Minggu, 23 September 2012 - 10:22:20 WIB
Masyarakat Oku Waspadai Gigitan TomcatKategori: Sumatera Selatan - Dibaca: 471 kali

Baca Juga:Guru Tua, Penentu Ibukota Sulteng di Palu, Presiden Soekarno Pemberi Nama Bandara MutiaraPungli dan Calo Merajarela di Satpas Polres BlitarSatres Narkoba Polres Majalengka, Ringkus Gembong Sindikat Pengedar GanjaWalikota Jaksel dan Jajarannya Tidak Tanggap, PT Codefin Group Jarah Lahan Fasos-Fasum di Pesanggrah

Baturaja, Jaya Pos

Tomcat, nama latinnya adalah Paederus Littoralis. Ciri-ciri seranga hewan ini adalah memiliki panjang sekitar 6.5 - 7 MM, kepala berwarna hitam, dada dan perut berwarna oranye serta memiliki dua pasang sayap kebiruan yang tidak menutupi seluruh abdomen. 

Hewan ini memiliki racun dalam perutnya yang dinamakan Hemolimfi, yang mengandung toksin bernama paederin. Konon katanya, racun ini dua belas kali lebih berbahaya dibandingkan dengan racun ular kobra.

Masyarakat perlu waspada bukan racun yang keluar saat menggigit, tetapi gesekan sayap yang memperparah rasa gatal. Cara mengatasi si tomcat, jika hinggap ditubuh kita, jangan memencet atau membunuhnya karena lendir serangga ini adalah racun yang bisa menyebakan iritasi. Cukup dengan meniup atau dengan menggunakan kertas.

Gejala awal terkena racun tomcat adalah seperti kulit terasa gatal-gatal, memerah, dan panas lokal. Jika seseorang mengalami gejala demikian, jangan digosok atau dihapus dengan tangan dan sebaiknya tidak mengoleskan pasta gigi, minyak tawon, minyak kayu putih atau obat lain yang tidak disarankan oleh dokter. Cukuplah dengan mengaliri air pada kulit yang kena iritasi.

Kadin Kesehatan Kab.OKU Suharmasto,SKM,M.E.pid dan Sekretarisnya Syaiful Kamal SKM,M.Epid, kepada Jaya Pos menanggapi adanya warga Kelurahan Sukajadi Kecamatan Baturaja Timur OKU yang digigit tomcat, atas laporan Camat Baturaja Timur, pihaknya telah melakukan pengobatan. Sementara serangga yang menggigit warga itu telah diteliti, apakah benar itu tomcat atau tidak. Kalau pihaknya melakukan pengasapan kurang efektif, karena yang lebih efektif masyarakat dengan cara 3 M.

Pihaknya telah mengirm surat kepada Dinas Peternakan dan Pertanian OKU untuk menelitinya. “Dihimbau kepada masyarakat OKU, kalau digigit tomcat jangan dikasih balsem, pasta gigi dan lainya. Cukup dicuci dengan air sabun saja yang terkena iritasi untuk sementara, kemudian dibawa ke Pusksesmas dan ke dokter untuk pengobatan  agar cepat lekas sembuh. Konon, isu racun tomcat bisanya dua belas kali lebih berbahaya dibandingkan dengan  racun ular kobra. Hal itu belum terbukti karena belum ada masyarakat yang terkena gigitan tomcat ada yang meninggal dunia,” terangnya.

Kadin Pertanian Ketahanan Pangan Hurtikultura Kab.OKU Ir. Erlan Efendi, kepada Jaya Pos mengatakan, masalah surat dari Dinas Kesehatan yang ditujukan ke Dinas Peternakan dan Pertanian mengenai ada warga yang digigit tomcat, guna melakukan survei, namun sampai saat ini surat sudah sampai melalui stafnya, namun belum deterima Kadin Pertanian.

“Masalah seranga tomcat tidak perlu dibasmi, walau membahayakan warga, namun tomcat justru sahabat para petani  membatu membasmi predator hama wereng padi tanaman para petani. Jadi tomcat merupakan sejenis serangga / nyamuk , maka memberantasannya dalam kota oleh pihak dinas kesehatan dengan melakukan pengasapan,” ujarnya. Parmin


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (74126)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (61097)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52843)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (20991)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16432)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15697)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15325)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (15019)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14915)Sanksi Tegas Menanti PNS yang Nambah Libur (11540)
Bedah JayaposKasus Suap, JPU Ketapang Tuntut Mantan Politikus PDI-P 1,5 Tahun PenjaraKetapang, Jaya Pos Perjalanan kasus suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Ketua DPRD Ketapang, ...


KPU Pandeglang DidemoDinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Ciptakarya dan Penataan Ruang Kota Surabaya DipolisikanTambang Mas Liar Menjamur Lagi Di BengkayangKejati Kalteng Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek Penggantian Jembatan di KapuasSoal Hibah Gubernur 7 M Untung Bisa Dijerat TPPUKetua Kelompok Budi Karya Leniyanti Diduga Palsukan Data AnggotaBuntut Dugaan Penyelewengan Anggaran Pada Humas Mojokerto, Semakin Terkuak Dengan Adanya Jumpa Pers
Laporan KhususDesa Klambir Lima Kebon Adakan Pemilihan BPDHamparan Perak, Jaya Pos Desa Klambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang mengadakan pemilihan ...


BumNag Sumpur Kudus Maju Dengan Segudang PrestasiDPRD Sampaikan Laporan Pansus Atas LKPJ Bupati Muba TA 2019Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor Dengan PancakarsaFachrori Launching Calendar of Event Upaya Promosikan Wisata JambiDPRD Muba Serahkan Rekomendasi Terhadap LKPJ Bupati TA 2019Menpan RB Tjahjo Kumolo: MPP Pekanbaru Terbaik di IndonesiaSahirah Dzakyyah Memilih Ponpes Darul Ulum Untuk Pendidikannya