Rabu, 12 Desember 2018 - 06:29:09 WIB
Banyumas Galakan Gerakan Membaca Buku KIAKategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 141 kali

Baca Juga:Kepala Inspektorat Diduga Tilep Biaya SPJ 30%Tunjangan Guru Diduga DikorupsiMesin Partai Mandul Foke-Nara KalahDana Alokasi Cukai Kabupaten Tulungagung Diduga Jadi Ajang Korupsi

Banyumas, Jaya Pos

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas menggalakan “Gerakan Membaca Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)” bagi ibu hamil dan keluarganya. Kegiatan akan dilaksanakan di berbagai forum PKK, Posyandu dan kegiatan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas mengatakan, gerakan membaca Buku KIA merupakan wujud perhatian dari pemerintah terhadap kesehatan ibu hamil dan kesehatan keluarga, sebagai upaya mengurangi angka kematian saat ibu melahirkan. Kalau semua ibu hamil menyempatkan membaca Buku KIA yang sudah diberikan kepada semua ibu hamil, kehamilan yang tidak sehat dan angka kejadian stunting dapat dikurangi karena dalam buku tersebut ada petunjuk makan makanan sehat sesuai aturan, setelah melahirkan harus menyusui minimal 6 bulan.

“Kalo semua melakukan dan bisa melaksanakan pandauan dalam buku, akan mengerti dan memahami sehingga Banyumas akan terhindar dari masalah kesehatan kehamilan dan angka stunting juga akan berkurang karena bayi lahir dalam kondisi sehat. Buku KIA juga memberi informasi apa yang seharusnya dilakukan, sehingga kemungkinan sekecil apapun sudah dituangkan dalam buku, dan cara mengambil tindakan,” katanya.

Tujuan kegiatan ini agar kesehatan keluarga khususnya ibu–ibu hamil, terjaga kesehatan pada saat melahirkan baik kesehatan ibu dan bayinya.
Atik Novita Hidayah, Staf Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas mengatakan bahwa saat ini Banyumas masih dihadapkan pada tingginya angka kematian ibu, dan kematian bayi serta stunting. Kesehatan ibu dan anak menurutnya menjadi PR dari Pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan tersebut.

Vita yang juga Bidan di Puskesmas Purwokerto Timur itu mengajak ibu hamil dan keluarga membaca Buku KIA, karena dalam buku KIA telah memberi informasi kehamilan, informasi persalinan dan informasi perawatan balita.

“Buku ini sudah diberikan kepada seluruh ibu hamil di Banyumas, dan sering membawa buku tersebut saat melakukan pemeriksaan kehamilan, namun saat dilakukan survey ibu yang mau membaca buku KIA baru 24 persen saja, padahal semua ibu hamil sudah mendapatkan buku secara gratis dari pemerintah,” katanya.

Dalam buku ini juga memuat tanda bahaya pada diri ibu hamil, dan deteksi dini kemungkinan kelainan dalam kehamilan. Dengan tanda tanda tersebut mereka dapat segera dilakukan penanganan secara tepat dan tepat jika mengalami permasalahan. Dengan membaca buku ini juga dapat mengerti pola perawatan balita yang baik dan benar sehingga mau memberi ASI eklusif dan melanjutkan pemberian menu yang tepat, sehingga anak akan terhindar dari kasus stunting.

“Banyumas saat ini kasus stanting mencapai 24% dari balita. Kita harus menyelamatkan anak, karena anak yang terkena stunting kecerdasanya ada penurunan 20% termasuk ketidakproduktifannya dibandingkan anak normal,” jelasnya.

Untuk itu, Vita mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung adanya Gerakan Membaca Buku KIA, dengan slogan ”Sedina selembar, Biyunge Slamet anake waras”.

“Pernah ada kasus, ibu hamil menjelang melahirkan mengalami kejang-kejang dan demam tinggi. Namun oleh keluarga tidak dilakukan penanganan medis, bahkan ada yang menganggap itu diganggu setan. Baru diketahui setelah ada petugas medis, tetapi sudah terlambat penanganannya yang berakibat ibu dan anak meninggal,” katanya.

Dalam buku KIA, sudah disebutkan bahwa apabila terjadi ibu hamil yang mengalami kejang-kejang itu dinamakan “keracunan kehamilan” cara penanganan yang tepat adalah dengan cara medis.(Jhon/Nas)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59211)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51048)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19645)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14386)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13825)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13521)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13442)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12821)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8902)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8840)
Bedah JayaposDiduga Libatkan Sejumlah oknum Dewan dan Kades, Dana Pokir Diduga Jadi Ajang BancakanSubang, Jaya Pos Aparat penegak hukum diminta segera mengusut hingga tuntas terkait dugaan bancakan dana ...


Bermasalah, Proyek Kemenhub di KKU Rp 29 M Gagal DilaksanakanPapam Kanas Kecewa Dengan Proses Hukum Di Polsek Bilah HuluWaspada! Bank BNI Cabang Lahat Ada Indikasi Kecurangan di Transaksi Mesin ATM Nasabah ?Pemdes Patimban Diduga Lakukan Pungli SKD/SKA Hingga Ratusan Juta RupiahOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarRusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung JawabGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin Beringas
Laporan KhususSanggar Tuah Pusaka Juara I Festival Tari Kabupaten Bintan 2019Bintan, Jaya Pos Sanggar Tuah Pusaka kembali menjuarai Festival Tari Tingkat Kabupaten Bintan Tahun 2019. ...


Gelar Forum OPD, DBPR OptimalkanPembangunan Kantor Pelayanan, Gedung Sekolah dan Civic CenterMisteri Liang Sakti Batu GordangBupati Subang Terima Piagam Penghargaan Presiden RI Sebagai Pelaksana Revitalisasi Pasar Rakyat TerbKebebasan Pers Dan Penyimpangan Profesi JurnalisLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerSekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea BulanDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko Widodo