Rabu, 26 September 2012 - 07:01:38 WIB
Pembangunan Puskesmas Galsel Ditolak Warga, Kades Bontokasi Angkat BicaraKategori: Jawa Timur - Dibaca: 304 kali

Baca Juga:Jalur Pariwisata Tanjungbalai Port Klang Kian DiminatiKasus Judi Terkatung, Diduga Kajari Simalungun Terima SuapOknum Penyidik Polres Trenggalek Diduga Rekayasa BAPKapolda Riau Diminta Usut Pencuri Barang Bukti

Takalar, Jaya Pos

Gedung Puskesmas yang akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Takalar di Dusun Pattinggaloang Desa Bontokasi Kecamatan Galesong Selatan tahun 2012 menuai protes keras dari warga masyarakat.

Alasan penolakan terhadap pembangunan sarana kesehatan tersebut karena lokasi pembangunannya berada diatas lahan yang saat ini menjadi pasar tempat aktivitas masyarakat dalam mencari nafkah.

Atas penolakan warga masyarakat terhadap pembangunan Puskesmas ini, Kepala Desa (Kades) Bontokasi, Tamzir Gading angkat bicara. Menurutnya, jika pada tahun 1958 pembangunan pasar yang saat ini menjadi tempat mencari nafkah warga terjadi pada lahan yang telah ditukar guling oleh pemerintah desa, dengan tanah bengkok milik desa, dan oleh kepala desa saat itu bersama keluarganya menyetujui pembangunan pasar, yang mana pada lahan yang ditukar guling tersebut  didalamnya terdapat dua keluarga yang bermukim. Kemudian pada tahun 1983, pemerintah kembali melakukan pembangunan perluasan pasar dan melakukan proses ganti rugi terhadap lahan milik warga yang terkena dampak dari perluasan pembangunan Pasar Pattinggaloang. “Sehingga dari data-data yang dimiliki oleh pemerintah saat ini, maka objek lahan pasar tersebut merupakan milik pemerintah,” ucap Kades Tamzir Gading, saat dimintai komentarnya.

Lebih lanjut menurut Tamzir, sebagai daerah yang baru dimekarkan, dan Desa Bontokasi menjadi ibukota kecamatan, maka pembangunan sarana dan prasarana serta perbaikan infrastruktur menjadi tanggung jawab pemerintah, dan hal itu harus segera dilaksanakan, serta didukung oleh masyarakat.

Karena apa yang dilakukan oleh pemerintah di wilayah Galesong Selatan (Galsel) berupa pembangunan puskesmas yang berada di atas lahan Pasar Panttinggaloang, menurutnya, adalah hal yang patut didukung, sebab lahan yang digunakan sangat strategis. “Jika Puskesmas tersebut dibangun maka pasar yang ada saat ini akan dipindahkan dengan mencari lokasi lahan yang baru, kemudian pasar tersebut dibangun kembali untuk tempat aktivitas jual beli dan perputaran perekonomian warga yang ada di Galsel,” ujarnya.

Jika ada protes dan penolakan dari warga terhadap pembangunan puskesmas yang saat ini sedang berjalan, lanjutnya, itu hal wajar di era keterbukaan saat ini. “Walaupun banyak sorotan yang dilontarkan warga serta mengarah kepada saya dan keluarga, namun semua itu tidaklah benar, sebab tudingan jika salah satu objek lahan yang berdekatan dengan puskesmas yang dibangun telah disertifikatkan oleh keluarga saya, tidaklah benar adanya, apalagi jika mengatakan kalau ada lahan yang telah dikavling kavling oleh keluarga saya. Selama dua periode menjadi kades, telah banyak yang saya perbuat untuk masyarakat Bontokasi terutama dalam hal pembangunan sehingga terjadi pemerataan,dan desa yang saya pimpin tidak tertinggal dengan desa lain,” ungkapnya.UA/JK


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59645)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51490)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49331)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14073)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13804)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11848)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9273)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres