Rabu, 26 September 2012 - 07:01:38 WIB
Pembangunan Puskesmas Galsel Ditolak Warga, Kades Bontokasi Angkat BicaraKategori: Jawa Timur - Dibaca: 192 kali

Baca Juga:Jalur Pariwisata Tanjungbalai Port Klang Kian DiminatiKasus Judi Terkatung, Diduga Kajari Simalungun Terima SuapOknum Penyidik Polres Trenggalek Diduga Rekayasa BAPKapolda Riau Diminta Usut Pencuri Barang Bukti

Takalar, Jaya Pos

Gedung Puskesmas yang akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Takalar di Dusun Pattinggaloang Desa Bontokasi Kecamatan Galesong Selatan tahun 2012 menuai protes keras dari warga masyarakat.

Alasan penolakan terhadap pembangunan sarana kesehatan tersebut karena lokasi pembangunannya berada diatas lahan yang saat ini menjadi pasar tempat aktivitas masyarakat dalam mencari nafkah.

Atas penolakan warga masyarakat terhadap pembangunan Puskesmas ini, Kepala Desa (Kades) Bontokasi, Tamzir Gading angkat bicara. Menurutnya, jika pada tahun 1958 pembangunan pasar yang saat ini menjadi tempat mencari nafkah warga terjadi pada lahan yang telah ditukar guling oleh pemerintah desa, dengan tanah bengkok milik desa, dan oleh kepala desa saat itu bersama keluarganya menyetujui pembangunan pasar, yang mana pada lahan yang ditukar guling tersebut  didalamnya terdapat dua keluarga yang bermukim. Kemudian pada tahun 1983, pemerintah kembali melakukan pembangunan perluasan pasar dan melakukan proses ganti rugi terhadap lahan milik warga yang terkena dampak dari perluasan pembangunan Pasar Pattinggaloang. “Sehingga dari data-data yang dimiliki oleh pemerintah saat ini, maka objek lahan pasar tersebut merupakan milik pemerintah,” ucap Kades Tamzir Gading, saat dimintai komentarnya.

Lebih lanjut menurut Tamzir, sebagai daerah yang baru dimekarkan, dan Desa Bontokasi menjadi ibukota kecamatan, maka pembangunan sarana dan prasarana serta perbaikan infrastruktur menjadi tanggung jawab pemerintah, dan hal itu harus segera dilaksanakan, serta didukung oleh masyarakat.

Karena apa yang dilakukan oleh pemerintah di wilayah Galesong Selatan (Galsel) berupa pembangunan puskesmas yang berada di atas lahan Pasar Panttinggaloang, menurutnya, adalah hal yang patut didukung, sebab lahan yang digunakan sangat strategis. “Jika Puskesmas tersebut dibangun maka pasar yang ada saat ini akan dipindahkan dengan mencari lokasi lahan yang baru, kemudian pasar tersebut dibangun kembali untuk tempat aktivitas jual beli dan perputaran perekonomian warga yang ada di Galsel,” ujarnya.

Jika ada protes dan penolakan dari warga terhadap pembangunan puskesmas yang saat ini sedang berjalan, lanjutnya, itu hal wajar di era keterbukaan saat ini. “Walaupun banyak sorotan yang dilontarkan warga serta mengarah kepada saya dan keluarga, namun semua itu tidaklah benar, sebab tudingan jika salah satu objek lahan yang berdekatan dengan puskesmas yang dibangun telah disertifikatkan oleh keluarga saya, tidaklah benar adanya, apalagi jika mengatakan kalau ada lahan yang telah dikavling kavling oleh keluarga saya. Selama dua periode menjadi kades, telah banyak yang saya perbuat untuk masyarakat Bontokasi terutama dalam hal pembangunan sehingga terjadi pemerataan,dan desa yang saya pimpin tidak tertinggal dengan desa lain,” ungkapnya.UA/JK


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59089)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50946)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13814)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13718)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13398)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13352)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8737)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8257)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani