Senin, 24 September 2012 - 07:15:26 WIB
Pasar Tradisional Siantan, Belum Diresmikan, 70% Kios RusakKategori: Kepri - Dibaca: 303 kali

Baca Juga:Kakan Distrik Navigasi Makassar DipolisikanPembangunan Dermaga Pelabuhan Paotere Sarat KongkalikongOknum Perawat RSUD Gambiran Kediri Diduga Potong Kaki PasienWalikota Dada Kembali Diuji Pembangunan Hotel De 'Java Diduga Bermasalah

Anambas, Jaya Pos

Awalnya, masyarakat Anambas sangat antusias dengan dibangunnya pasar tradisional yang ada di wilayah Kecamatan Siantan, Desa Tarempa Barat.

Pasalnya, pasar tradisional bekelas modern ini sengaja dibangun dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat Anambas saat berbelanja. Tak pelak, 76 kios yang sudah terbangun itu pun sudah dimiliki calon pedagang.

Namun sayang, sudah lebih satu tahun kios ini terbangun, Disperindag Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai pengelola pasar sementara tak juga meresmikan pasar tersebut. Bahkan, sampai saat ini pedagang yang aktif berjualan di kios tersebut hanya 20 persen, itu pun tanpa mendapatkan fasilitas listrik dan air.

Sekretaris Dinas Perindagkop Kabupaten Kepulauan Anambas, Usman kepada Jaya Pos mengatakan, saat ini Disperindagkop sedang mengupayakan fasilitas listrik dan air bagi para pedagang pasar.

“Kami memang sedang mengupayakan fasilitas tersebut. Dan kebetulan Pak Kepala Dinas juga sedang ke Jakarta. Meski begitu, saya mengambil alih kebijakan tersebut namun tidak terlepas atas persetujuan dari bapak. Insya Allah, fasilitas itu sudah bisa terealisasi akhir bulan ini,” ujar Usman.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pengelolaan pasar tradisional Siantan masih dipegang oleh Disperindagkop sampai terbentuknya Perusahaan Daerah Kabupaten Anambas. “Saat ini Perusda Anambas belum ada. Jadi yang mengelola pihak Disperidag­kop bekerjasama dengan Kecamatan Siantan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Usman juga membantah adanya pemilik kios yang membeli lebih dari satu unit. “Mungkin maksudnya, bukan satu pedagang punya kios dua atau tiga di lokasi yang sama. Tapi dia punya kios lebih dari satu di tempat berbeda. Kalaupun demikian, kemungkinan si pedagang itu memiliki anak yang sudah menikah dan tidak satu kartu keluarga sehingga bisa membeli atau menyewa kios di tempat yang sama,” terangnya.

Sementara saat ditanya mengenai kewenangan Perusda Natuna yang masih mengelola pasar tradisional Siantan Lama, Usman mengalak untuk menjawabnya.

Di tempat terpisah Camat Siantan, Ardan A.Ma mengaku sangat menyesalkan kinerja Disperidagkop yang sampai saat ini belum memberikan fasilitas listrik dan air untuk pedagang kios. “Sudah tentu para pedagang banyak yang tidak memulai usahanya.Kan jaringan listrik dan airnya saja belum ada. Bagaimana mungkin mereka bisa berdagang kalau dalam keadaan gelap.

Tadi saya sempat mensurvei tempat itu. Dan bertanya kepada beberapa orang pedagang yang sudah memulai dagangannya dengan menggunakan aliran listrik dari rumah warga, mereka banyak yang kecewa karena hasil penjualan mereka sangatlah minim, bahkan sehari itu dagangan mereka belum tentu ada yang terjual.Itu lagi-lagi dialaskan karena tidak adanya promosi dari pihak pengelola,” tegas Ardan.

Usman juga berjanji, Oktober mendatang pasar tersebut dipastikan akan diresmikan oleh pihak Disperidagkop Kabupaten Anambas. “Insya Allah bulan depan sudah bisa diresmikan. Dan kita akan membantu pembenahan kios yang rusak tersebut padahal belum terpakai,” ujarnya sembari menjelaskan pengelolaan pasar tradisional berkelas modern itu nantinya akan diserahkan pihak Disperindagkop kepada pihak Kecamatan Siantan. @devi-leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59541)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51404)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (42929)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14887)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14168)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13994)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13732)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13185)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10949)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9167)
Bedah JayaposPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPangkep, Jaya Pos Pekerjaan Jalan Singkai terkesan amburadul alias asal-asalan. Pekerjaan yang menggunakan ...


Pungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan RawamangDiduga Zonasi Kearipan Lokal Garut Labrak Permendikbud No 14 Tahun 2018Proses NUPTK Diwarnai PungliEmbung Pembawa MautProyek Jalan Siduk Ketapang Rp 42 Miliar Diduga Menyimpang
Laporan KhususPemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Karawang, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus ...


Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di ManadoWabup Mojokerto Berangkatkan Jalan Santai Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019Sekda : SOPD Gumas Diharapkan Capai Target APBD 2019Ratusan Peserta ICGE dari Berbagai Negara Hadir di Kota Padang PanjangWakil Ketua I DPRD Imbau OPD Terkait Ikuti Pembahasan KUA dan PPAS TA 2020