Senin, 24 September 2012 - 07:15:26 WIB
Pasar Tradisional Siantan, Belum Diresmikan, 70% Kios RusakKategori: Kepri - Dibaca: 354 kali

Baca Juga:Kakan Distrik Navigasi Makassar DipolisikanPembangunan Dermaga Pelabuhan Paotere Sarat KongkalikongOknum Perawat RSUD Gambiran Kediri Diduga Potong Kaki PasienWalikota Dada Kembali Diuji Pembangunan Hotel De 'Java Diduga Bermasalah

Anambas, Jaya Pos

Awalnya, masyarakat Anambas sangat antusias dengan dibangunnya pasar tradisional yang ada di wilayah Kecamatan Siantan, Desa Tarempa Barat.

Pasalnya, pasar tradisional bekelas modern ini sengaja dibangun dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi masyarakat Anambas saat berbelanja. Tak pelak, 76 kios yang sudah terbangun itu pun sudah dimiliki calon pedagang.

Namun sayang, sudah lebih satu tahun kios ini terbangun, Disperindag Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai pengelola pasar sementara tak juga meresmikan pasar tersebut. Bahkan, sampai saat ini pedagang yang aktif berjualan di kios tersebut hanya 20 persen, itu pun tanpa mendapatkan fasilitas listrik dan air.

Sekretaris Dinas Perindagkop Kabupaten Kepulauan Anambas, Usman kepada Jaya Pos mengatakan, saat ini Disperindagkop sedang mengupayakan fasilitas listrik dan air bagi para pedagang pasar.

“Kami memang sedang mengupayakan fasilitas tersebut. Dan kebetulan Pak Kepala Dinas juga sedang ke Jakarta. Meski begitu, saya mengambil alih kebijakan tersebut namun tidak terlepas atas persetujuan dari bapak. Insya Allah, fasilitas itu sudah bisa terealisasi akhir bulan ini,” ujar Usman.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pengelolaan pasar tradisional Siantan masih dipegang oleh Disperindagkop sampai terbentuknya Perusahaan Daerah Kabupaten Anambas. “Saat ini Perusda Anambas belum ada. Jadi yang mengelola pihak Disperidag­kop bekerjasama dengan Kecamatan Siantan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Usman juga membantah adanya pemilik kios yang membeli lebih dari satu unit. “Mungkin maksudnya, bukan satu pedagang punya kios dua atau tiga di lokasi yang sama. Tapi dia punya kios lebih dari satu di tempat berbeda. Kalaupun demikian, kemungkinan si pedagang itu memiliki anak yang sudah menikah dan tidak satu kartu keluarga sehingga bisa membeli atau menyewa kios di tempat yang sama,” terangnya.

Sementara saat ditanya mengenai kewenangan Perusda Natuna yang masih mengelola pasar tradisional Siantan Lama, Usman mengalak untuk menjawabnya.

Di tempat terpisah Camat Siantan, Ardan A.Ma mengaku sangat menyesalkan kinerja Disperidagkop yang sampai saat ini belum memberikan fasilitas listrik dan air untuk pedagang kios. “Sudah tentu para pedagang banyak yang tidak memulai usahanya.Kan jaringan listrik dan airnya saja belum ada. Bagaimana mungkin mereka bisa berdagang kalau dalam keadaan gelap.

Tadi saya sempat mensurvei tempat itu. Dan bertanya kepada beberapa orang pedagang yang sudah memulai dagangannya dengan menggunakan aliran listrik dari rumah warga, mereka banyak yang kecewa karena hasil penjualan mereka sangatlah minim, bahkan sehari itu dagangan mereka belum tentu ada yang terjual.Itu lagi-lagi dialaskan karena tidak adanya promosi dari pihak pengelola,” tegas Ardan.

Usman juga berjanji, Oktober mendatang pasar tersebut dipastikan akan diresmikan oleh pihak Disperidagkop Kabupaten Anambas. “Insya Allah bulan depan sudah bisa diresmikan. Dan kita akan membantu pembenahan kios yang rusak tersebut padahal belum terpakai,” ujarnya sembari menjelaskan pengelolaan pasar tradisional berkelas modern itu nantinya akan diserahkan pihak Disperindagkop kepada pihak Kecamatan Siantan. @devi-leep


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59700)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13851)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12415)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9331)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik