Senin, 17 Desember 2018 - 06:15:34 WIB
Sales Motor Yang Dituduh Bobol Deposito Bank Mandiri Jalani Sidang Perdana di PN JakbarKategori: Jakarta - Dibaca: 268 kali

Baca Juga:Kejari Bandung Tahan 3 Tersangka Korupsi Perpusda, NSK Mengaku Sebagai Saudara Jamwas Marwan EffendPupuk UPS Tak Laku DijualDugaan Korupsi Rp 4 M, Patron Minta Kejati Ambil Alih Kasus Disdik Kab TangerangKepala Inspektorat Diduga Tilep Biaya SPJ 30%

Jakarta, Jaya Pos

Sidang dengan kasus dugaan pembobolan surat deposito berjangka Bank Mandiri dengan terdakwa Murfy Aditya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (12/12) dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Setelah mengajukan upaya praperadilan dan Hakim Tunggal Agus Setiawan menolak permohonan Murfy Aditya seorang sales motor yang diduga terlibat dalam pembobolan surat deposito berjangka Bank Mandiri atas nama Sumadi Gunawan seorang pengusaha kelapa sawit di Sumatera, menghadapi sidang perdana.

Hari yang tak terlupakan oleh Murfy Aditya, yang dituduh terlibat dalam perencanaan pembobolan rekening seorang pengusaha besar di bidang perkebunan berinisial “ SG ”. tidak tanggung tanggung dana yang mau dibobol komplotan yang sangat rapi ini adalah sekitar Rp 50.000.000.000 ( Lima Puluh Milyar Rupiah ), dan bank yang mau di coba adalah bank nasional yang sangat ternama.

Secara kasus dalam laporan yang dilakukan oleh pihak bank tersebut dengan nomor laporan LP/1332/IX/2018/PMJ/Restro Jakbar tertanggal 21 September tersebut membuat 6 orang tersangka mendekam di jeruji besi, yang dimana dalam upaya pembobolan bank tersebut dilakukan oleh 3 orang. Mengapa Murfy menjadi tersangka hingga saat ini Murfy Aditya tidak mengerti dan bahkan tidak tau apa yang telah ia perbuat.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU ) bahwa Murfy menerima orderan untuk membuatkan KTP tersebut untuk proses leasing, sehingga terdakwa Murfy tidak mengetahui jika KTP tersebut digunakan untuk proses pembobolan Bank Mandiri senilai Rp.50 milyar. Perbuatan Murfy sebagaimana diatur dan diancam Pasal 263 ayat 2 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1.

Kuasa Hukum Murfy, Riesqi Rahmadiansyah mengharapkan agar Jaksa menghadirkan saksi korban, dimana ini semua menjadi awal mula terjadinya proses pembobolan tersebut.

“Dari dakwaan terlihat tidak ada mens rea (niat berbuat jahat ) dan saya yakin bahwa jika hakim jenih, perkara ini maka Murfy wajib dibebaskan,” jelasnya. “Bank Mandiri juga harus mempelajari bagaimana bobolnya data surat deposito berjangka tersebut,” ungkapnya.

Riesqi juga menjelaskan terdakwa harus menjalani proses hukum sehingga pernikahannya yang mestinya dijalankan pada tanggal 8 Desember 2018 kemarin tertunda. Terkait hal tersebut Murfy meyakinkan akan menghadirkan 4 orang saksi yang akan menjelaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pembobolan tersebut. (@d2)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59434)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51308)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (37025)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14784)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14085)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13902)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13659)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13087)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10230)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9081)
Bedah JayaposBangunan Pompanisasi Mangkrak, Dinas Pertanian Akan Melakukan Sidak Pasuruan, Jaya Pos Setelah adanya pemberitaan oleh harian jaya pos terkait ada­nya bangunan ...


LPK-SM RAKYAT SEJAHTERA Akan Turunkan Tim Investigasi Terkait PompanisasiKejati Kalteng Telisik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kapuas Seberang Senilai Rp 5,8 MAPBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung ?Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM Bersubsidi
Laporan KhususBupati Bantaeng Pantau Proses Terminal Darah PuskesmasBantaeng, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng terus melakukan inovasi di sektor kesehatan. Salah ...


DPRD Sumsel Setujui LKPJ Gubernur Sumsel Tahun 2018DPRD Lahirkan Perda Inisiatif Kepemudaan dan Mengkritisi Kinerja PemkoSerahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Pangkal Duri, Fachrori: Jangan Lama-lama Bersedih, Segeralah Pemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan Sumut