Senin, 10 Desember 2018 - 07:02:37 WIB
Kepala BPN Bekasi Terkesan Alergi WartawanKategori: Jakarta - Dibaca: 169 kali

Baca Juga:Tunjangan Guru Diduga DikorupsiMesin Partai Mandul Foke-Nara KalahDana Alokasi Cukai Kabupaten Tulungagung Diduga Jadi Ajang KorupsiTidak Respon Publik, Wakil Bupati Garut Dinilai Arogan

Berawal dari hutang-piutang sebesar Rp 406 juta Liliana lalu meng­agunkan sertifikat rumah seluas 300 meter persegi kepada Edion. Saat mau ditebus sesuai perjanjian, Edion malah menolak bahkan meminta harga tiga kali lipat dari jumlah pinjaman.

Jakarta, Jaya Pos

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bekasi yang terletak di Jl Chairil Anwar No 25 Bekasi Provinsi Jawa Barat, terkesan anti wartawan. Pada saat Jaya Pos ingin konfirmasi ke Kepala BPN Muhammad Irdan terkait pemberitaan di Jaya Pos edisi sebelumnya berjudul “Kasie Ukur Yang Terkesan Tidak Bersahabat Dalam Melayani Masyarakat,” tidak bisa ditemui dengan alasan sedang keluar kantor, Jumat (7/12).

Nanang Sunandar selaku security BPN saat itu mengintruksikan agar wartawan terlebih dahulu mengisi formulir tamu (bertemu dengan siapa dan tujuannya apa).

Kemudian Jaya Pos mengisi untuk bertemu dengan Kepala BPN Muhammad Irdan namun Nanang mengarahkan ke Bagian Humas. Pasalnya, setiap media yang ingin konfirmasi harus melalui Humas dan Nanang langsung membawa formulir tersebut ke dalam.

Setelah menunggu hampir 30 menit, Nanang menyampaikan bahwa Humas tidak ada di tempat karena sedang keluar kantor. “Pak Humas sedang ke luar kantor,” ujarnya singkat.

Staf Humas juga menambahkan bahwa Kepala Humas, Johan sedang keluar kantor, namun kembalinya belum bisa dipastikan. Ketika mereka diminta nomor ponsel Kepala BPN yang bisa dihubungi, mereka mengaku tidak ada nomor yang bisa dihubungi, sementara untuk nomor kantor BPN sendiri tidak ada karena menurut mereka kantor sering direnovasi.

Nanang juga berdalih konfirmasi tidak boleh langsung ke atas, namun harus melalui Humas karena memang demikian aturannya. “Ke Humas dulu, itu aturannya,” jelasnya.

Nanang menambahkan bahwa Humas memang lagi ada agenda keluar, yaitu agenda sesuai dengan program Presiden Jokowi. “Kalau tadi pagi sih, humasnya masih ada,” ujarnya.

Sebagai informasi bahwa pemberitaan sebelumnya terkait kisruh kasus yang membelit Liliana yang sebelumnya tinggal di Jl Paus Raya Blok E No 47 Komplek Angkatan Laut Jatibening Bekasi memiliki 2 bidang tanah yaitu seluas 300 meter persegi atas nama Abraham (suami Liliana) dan 250 meter persegi atas nama Liliana.

Menurut Liliana, sengketa itu berawal dari hutang-piutang sejumlah Rp 406 juta dengan mengagunkan sertifikat rumah seluas 300 meter persegi kepada Edion. Hal itu diungkapkan Liliana kepada Jaya Pos, Senin (19/11). Jual-beli tanah dan bangunan dilakukan sekitar tahun 2008. “Namun dari tahun 2008 hingga 2017 kami tetap di rumah itu ngontrak (Edion yang buatkan perjanjian kontraknya) dan berharap suatu waktu rumah jadi milik kami kembali,” ujarnya.

Kemudian pada tahun 2017, Liliana ingin mengembalikan hutang pinjaman Rp 406 juta tersebut, tetapi Edion tidak mau mengembalikan sesuai perjanjian. Ironisnya Edion meminta harga tiga kali lipat dari pinjaman sehingga akhirnya Liliana menyerahkan rumah itu.

Selanjutnya, Liliana membuat tembok pemisah antara tanah yang seluas 300 meter persegi dengan tanah seluas 250 meter persegi (1 bidang tanah lainnya). Masalah baru timbul lagi, Edion menuding Liliana telah membangun tembok pembatas di atas tanahnya dan berdasarkan itu Liliana dilaporkan ke polisi.

Liliana pun mengaku mendapat undangan dari Polres Bekasi Kota perihal pengukuran ulang tanah tertanggal 17 November 2018 sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam undangan tersebut menjelaskan, berdasarkan LP/419/K/IX/2018/SPKT/Restro Bks Kota tertanggal 20 September 2018 tentang Tindak Pidana Penggelapan Hak Atas Barang Benda Tidak Bergerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 KUHP atas nama Pelapor Edion dan Terlapor Liliana Perangin-Angin.

Hal serupa juga dialami Liliana saat ingin konfirmasi terkait surat keberatan yang sudah dimasukan ke BPN dengan nomor 2277 masuk tertanggal 26 November melalui loket penerimaan surat. “Iya, saya ingin tanya surat kebertan saya sudah sampai mana, tapi dari loket bilang agar menemui Kepala Kantor,” ujarnya.

Liliana menerangkan ternyata surat tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Bekasi. “Tadi security Muhammad Abadi menyebut bahwa surat keberatan sudah masuk dan dilimpahkan ke Polres Bekasi bagian Harda dengan Bapak Herman,” ungkapnya.

Abadi juga menjelaskan bahwa berkas sudah dilimpahkan dari Kepala Kantor ke Kasie Ukur kemudian dari Kasie Ukur dilimpahkan lagi ke Polres Bekasi. “Itu kan sudah di Polres, jadi ke Polres aja bu,” sebut Abadi.

Menurut Liliana pun dibuat bingung. Padahal dirinya mau minta penjelasan dari pihak BPN terkait surat keberatan yang pernah disampaikannya malah disuruh agar ke Polres Bekasi.(@Red)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (58988)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50857)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14147)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13628)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13294)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12582)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8611)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (7789)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7717)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6625)
Bedah JayaposSejumlah Bumdes Di Kecamatan Sukaresmi Diduga Tidak JelasPandeglang Jaya Pos Sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMdes)yang ada di Kecamatan Sukaresmi diduga tidak ...


Pekerjaan Peningkatan Jalan Desa Pertijo Terkesan Asal-AsalanGawat! Polisi Diduga Tangkap LepasProyek Pasar Rakyat Namang Diduga BermasalahLelang Proyek Kementerian PU Diduga Terjadi Praktik KKNDikonfirmasi Soal RTLH, Kadis Perkim Banten Jawabnya NgibulPerbaikan Bahu Jalan Link 157,158,160,162,163,164,165 Dikorupsi ?Mantan Kadis Kopumdag Dan Direktur CV Umrah Utama Dijebloskan Ke Lapas
Laporan KhususBupati Resmikan Jembatan Cileuleuy CiambarSukabumi, Jaya Pos Guna mewujudkan optimalisasi infrastruktur yang ada di Kecamatan Ciambar, Bupati Sukabumi ...


Wabup Tutup MTQ XXXV Tingkat Kabupaten, Peureulak Juara UmumBidang Intelijen Kejari Kabupaten Bandung Mendapatkan Penghargaan Terbaik di Wilkum Kejati JabarUnit Bisnis TAM PDAM Tirtawening Layani Warga Bandung 24 JamDanrem 071/Wijayakusuma Kunjungan Kerja Sambil Olahraga dan Mempererat SilatuhamiAwal Tahun, Padang Panjang Juarai Kategori Kota Kecil Smart CityCapaian 6 Misi Pembangunan Meningkat, Fachrori Ajak Semua Pihak Bersinergi Membangun JambiNatal Sagala Raja Bere Ibebere, Boru Dihadiri DPRD Deli Serdang Rosmawati Sitanggang SH