Jumat, 23 November 2018 - 08:48:32 WIB
Kasi Ukur BPN Bekasi Terkesan Tidak BersahabatKategori: Bekasi - Dibaca: 327 kali

Baca Juga:DPC Partai Demokrat OKUS Daftar di KPUPengurusan SIM di Satlantas Dumai Diharapkan TransparanProyek Rumah Transmigrasi Ketapang Senilai Rp9,4 M Diduga Gunakan Material Kayu IlegalTartilah Ishak Mekki Terima Satya Lencana Melati dari Presiden

Jakarta, Jaya Pos -Kisruh Liliana Perangin-Angin yang dilaporkan Edion ke Polres Bekasi Kota, Jawa Barat atas dugaan penyerobotan tanah terus bergulir.

Liliana yang sebelumnya tinggal di Jl. Paus Raya Blok E No. 47 Komplek Angkatan Laut Jatibening Bekasi memiliki dua bidang tanah seluas 300 meter atas nama Abraham (suami Liliana) dan 250 meter atas nama Liliana.

Menurut Liliana, berawal dari hutang piutang sejumlah Rp.406 juta dengan mengagunkan sertifikat rumah yang seluas 300 meter kepada Edion sebagai jaminan.

“Jual beli tanah dan bangunan dilakukan sekitar pada tahun 2008, namun dari tahun 2008 hingga 2017 kami tetap di rumah itu ngontrak (Edion yang buatkan perjanjina kontrak ) dan berharap suatu waktu itu rumah jadi milik kami kembali,” ujarnya, Senin (19/11). 

Dikatakan Liliana, pada tahun 2017 dia ingin mengembalikan hutang pinjaman Rp.406 juta tersebut, tetapi Edion tidak mau dikembalikan sesuai perjanjian hutang dan meminta harga tiga kali lipat dari pinjaman. Akhirnya menyerahkan rumah itu.

"Kami membuat tembok pemisah antara tanah yang 300 meter dengan tanah yang 250 meter, namun yang terjadi bahwa Edion bilang saya membangun tembok pembatas di atas tanahnya dan berdasarkan itu saya dilaporkan ke Polisi,” terang Liliana.

Liliana menambahkan bahwa dirinya mendapatkan undangan dari Polres Bekasi Kota prihal pengukuran ulang tanah tertanggal 17 November 2018 pukul 10.00 WIB.

Dalam undangan tersebut menjelaskan berdasarkan LP/419/K/IX/2018/SPKT/ Restro Bks Kota tertanggal 20 September 2018 tentang tindak pidana penggelapan hak atas barang benda tidak bergerak sebagaimana dimaksud dalam pasal 385 KUHP atas nama pelapor Edion dan terlapor Liliana Perangin-Angin.

Dalam keterangan bahwa pelapor memiliki sebidang tanah yang terletak di jalan Paus Raya Blok E No 47 Komplek Angkatan Laut Jatibening atas luas tanah 300 meter dengan sertifikat Hak Milik 7245 atas nama Edion sebelum pindah tangan dari nama Abraham ke Edion.

Kemudian terlapor telah membangun pagar tembok pembatas yang menurut keterangan pelapor bahwa pagar tembok pembatas tersebut berdiri di atas tanahnya. Dasar bukti terlapor atas kepemilikian AJB 567/2002 atas nama Liliana Perangin-Angin dengan luas 250 meter yang tanahnya terletak berdampingan dengan milik edion.

Liliana menjelaskan pada saat itu yang hadir di lapangan dari pihak Kepolisian Iptu Suherman dan Briptu Putu Surahman. Sedangkan dari pihak BPN dihadiri petugas ukur, yakni Syahroni dan Nanda Kurniawan.

Yang membuat janggal, dikatakan Liliana, pada saat ditanyakan surat tugas dari pihak petugas BPN, tidak ada yang menunjukan surat tugas yang semestinya dibawa dari Kantor BPN itu sendiri.

Kata dia, pada saat pengukuran juga pihak BPN tidak membawa berkas yang ada, hanya selembar kertas saja sebagai bukti ukur mereka.

"Saya tanya ini ukuran dari mana? Yang ditunjukan hanya selembar kertas denah, dan salah satu petugas BPN hanya bilang ukuran- ukuran ini ada di komputer BPN, silahkan tanya saja ke Kasi Pengukuran, Nur Ali," tuturnya.

Liliana menambahkan pada saat mendatangi Kantor BPN Bekasi untuk mengkonfirmasi bahwa pihak BPN pada saat pengukuran tanpa membawa berkas dan surat tugas namun jawaban yang didapat mengecewakan.

"Saya menemui Kasi Pengukuran Nur Ali, masa melayani masyarakat memberikan informasi terkesan tidak bersahabat," ujarnya.

Liliana mengungkapkan, di dalam ruangan kerjanya Nur Ali menjelaskan bahwa  kemarin (pada saat pengukuran) pihaknya mengantongi surat tugas dan berkasnya semua atas permintaan polisi.

"Kan gini bu, minta penjelasanya ke polisi saja. Polisi yang minta, saya tidak bisa memberikan informasi," jelas Liliana menyampaikan ucapanya Nur Ali.

"Itu kan permintaan polisi, kita (BPN) sudah melayani pada hari Sabtu, masalah pelayanan segala macam ke Polisi," tandas Nur Ali.

Namun Nur Ali menyanggah bahwa pernyataan Syahroni terkait gambar denah yang dibawa kertas selembar sesuai yang berada di Kantor. "Enggak ada, salah itu semua informasi. Nanti datangnya dari Polisi. Yang dimaksud Syahroni ketika selesai baru datangnya ke Syahroni," ungkapnya.

"Saya sudah memberikan pelayanan atas permintaan Polisi, apapun hasilnya nanti dari Polisi. Saya juga gak mau memberikan informasi ini begini, ini begini, saya sudah cukup bu, mohon maaf tidak bisa menjelaskan informasi dari saya, silahkan ke Polisi, saya ada acara lagi," singkatnya. (@Red)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59211)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51048)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19645)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14386)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13825)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13521)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13442)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12821)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8901)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8840)
Bedah JayaposDiduga Libatkan Sejumlah oknum Dewan dan Kades, Dana Pokir Diduga Jadi Ajang BancakanSubang, Jaya Pos Aparat penegak hukum diminta segera mengusut hingga tuntas terkait dugaan bancakan dana ...


Bermasalah, Proyek Kemenhub di KKU Rp 29 M Gagal DilaksanakanPapam Kanas Kecewa Dengan Proses Hukum Di Polsek Bilah HuluWaspada! Bank BNI Cabang Lahat Ada Indikasi Kecurangan di Transaksi Mesin ATM Nasabah ?Pemdes Patimban Diduga Lakukan Pungli SKD/SKA Hingga Ratusan Juta RupiahOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarRusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung JawabGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin Beringas
Laporan KhususSanggar Tuah Pusaka Juara I Festival Tari Kabupaten Bintan 2019Bintan, Jaya Pos Sanggar Tuah Pusaka kembali menjuarai Festival Tari Tingkat Kabupaten Bintan Tahun 2019. ...


Gelar Forum OPD, DBPR OptimalkanPembangunan Kantor Pelayanan, Gedung Sekolah dan Civic CenterMisteri Liang Sakti Batu GordangBupati Subang Terima Piagam Penghargaan Presiden RI Sebagai Pelaksana Revitalisasi Pasar Rakyat TerbKebebasan Pers Dan Penyimpangan Profesi JurnalisLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerSekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea BulanDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko Widodo