Senin, 21 Januari 2019 - 09:18:44 WIB
Perkembangan Kasus Tedja Widjaya, Terdakwa Penipu/Penggelapan Semakin Tersudut Oleh Keterangan SaksiKategori: Jakarta - Dibaca: 256 kali

Baca Juga:Direktur Polisi Air Daerah Sumatera Utara Galakkan Polmas di LautanSMKN I Kota Sukabumi Dikunjungi Tim Penilai LSSBiaya Perawatan Gedung Walikota DipertanyakanDihukum 3 Tahun Dua Tahanan WNA Kabur

Penjelasan saksi menunjukkan jika transaksi perusahaan tetapi menggunakan rekening pribadi. Saksi juga mengungkapkan jika penjualan ruko tanpa sepenge­tahuan Rudyono Darsono.

Jakarta, Jaya Pos

Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rabu (16-1-2019), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrick Adhar SH.MH, yang didampingi Erma menghadirkan saksi Feniki untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi yang pernah beli Ruko terhadap terdakwa Tedja Widjaya.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Dr,Tugiyanto SH,Mh, dalam kesaksian calon pembeli tanah yaitu saksi Feniki menjelaskan telah membeli tanah yang terletak di Jalan Sunter Permai Raya dan telah membayar lunas atas rencana pembelian 2 (dua) rumah dan 1 (satu) Ruko yang total seharga Rp. 8 Milyar telah dibayar lunas.

Pada saat Majelis Hakim menanyakan “ Apakah dalam pembayaran uang sebesar Rp. 8 M tersebut, dibayar kemana dan dalam bentuk apa pembayarannya? Saksi menjawab”Dalam bentuk setoran dan ada yang dibayarkan ke rekening PT. Graha Mahardika dan rekening pribadi Terdakwa,”.

Terdakwa ternyata meminta dana penjualan tanah ditransfer ke rekening Terdakwa. Kemudian majelis kembali menanyakan kepada saksi “Sebenarnya harus dibayar ke rek mana? Saksi kembali menjawab ”Seharusnya ke rekening PT.Graha Mahardika, akan tetapi diminta oleh Terdakwa agar sebagian dibayar ke rekening pribadi Terdakwa,” jelas saksi.

Penjelasan saksi menunjukkan jika transaksi perusahaan tetapi menggunakan rekening pribadi. Saksi juga mengungkapkan jika penjualan ruko tanpa sepengetahuan Rudyono Darsono. Pada pembahasan penjualan Ruko yang dilakukan Terdakwa kepada saksi Feniki, Jaksa Penuntut Umum Fedrik Anhar menanyakan “Penjualan/PPJB yang dilakukan apakah benar pada Maret 2012 (Kemudian PPJB diperlihatkan ke Majelis), saksi menjawab, ”Benar yang Mulia”. Kemudian Jaksa bertanya,

”Apakah pada PPJB tersebut Rudyono Darsono hadir?, Saksi menjawab dengan tegas, “Tidak”. “Bahkan saya baru mengenal Rudyono Darsono pada tahun 2015,” jelas saksi.

Bagaimana mungkin Rudyono Darsono mengetahui dan menyetujui PPJB yang dilakukan Terdakwa kepada saksi Feniki, sedangkan saksi Feniki baru mengenal pada tahun 2015.

Ini menjadi bukti bahwa dalam Bap terdakwa pada butir 27 point d hal 16 “PPJB tanggal 27 Maret 2012 antara terdakwa dengan saksi Feniki sebagai pembeli dan atas pengetahuan dan persetujuan Rudyono Darsono adalah salah satu direktur dan pemegang saham”

Terbantahkan! Dan di­buktikan dengan akta 46 tahun 2012 tertanggal 22 Februa­ri 2012 tentang peng­unduran diri Rudyono Darsono menjadi direktur.

Menurut keterangan Feniki, Terdakwa Tedja Widjaja tidak konsisten, “Setiap saya nagih selalu janji-janji dan tidak pernah niat membayar ya saya kemudian melaporkan kepolisi dan sampai terdakwa P19 menjadi tersangka kemudian sampai menjelang berkas lengkap (P21) terdakwa Tedja Widjaja baru meminta damai dan baru memberikan Cek BCA tgl 15/12/2017 Rp.8.084.000.000-(sebesar 8 milyar delapan puluh empat juta) kepada saya dan agar saya mencabut laporan nya” ujarnya.

Pada pembahasan terkait bagaimana terhadap PPJB tersebut, Jaksa Penuntut Umum Fedrik Anhar menanyakan kepada saksi, “Apakah rumah dan Ruko yang sudah PPJB telah saksi terima, coba saksi jelaskan? Saksi menjawab “Belum pernah sampai saat ini, kemudian pada akhir 2017 Terdakwa mengajak damai dan mengembalikan uang saya. Setelah PPJB tahun 2012, saya selalu menanyakan mengapa rumah dan Ruko tersebut belum dibangun?,”.

Dan Terdakwa selalu menghindar dan mengambang dalam jawabannnya. “Kemudian saya meminta pengembalian uang saya akan tetapi Terdakwa selalu menghindar dan akhirnya terdakwa menjawab belum punya uang,” jelas saksi.

“Pada sekitar tahun 2015 saya melaporkan ke Polisi dan sudah ditetapkan Tersangka. Dan saya selalu menanyakan dan meminta pengembalian uang saya. Lagi-lagi Terdakwa menghindar dan jawabannya mengambang. Akhirnya menjelang berkas perkara di Polda Metro Jaya akan lengkap atau P-21, Terdakwa meminta damai dan mengembalikan uang saya.” Ujar Feniki

Kemudian Jaksa kembali bertanya “Artinya setelah Terdakwa tersudut dan berkas laporan Polisi akan dilimpahkan ke Kejaksaan, baru Terdakwa punya niat untuk mengembalikan uang saksi ? Saksi menjawab “Benar sekali!. Sangat menunjukkan niat buruk terdakwa tidak mau mengembalikan uang saksi. setelah tersudut baru mengembalikan. Kembali terdakwa melakukan rangkaian kebohongan demi kebohongan di persidangan pada saat Terdakwa diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan terkait dari kesaksian saksi Feniki.

Terdakwa mengatakan, “Bahwa saya mengembalikan uang saksi sebelum saya menjadi Tersangka,”.

Lagi-lagi terdakwa berkelit dan berbohong kepada majelis di persidangan, padahal laporan polisi yang dilakukan oleh saksi feniki terjadi pada tanggal 8 Juni 2015 lalu penetapan tersangkanya sekitar 2016 sesuai kesaksian saksi Feniki di persidangan. Sedangkan perdamaian dan pengembalian uang terjadi 15 Desember 2017 sesuai bukti di persidangan

Rangkaian kebohongan baru dibuat oleh terdakwa penipu Tedja Widjaja pemilik sekolah Lentra Kasih.demi mencoba menutupi keboho­ngan yang telah dibuat sebe­lumnya.(H.Yusuf)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59631)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51483)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48894)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14973)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14242)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14069)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13796)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13293)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11789)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9260)
Bedah JayaposProyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekBangka Belitung, Jaya Pos Proyek pembangunan talud pengaman Pantai Pering Kelapa Kampit Belitung diduga ...


APBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususRaperda Perubahan APBD 2019 DisahkanDepok, Jaya Pos Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, menggelar Rapat Paripurna dalam rangka ...


20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujui