Jumat, 21 Desember 2018 - 06:23:15 WIB
Balai Desa Blandit Wonorejo Singosari Didemo WargaKategori: Jawa Timur - Dibaca: 315 kali

Baca Juga:Pungli dan Calo Merajarela di Satpas Polres BlitarSatres Narkoba Polres Majalengka, Ringkus Gembong Sindikat Pengedar GanjaWalikota Jaksel dan Jajarannya Tidak Tanggap, PT Codefin Group Jarah Lahan Fasos-Fasum di PesanggrahBupati Simalungun DR JR Saragih "Suap" Uspida

Demo ini terkait banyak terjadi kejanggalan dalam pemerintahan desa sehingga banyak proses administrasi khususnya yang terkait jual-beli tanah.

Malang, Jaya Pos

Balai Desa Blandit Wonorejo Singosari Kabupaten Malang mendadak ramai dengan warga yang menuntut permasalahan pertanahan dan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh perangkat desa setempat, Senin (10/12/18).

Tampak hadir dari pihak Polsek Singosari dan juga petugas dari kecamatan. Sekitar 50 warga yang berkumpul tampak tegang dan bergerumbul di balai desa, akan tetapi di luar pagar terlihat ratusan warga yang tidak ikut masuk.

Kepala Desa Wonorejo, Poniman yang tampak kebi­ngungan menghadapi warga yang meluap emosinya tampak mondar-mandir dan me­ngumpulkan semua perangkat desa dan mengadakan rapat dadakan.

Beberapa pendemo yang dikonfirmasi Jaya Pos mengatakan, banyak terjadi kejanggalan dalam pemerintahan desa sehingga banyak proses administrasi khususnya yang terkait jual-beli tanah menjadi bermasalah sehingga terjadi hal tersebut.

Salah satu pendemo, Misri mengatakan bahwa tanda tangannya diduga telah dipalsukan, begitu jugal warga lain yang tanda tangannya sengaja dipalsukan untuk tujuan tertntu. “Di kwitansi jual-beli itu kok bisa ada tanda tangan saya, disini pembeli tanah adalah Sakim dan sebenarnya masih ada hubungan saudara akan tetapi kenapa tanda tangan saya ada di kwitansi itu, padahal saya tidak merasa tanda tangan,” ungkapnya.

“Kami tujuh (7) bersaudara dan anehnya tidak semua dikasih tau masalah ini, dan ini jelas pemalsuan mas. Kita ingin Bayan harus lengser dari jabatanya agar masyarakat bisa tenang, karena saya yakin Bayan lah biang keladi semua ini,” sebutnya.

Sedangkan menurut Sakim (pembeli) yang mengurus jual-beli tanah ini adalah Bayan (perangkat desa). “Sebenarnya semua keluarga sudah tau jadi saya bilang apa adanya saja,” tukasnya.

Pendemo lain, ibu Ngateni (45) juga mengeluhkan adanya kejanggalan dalam pengurusan surat tanah miliknya, “Saya sudah menyerahkan Rp 4 juta uang ke pak Kusnan (Bayan) tetapi sampai saat ini masih belum selesai,” ujarnya seraya menyebut baru saja (usai demo) langsung menanyakan pengurusan administrasinya, justru Kusnan mengatakan nanti malam semua uangnya akan dikembalikan.

Dalam aksi demo kali ini, kericuhan antara warga dan pihak desa sempat terjadi, akan tetapi aparat Polsek Singosari yang hadir dengan sigap mampu mengendalikan hingga suasana kembali kondusif.

Setelah rapat intern desa dan pihak kecamatan diadakan, akhirnya pihak desa keluar menemui warga dan menyatakan sudah membuat surat pernyataan pengunduran diri Kusnan sebagai Bayan (perngkat desa), sehingga warga yang tadinya masih menunggu hasil rapat bisa tenang dan tidak lama kembali ke rumah masing-masing.

Sedangkan Kusnan sendiri seusai acara ketika dikonfirmasi awak media tidak berkata banyak. “Sebentar mas, saya pusing, kapan-kapan saja,” ungkapnya sambil berjalan tergopoh menuju keluar. (sp/zein)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59434)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51308)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (37028)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14784)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14085)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13902)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13659)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13087)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10230)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9081)
Bedah JayaposBangunan Pompanisasi Mangkrak, Dinas Pertanian Akan Melakukan Sidak Pasuruan, Jaya Pos Setelah adanya pemberitaan oleh harian jaya pos terkait ada­nya bangunan ...


LPK-SM RAKYAT SEJAHTERA Akan Turunkan Tim Investigasi Terkait PompanisasiKejati Kalteng Telisik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kapuas Seberang Senilai Rp 5,8 MAPBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung ?Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM Bersubsidi
Laporan KhususBupati Bantaeng Pantau Proses Terminal Darah PuskesmasBantaeng, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng terus melakukan inovasi di sektor kesehatan. Salah ...


DPRD Sumsel Setujui LKPJ Gubernur Sumsel Tahun 2018DPRD Lahirkan Perda Inisiatif Kepemudaan dan Mengkritisi Kinerja PemkoSerahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Pangkal Duri, Fachrori: Jangan Lama-lama Bersedih, Segeralah Pemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan Sumut