Kamis, 20 September 2012 - 08:44:15 WIB
39 Kecamatan di Garut KekeringanKategori: Jawa Barat - Dibaca: 303 kali

Baca Juga:Terkait Putusan MA Dua Lembaga Keuangan Akan DieksekusiDPC Partai Demokrat OKUS Daftar di KPUPengurusan SIM di Satlantas Dumai Diharapkan TransparanProyek Rumah Transmigrasi Ketapang Senilai Rp9,4 M Diduga Gunakan Material Kayu Ilegal

Garut, Jaya Pos

Beberapa bulan terakhir, kekeringan yang melanda Jawa Barat khususnya Kabupaten Garut, begitu terasa dampaknya bagi para petani terutama petani padi akibat kekeringan yang terjadi.

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangandan Holtrikultura, Wawan Suherman, bahwa kekeringan yang melanda Kabupaten Garut terasa dampaknya di 39 kecamatan. Upaya yang telah ditempuh oleh pihak Pemerintah Kabupaten Garut dalam mengantisipasi kekeringan dengan melakukan himbauan dari bulan Mei kepada masyarakat, khususnya petani agar di musim kemarau lebih efesiensi dalam penggunaan air.

Selain itu, tambah Wawan, dampak dari kekeringan yang terjadi terhadap areal luas pesawahan antara lain intensitas ringan 649 k, intensitas sedang 341 h, intensitas berat 497 h, intensitas Fuso 690 h. Sisi lain, menurut Wawan mengenai kebutuhan pasokan beras sendiri aman dan tidak mengarah pada rawan pangan.

Sedangkan menurut salah seorang Kasi di bawah Bidang Padi dan Palawija, Endang Junaedi mengatakan bahwa mengenai arti dari kekeringan sendiri jangan sampai salah persepsi. Sebab kekeringan menurut versi pertanian adalah lahan sawah yang ditanami padi, sisi lain menurut Kepala Bidang Komoditas Holtikultura, Beni Yoga G menyebutkan, dengan terjadinya kemarau tidak berdampak sama sekali, sebab bidang holtikultura tanaman yang ditanam tidak begitu banyak menggunakan air, sebab tanaman yang ditanam berupa sayuran.
“Malah, posisi sekarang ini sangat menguntungkan sekali bagi petani sayuran, harga sayuran meningkat,” jelasnya.Hartono


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60011)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54792)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51854)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15357)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14622)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14436)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14128)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13693)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13677)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9641)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik