Kamis, 20 Desember 2018 - 07:24:09 WIB
Pengacara Geram Pada Pelaku Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah UmurKategori: Tangerang - Dibaca: 294 kali

Baca Juga:Satres Narkoba Polres Majalengka, Ringkus Gembong Sindikat Pengedar GanjaWalikota Jaksel dan Jajarannya Tidak Tanggap, PT Codefin Group Jarah Lahan Fasos-Fasum di PesanggrahBupati Simalungun DR JR Saragih "Suap" UspidaKejari Bandung Tahan 3 Tersangka Korupsi Perpusda, NSK Mengaku Sebagai Saudara Jamwas Marwan Effend

Tangerang, Jaya Pos

Banyak kasus pencabulan dan atau persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi di wilayah hukum Kota Tangerang. Membuat banyak orang miris, terutama bagi orang tua yang mempunyai anak-anak pe­rawan yang masih kecil.

Terakhir terjadi persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di kontrakan Pak Feri RT 003 RW 005 Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, pemuda bernama Marcel, Arif dan ke-4 teman laki-lakinya telah menyekap 2 hari sejak jam 02.00 WIB, hari Rabu 31 Oktober 2018 s/d 02 November 2018 terhadap seorang pelajar kelas 3 SMP bernama Ajeng Pratiwi berumur 15 tahun (kulit putih, tinggi dan muka cantik).

Pada saat si anak sudah dua hari tidak pulang kerumah maka Hanafi selaku bapak kandung terus mencari keberadaan si anak perempuannya tersebut. Setelah ditelusuri dan diketemukan anaknya tanpa sadar sedang ditiduri oleh laki-laki hidung belang di rumah kontrakan Pak Feri RT 003 RW 005 Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.

Melihat kejadian tersebut Hanafi naik pitam langsung meninju salah satu pelaku dari 6 pemuda yang menjadi tersangka di Polres Metro Tangerang Kota Jalan Daan Mogot 52, Tangerang 15111. Setelah diketahui Hanafi berkonsultasi dengan Advokat Sakamuli Prentha, SH dan Advokat Benemay, SH., MH pada kantor Law Office Sakamuli Prentha dan rekan beralamat di Komp­lek Ruko Kebayoran Centre Blok B 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan untuk selanjutnya membuat laporan pidana di Polres Tangerang kota dengan bukti lapor Nomor : TBL/B/915/XI/2018/PMJ/Restro Tangerang Kota terkait alat bukti yaitu saksi sudah ada 3 orang (Ana Agustina, M. Alfiansyah dan Hanafi) serta barang bukti Visum RSU Tangerang.

Lalu ke-6 pemuda selaku pelaku sudah mengakui perbuatannya yang tertuang dalam BAP Tersangka, pasal yang dituduhkan yaitu Pasal 81 dan 82 UU No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 Tahun 2002 Perlindungan Anak, Advokat Sakamuli Prentha, SH apresiasi keputusan/regulasi Presiden RI ke-7 H. Ir Joko Widodo Terkait adanya Perpu No 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Karena kekerasan seksual terhadap anak harus diberikan perhatian khusus bagaimana menangani pelaku kejahatan tersebut dengan cara yang luar biasa karena kejahatan seksual terhadap anak merupakan ancaman dan membahayakan jiwa anak, sekaligus mengganggu rasa kenyamanan ketentraman kemana dan ketertiban masyarakat, maka kita lakukan penanganan dengan cara-cara yang luar biasa berupa pemberatan pidana itu berupa penambahan sepertiga ancaman pidana, pidana mati, seumur hidup/pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun, pengumuman identitas pelaku melalui media, tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat deteksi elektronik. kalau pelaku dijerat dengan pasal KUHP yang merupakan warisan hukum kolonial belanda sudah tidak relevan lagi karena hukum itu berkembang berdasarkan kehidupan masyarakat istilah dalam yunani ibi ius ibi societes dan mengingat di jaman Soeharto, Menteri Muda Urusan Peranan Wanita Ny. L. Sutanto modal dasar yang dimiliki oleh Rakyat Indonesia dalam melaksanakan pembangunan nasionalnya, antara lain adalah jumlah penduduk yang sangat besar, yang apabila dapat dibina, dikerahkan serta didayagunakan secara efektif akan merupakan modal pembangunan nasional jadi kejahatan tidak saja tumbuh subur pada kepadatan penduduk melainkan dengan pembekalan pendidikan pengetahuan seksual dan agama serta rasa kebersamaaan masyarakat untuk saling menjaga serta kepedulian terhadap keamanan anak dan perempuan maka kejahatan seksual insyallah tidak akan terjadi di Kota Tangerang,” jelas Sakamuli Prentha, SH saat dijumpai di Lippo Supermal Karawaci.

Advokat Sakamuli Prentha, SH dan advokat Benemay, SH., MH terpanggil untuk membela korban persetubuhan dibawah umur karena sebagai bentuk rasa sayang kepada anak-anak Indonesia, menghormati kaum perempuan dan melihat nenek korban adalah tukang urut keliling yang dari segi ekonomi sangat memprihatinkan. Terkait urusan dapur kadang bisa masak kalau ada duit dan terkadang tidak masak hanya saja berharap belas kasih dari tetangga sekitar rumah tempat tinggalnya di Jl. Lokapala II No. 10 RT. 04 RW. 08 Kelurahan Cibodas Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.

Sedangkan bapak korban bekerja sebagai mekanik mobil yang gajinya sebulan hanya 2,6 juta/bulan harus bisa mencukupi kebutuhan makan minum ke-5 anak nya serta menyekolahkan anak nya yang duduk di bangku sekolah SMP kelas 3.

Sekarang kondisi Ajeng Pratiwi (korban) berhenti sekolah karena rasa trauma dan suka melamun/menyendiri. Hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. (Togun)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59364)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51240)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32880)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14714)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14005)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13841)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13597)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13009)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9891)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9017)
Bedah JayaposWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikTidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara, lampu penerangpun bagian dari ...


Bobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?
Laporan KhususPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixCiamis, Jaya Pos Persoalan rencana pengaspalan hotmix jalan kabupaten lintas Buniseuri-Jalatrang yang ...


Lakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari Ramadhan