Sabtu, 22 September 2012 - 05:54:49 WIB
Mesin Partai Mandul Foke-Nara KalahKategori: Jakarta - Dibaca: 297 kali

Baca Juga:Dana Alokasi Cukai Kabupaten Tulungagung Diduga Jadi Ajang KorupsiTidak Respon Publik, Wakil Bupati Garut Dinilai AroganPembangunan Tower Ilegal Marak di Kota TangerangPensiunan PTPN V Tidak Terima Gaji Selama 12 Tahun

- Koalisi Partai Besar Dipermalukan

Figur seorang Foke sudah cukup bagus, namun tidak memoles diri dengan pencitraan disamping sikap tim Foke dalam menghadapi persoalan perbedaan etnis dan agama, justru memberatkan Foke.

Jakarta, Jaya Pos

Dukungan 80 partai persen kepada pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli tidak mampu menghadang figur Joko Widodo. Perolehan suara Foke-sapaan Fauzi Bowo sebesar 47 persen pada putaran kedua pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta dinilai bukan suara yang dihasilkan partai. Pilihan kepada Foke didasarkan atas faktor kemimpinannya, pengalaman, kinerja, pendidikan serta kesamaan suku dan agama.

“Mesin partai mandul untuk menambah perolehan suara untuk pasangan Foke-Nara.  Partai tidak beroperasi maksimal, termasuk mesin PKS yang selama ini dikenal solid dan loyal. Pemilih menjatuhkan pilihan berdasarkan pertimbangan pribadi, bukan instruksi partai,” kata Tom Pasaribu, pengamat kota Jakarta kepada Jaya Pos, Jumat (21/9).

Menurut Tom, kemenangan Jokowi atas Foke itu sekaligus mempermalukan partai-partai pendukung Foke. Enam partai besar yang berjanji mengerahkan kadernya memilih Foke ternyata gagal mengadang popularitas Jokowi. Kemenangan Jokowi itu menunjukkan bukti bahwa kekuatan figur seseorang masih lebih berpengaruh ketimbang partai-partai pendukung.

Tom melihat figur seorang Foke sudah cukup bagus di masyarakat. Namun Gubernur yang kini sudah berusia 64 tahun itu tidak memoles diri dengan pencitraan yang pada sebagian masyarakat Jakarta masih menjadi salah satu alasan memilih seseorang.

Selain itu, sikap tim Foke dalam menghadapi persoalan perbedaan etnis, agama, ataupun dalam mendekati calon pemilih menampilkan sisi miring yang cukup memberatkan langkah pasangan nomor urut satu ini. Diperparah lagi oleh sikap elite-elite partai politik yang ramai-ramai mendukung pasangan ini sehingga justru menimbulkan gelombang kritik dan kecaman publik.

“Bandul pilihan akhirnya justru mengarah ke calon yang terlihat low profile dalam menyikapi berbagai tuduhan. Model kampanye negatif berbau SARA yang dialamatkan kepada pasangan Jokowi-Ahok justru merugikan pasangan Foke Nara. Dukungan terhadap Jokowi-Ahok pun mengalir, sebagaimana terlihat dari hasil survei pasca-pemilihan (exit poll). Mereka yang pada putaran pertama golput, lebih mengarahkan dukungan kepada pasangan nomor urut tiga ini,” kata Tom.

Tak mau disalahkan atas kekalahan jagoannya, sejumlah elit partai pendukung Foke-Nara mengatakan bahwa partai pendukung sudah maksimal melakukan upaya pemenangan kepada Foke. Seperti yang dikatakan Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Andi Nurpati. Ia mengakui bahwa Partai Demokrat tidak banyak dilibatkan dalam kerja tim sukses pasangan Foke-Nara.

“Kami bekerja, tapi tidak maksimal, karena faktor tim sukses yang dipilih langsung oleh kandidat. Apalagi timses dibentuk sendiri oleh calon, bukan parpol,” ujarnya kepada Jaya Pos.

Dia menambahkan, kekalahan Fauzi disebabkan figur dan kepribadiannya sudah dikenal warga Jakarta. Sementara lawan politiknya, Joko Widodo, merupakan sosok baru yang dapat mempengaruhi keberpihakan masyarakat.

“Meski belum kenal Jokowi, warga Jakarta akan menganggap dia mampu. Berharap ada perubahan drastis bagi Jakarta setelah ganti orang,” ujarnya.

Permalukan Partai Besar

Kemenangan pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama ini dengan skor sementara 54 persen untuk Jokowi dan 46 persen untuk Foke , menjadi pukulan telak bagi partai-partai besar yang bersatu mendukung pasangan calon Foke-Nara. Jokowi telah mempermalukan partai-partai besar.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, mengatakan kemenangan Jokowi-Basuki menunjukkan dukungan Partai Demokrat, Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera tak mampu mendongkrak perolehan suara Foke. “Sosok Jokowi merobohkan dominasi partai-partai besar,” kata Ari.

Menurut Ari, apa yang terjadi pada putaran kedua menjadi kontra dengan proses pilkada di putaran pertama. Di peperangan awal, banyak partai ramai-ramai mengusung isu perubahan dan menilai Foke gagal. Tapi, pada putaran kedua, partai-partai itu justru mengusung Foe. Kader partai pun kecewa melihat elite partainya mendukung Foke. “Partai menjilat ludahnya sendiri. Dan ini justru menjadi blunder bagi Fauzi,” ujarnya. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59440)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51314)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (37290)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14789)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14089)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13906)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13663)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13095)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10264)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9088)
Bedah JayaposMantan Plt Camat Kapuas Murung Divonis 4 Tahun Penjara, Denda 200 JutaPalangka Raya, Jaya Pos Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Ti­pikor) Palangka Raya ...


Pelebaran Jalan Lingkar Samosir Kurang ProfesionalBangunan Pompanisasi Mangkrak, Dinas Pertanian Akan Melakukan Sidak LPK-SM RAKYAT SEJAHTERA Akan Turunkan Tim Investigasi Terkait PompanisasiKejati Kalteng Telisik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kapuas Seberang Senilai Rp 5,8 MAPBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung ?Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan Listrik
Laporan KhususKorem 071/Wk Halal Bihalal Pererat Silaturahmi dan KebersamaanBanyumas, Jaya Pos Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana SSos MM MHan didampingi Ketua Persit Kartika ...


Sonny Budaya Putra Jabat Sekda Padang PanjangBupati Bantaeng Pantau Proses Terminal Darah PuskesmasDPRD Sumsel Setujui LKPJ Gubernur Sumsel Tahun 2018DPRD Lahirkan Perda Inisiatif Kepemudaan dan Mengkritisi Kinerja PemkoSerahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Pangkal Duri, Fachrori: Jangan Lama-lama Bersedih, Segeralah Pemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang Dihotmix