukan Hukum di Mata Masyarakat Pencari KeadilanPersoalan Letak Tanah Poktan KCS dan Kebun Milik K Handoko, Seharusnya Urusan Dokumen di Desa BumbunPenyidik Polresta Bukittinggi Terkesan Tidak Profesional, Dua Kali Jaksa Tolak SPDP TersangkaKurang Etis Terhadap Wartawan, Forum Wartawan OKI Sesalkan Sikap Bupati IskandarKoordinator BPP Kecamatan Kamang Magek Diduga Kerahkan Massa Ketika Wartawan Lakukan Investigasi Ten
Laporan KhususDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko WidodoKhusus untuk Kota Pangkalpinang, Mensos menjelaskan Bansos Tahap I sebesar Rp. 5.081.825.000, di peruntukkan ...


Disdukcapil PALI Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tingkatkan Kualitas Pelayanan AdmindukBupati PALI Resmikan Fungsi Gedung SD10 KIM Bangka Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Tingkat ProvinsiKejari Kabupaten Bandung Tingkatkan Pelayanan Dan Siap Menuju WBK Dan WBBMBupati Labusel Buka Acara Sosialisasi E-Perizinan DPRD Depok Paripurnakan Hasil ResesDuet Irdinansyah Zuldafri Bertabur Prestasi