Senin, 21 Januari 2019 - 09:18:44 WIB
Perkembangan Kasus Tedja Widjaya, Terdakwa Penipu/Penggelapan Semakin Tersudut Oleh Keterangan SaksiKategori: Jakarta - Dibaca: 76 kali

Baca Juga:Direktur Polisi Air Daerah Sumatera Utara Galakkan Polmas di LautanSMKN I Kota Sukabumi Dikunjungi Tim Penilai LSSBiaya Perawatan Gedung Walikota DipertanyakanDihukum 3 Tahun Dua Tahanan WNA Kabur

Penjelasan saksi menunjukkan jika transaksi perusahaan tetapi menggunakan rekening pribadi. Saksi juga mengungkapkan jika penjualan ruko tanpa sepenge­tahuan Rudyono Darsono.

Jakarta, Jaya Pos

Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rabu (16-1-2019), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrick Adhar SH.MH, yang didampingi Erma menghadirkan saksi Feniki untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi yang pernah beli Ruko terhadap terdakwa Tedja Widjaya.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Dr,Tugiyanto SH,Mh, dalam kesaksian calon pembeli tanah yaitu saksi Feniki menjelaskan telah membeli tanah yang terletak di Jalan Sunter Permai Raya dan telah membayar lunas atas rencana pembelian 2 (dua) rumah dan 1 (satu) Ruko yang total seharga Rp. 8 Milyar telah dibayar lunas.

Pada saat Majelis Hakim menanyakan “ Apakah dalam pembayaran uang sebesar Rp. 8 M tersebut, dibayar kemana dan dalam bentuk apa pembayarannya? Saksi menjawab”Dalam bentuk setoran dan ada yang dibayarkan ke rekening PT. Graha Mahardika dan rekening pribadi Terdakwa,”.

Terdakwa ternyata meminta dana penjualan tanah ditransfer ke rekening Terdakwa. Kemudian majelis kembali menanyakan kepada saksi “Sebenarnya harus dibayar ke rek mana? Saksi kembali menjawab ”Seharusnya ke rekening PT.Graha Mahardika, akan tetapi diminta oleh Terdakwa agar sebagian dibayar ke rekening pribadi Terdakwa,” jelas saksi.

Penjelasan saksi menunjukkan jika transaksi perusahaan tetapi menggunakan rekening pribadi. Saksi juga mengungkapkan jika penjualan ruko tanpa sepengetahuan Rudyono Darsono. Pada pembahasan penjualan Ruko yang dilakukan Terdakwa kepada saksi Feniki, Jaksa Penuntut Umum Fedrik Anhar menanyakan “Penjualan/PPJB yang dilakukan apakah benar pada Maret 2012 (Kemudian PPJB diperlihatkan ke Majelis), saksi menjawab, ”Benar yang Mulia”. Kemudian Jaksa bertanya,

”Apakah pada PPJB tersebut Rudyono Darsono hadir?, Saksi menjawab dengan tegas, “Tidak”. “Bahkan saya baru mengenal Rudyono Darsono pada tahun 2015,” jelas saksi.

Bagaimana mungkin Rudyono Darsono mengetahui dan menyetujui PPJB yang dilakukan Terdakwa kepada saksi Feniki, sedangkan saksi Feniki baru mengenal pada tahun 2015.

Ini menjadi bukti bahwa dalam Bap terdakwa pada butir 27 point d hal 16 “PPJB tanggal 27 Maret 2012 antara terdakwa dengan saksi Feniki sebagai pembeli dan atas pengetahuan dan persetujuan Rudyono Darsono adalah salah satu direktur dan pemegang saham”

Terbantahkan! Dan di­buktikan dengan akta 46 tahun 2012 tertanggal 22 Februa­ri 2012 tentang peng­unduran diri Rudyono Darsono menjadi direktur.

Menurut keterangan Feniki, Terdakwa Tedja Widjaja tidak konsisten, “Setiap saya nagih selalu janji-janji dan tidak pernah niat membayar ya saya kemudian melaporkan kepolisi dan sampai terdakwa P19 menjadi tersangka kemudian sampai menjelang berkas lengkap (P21) terdakwa Tedja Widjaja baru meminta damai dan baru memberikan Cek BCA tgl 15/12/2017 Rp.8.084.000.000-(sebesar 8 milyar delapan puluh empat juta) kepada saya dan agar saya mencabut laporan nya” ujarnya.

Pada pembahasan terkait bagaimana terhadap PPJB tersebut, Jaksa Penuntut Umum Fedrik Anhar menanyakan kepada saksi, “Apakah rumah dan Ruko yang sudah PPJB telah saksi terima, coba saksi jelaskan? Saksi menjawab “Belum pernah sampai saat ini, kemudian pada akhir 2017 Terdakwa mengajak damai dan mengembalikan uang saya. Setelah PPJB tahun 2012, saya selalu menanyakan mengapa rumah dan Ruko tersebut belum dibangun?,”.

Dan Terdakwa selalu menghindar dan mengambang dalam jawabannnya. “Kemudian saya meminta pengembalian uang saya akan tetapi Terdakwa selalu menghindar dan akhirnya terdakwa menjawab belum punya uang,” jelas saksi.

“Pada sekitar tahun 2015 saya melaporkan ke Polisi dan sudah ditetapkan Tersangka. Dan saya selalu menanyakan dan meminta pengembalian uang saya. Lagi-lagi Terdakwa menghindar dan jawabannya mengambang. Akhirnya menjelang berkas perkara di Polda Metro Jaya akan lengkap atau P-21, Terdakwa meminta damai dan mengembalikan uang saya.” Ujar Feniki

Kemudian Jaksa kembali bertanya “Artinya setelah Terdakwa tersudut dan berkas laporan Polisi akan dilimpahkan ke Kejaksaan, baru Terdakwa punya niat untuk mengembalikan uang saksi ? Saksi menjawab “Benar sekali!. Sangat menunjukkan niat buruk terdakwa tidak mau mengembalikan uang saksi. setelah tersudut baru mengembalikan. Kembali terdakwa melakukan rangkaian kebohongan demi kebohongan di persidangan pada saat Terdakwa diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan terkait dari kesaksian saksi Feniki.

Terdakwa mengatakan, “Bahwa saya mengembalikan uang saksi sebelum saya menjadi Tersangka,”.

Lagi-lagi terdakwa berkelit dan berbohong kepada majelis di persidangan, padahal laporan polisi yang dilakukan oleh saksi feniki terjadi pada tanggal 8 Juni 2015 lalu penetapan tersangkanya sekitar 2016 sesuai kesaksian saksi Feniki di persidangan. Sedangkan perdamaian dan pengembalian uang terjadi 15 Desember 2017 sesuai bukti di persidangan

Rangkaian kebohongan baru dibuat oleh terdakwa penipu Tedja Widjaja pemilik sekolah Lentra Kasih.demi mencoba menutupi keboho­ngan yang telah dibuat sebe­lumnya.(H.Yusuf)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59090)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13817)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13719)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13353)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8258)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani