Selasa, 25 September 2012 - 07:09:53 WIB
Kapolda Riau Diminta Usut Pencuri Barang BuktiKategori: Riau - Dibaca: 322 kali

Baca Juga:PT Pertamina Akan Gelar Diklat Bagi Guru NatunaPT AMT Kebal Hukum, Diminta Obyektif dan Selektif Penuhi Janji dan KewajibanDireskrimsus Polda Riau Usut Terus Damkar Tempuling Pasar Tradisional Siantan, Belum Diresmikan, 70% Kios Rusak

Pekanbaru, Jaya Pos

Kapolda Riau Brigjen Pol. Suedi Husen, beserta jajaranya diminta segera mengusut tuntas pelaku pengrusakan dan pencurian barang bukti dalam kasus laka lantas yang terjadi di wilayah Polres Kampar, agar membuat terang kasus itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Elpreth, SH, Ketua Kantor Bantuan Hukum Cahaya Keadilan, kepada Jaya Pos. Menurut Elpreth, hilangnya sebagian barang bukti tersebut saat barang itu berada di dalam pengawasan Polres Kampar. Dimana kasus bini berawal setelah terjadi kecelakaan pada 30 Agustus 2012 antara mobil Avanza BM1896 JL dengan mobil Daihatsu Grand Max BM 1165 FV, di Jalan Umum Pekanbaru - Sumbar Km. 75/76, tepatnya di depan rumah makan “DENSIKO” Desa Merangin, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar.

Lalu mobil Avansa tersebut ditarik ke Pos Polisi Rantau Berangin. Dimana mobil itu sudah rusak pada bagian bemper depan, lampu, badan mobil sebelah kanan tergores/ rusak, kapak-kapak mobil rusak, tetapi box persneling masih utuh (masih ada dalam posisinya).

Kemudian, lanjut Elpreth, kliennya bersama John Kennedy mendatangi Satlantas Polres Kampar menemui Brigadir Jhoni Saputra dan Briptu Joko Susilo untuk mengajukan permohonan pinjam pakai mobil. Tetapi kliennya disuruh menyediakan dana Rp 1 juta. “Usai nego, permohonan pinjam pakai tidak diterima oleh Kasat tanpa diberitahu alasan penolakannya,” kata Elpreth.

Mendengar itu, kliennya bertanya kepada Aiptu Nurzaman tentang permohonan pinjam pakai yang telah diajukan namun ditolak, lalu dijawab, dapat diproses dengan penambahan dana Rp 500 ribu.

“Sehingga keseluruhan uang yang diminta menjadi sebesar Rp 1,5 juta, yang diserahkan kepada Aiptu Nurzaman.Tetapi kemudian uang itu dikembalikan ke klien saya sambil mengatakan bahwa mobil tidak dapat dipinjam pakai tanpa memberikan alasan yang jelas. Sehingga membuat klien saya kecewa dan merasa dipermainkan,” tuturnya.

Pada tanggal 5 September 2012, kliennya menemui Aiptu Nurzaman di Satlantas Polres Kampar minta izin memasang onderdil mobil yang rusak seperti kapak-kapak mobil, juga tak diizinkan. “Anehnya, pada hari yang sama, klien saya mengecek mobil tersebut sudah ada perubahan.

Dimana box persneling tidak ada lagi alias hilang. Lucunya lagi, Aiptu Nurzaman, Brigadir Jhoni Saputra dan Briptu Joko Susilo tida dapat mmberikan jawaban yang patut, bahkan menantang klen saya. Bapak boleh ribut disini tapi jangan ribut di dalam kantor. Begitu ucapan Brigadir Jhoni Saputra. Bahkan box persneling itu, katnya, hilang di tempat kejadian perkara,” paparnya.

Namun berdasarkan fakta-fakta di lapangan, tambahnya, apa yang dikatakan anggota polisi itu sangat bertentangan. Hasil wawancaranya, tidak ada yang membongkar alat-alat mobil di TKP. Mulai dari kejadian sampai mobil ditarik polisi, masyarakat masih ramai di TKP dan mobil tersebut tetap dilakukan penjagaan sampai dengan dilakukan penarikan ke Pos Polisi Rantau Berangin.

Dengan berbagai kejanggalan-kejanggalan itu, pihaknya sudah meaporkan hal itu ke Kapolda Riau dan Propam Polda Riau. “Kita berharap Kapolda beserta jajarannya segera mengungkap dalang atau aktor dibalik kejadian ini.Sebab, kejadian seperti ini sudah sangat memalukan dan mencoreng nama baik institusi kepolisian. Jika hasil pemeriksaan Propam nanti ada oknum polisi yang bermain di sini, maka oknum itu akan diancam dengan pasal 362 dan atau pasal 374 KUHP,” ujarnya. Tam/Tun


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59556)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51413)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43429)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14903)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14179)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14004)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13741)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13201)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11022)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9180)
Bedah JayaposGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaRiau, Jaiya Pos Terkait tuduhan dan fitnah yang tersebar di berbagai media yang menyebutkan bahwa Mindo ...


Ketua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan Rawamang
Laporan KhususBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Kayuagung, Jaya Pos Posisi stategis Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, yang ...


Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di Manado