Jumat, 21 Desember 2018 - 06:23:15 WIB
Balai Desa Blandit Wonorejo Singosari Didemo WargaKategori: Jawa Timur - Dibaca: 148 kali

Baca Juga:Pungli dan Calo Merajarela di Satpas Polres BlitarSatres Narkoba Polres Majalengka, Ringkus Gembong Sindikat Pengedar GanjaWalikota Jaksel dan Jajarannya Tidak Tanggap, PT Codefin Group Jarah Lahan Fasos-Fasum di PesanggrahBupati Simalungun DR JR Saragih "Suap" Uspida

Demo ini terkait banyak terjadi kejanggalan dalam pemerintahan desa sehingga banyak proses administrasi khususnya yang terkait jual-beli tanah.

Malang, Jaya Pos

Balai Desa Blandit Wonorejo Singosari Kabupaten Malang mendadak ramai dengan warga yang menuntut permasalahan pertanahan dan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh perangkat desa setempat, Senin (10/12/18).

Tampak hadir dari pihak Polsek Singosari dan juga petugas dari kecamatan. Sekitar 50 warga yang berkumpul tampak tegang dan bergerumbul di balai desa, akan tetapi di luar pagar terlihat ratusan warga yang tidak ikut masuk.

Kepala Desa Wonorejo, Poniman yang tampak kebi­ngungan menghadapi warga yang meluap emosinya tampak mondar-mandir dan me­ngumpulkan semua perangkat desa dan mengadakan rapat dadakan.

Beberapa pendemo yang dikonfirmasi Jaya Pos mengatakan, banyak terjadi kejanggalan dalam pemerintahan desa sehingga banyak proses administrasi khususnya yang terkait jual-beli tanah menjadi bermasalah sehingga terjadi hal tersebut.

Salah satu pendemo, Misri mengatakan bahwa tanda tangannya diduga telah dipalsukan, begitu jugal warga lain yang tanda tangannya sengaja dipalsukan untuk tujuan tertntu. “Di kwitansi jual-beli itu kok bisa ada tanda tangan saya, disini pembeli tanah adalah Sakim dan sebenarnya masih ada hubungan saudara akan tetapi kenapa tanda tangan saya ada di kwitansi itu, padahal saya tidak merasa tanda tangan,” ungkapnya.

“Kami tujuh (7) bersaudara dan anehnya tidak semua dikasih tau masalah ini, dan ini jelas pemalsuan mas. Kita ingin Bayan harus lengser dari jabatanya agar masyarakat bisa tenang, karena saya yakin Bayan lah biang keladi semua ini,” sebutnya.

Sedangkan menurut Sakim (pembeli) yang mengurus jual-beli tanah ini adalah Bayan (perangkat desa). “Sebenarnya semua keluarga sudah tau jadi saya bilang apa adanya saja,” tukasnya.

Pendemo lain, ibu Ngateni (45) juga mengeluhkan adanya kejanggalan dalam pengurusan surat tanah miliknya, “Saya sudah menyerahkan Rp 4 juta uang ke pak Kusnan (Bayan) tetapi sampai saat ini masih belum selesai,” ujarnya seraya menyebut baru saja (usai demo) langsung menanyakan pengurusan administrasinya, justru Kusnan mengatakan nanti malam semua uangnya akan dikembalikan.

Dalam aksi demo kali ini, kericuhan antara warga dan pihak desa sempat terjadi, akan tetapi aparat Polsek Singosari yang hadir dengan sigap mampu mengendalikan hingga suasana kembali kondusif.

Setelah rapat intern desa dan pihak kecamatan diadakan, akhirnya pihak desa keluar menemui warga dan menyatakan sudah membuat surat pernyataan pengunduran diri Kusnan sebagai Bayan (perngkat desa), sehingga warga yang tadinya masih menunggu hasil rapat bisa tenang dan tidak lama kembali ke rumah masing-masing.

Sedangkan Kusnan sendiri seusai acara ketika dikonfirmasi awak media tidak berkata banyak. “Sebentar mas, saya pusing, kapan-kapan saja,” ungkapnya sambil berjalan tergopoh menuju keluar. (sp/zein)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (58988)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50858)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14147)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13628)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13295)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12582)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8611)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (7792)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7717)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6625)
Bedah JayaposSejumlah Bumdes Di Kecamatan Sukaresmi Diduga Tidak JelasPandeglang Jaya Pos Sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMdes)yang ada di Kecamatan Sukaresmi diduga tidak ...


Pekerjaan Peningkatan Jalan Desa Pertijo Terkesan Asal-AsalanGawat! Polisi Diduga Tangkap LepasProyek Pasar Rakyat Namang Diduga BermasalahLelang Proyek Kementerian PU Diduga Terjadi Praktik KKNDikonfirmasi Soal RTLH, Kadis Perkim Banten Jawabnya NgibulPerbaikan Bahu Jalan Link 157,158,160,162,163,164,165 Dikorupsi ?Mantan Kadis Kopumdag Dan Direktur CV Umrah Utama Dijebloskan Ke Lapas
Laporan KhususBupati Resmikan Jembatan Cileuleuy CiambarSukabumi, Jaya Pos Guna mewujudkan optimalisasi infrastruktur yang ada di Kecamatan Ciambar, Bupati Sukabumi ...


Wabup Tutup MTQ XXXV Tingkat Kabupaten, Peureulak Juara UmumBidang Intelijen Kejari Kabupaten Bandung Mendapatkan Penghargaan Terbaik di Wilkum Kejati JabarUnit Bisnis TAM PDAM Tirtawening Layani Warga Bandung 24 JamDanrem 071/Wijayakusuma Kunjungan Kerja Sambil Olahraga dan Mempererat SilatuhamiAwal Tahun, Padang Panjang Juarai Kategori Kota Kecil Smart CityCapaian 6 Misi Pembangunan Meningkat, Fachrori Ajak Semua Pihak Bersinergi Membangun JambiNatal Sagala Raja Bere Ibebere, Boru Dihadiri DPRD Deli Serdang Rosmawati Sitanggang SH