Rabu, 26 September 2012 - 12:22:22 WIB
Oknum Adpel Samsat Bojonegoro Diduga Legalkan Pungli dan PercaloanKategori: Jawa Timur - Dibaca: 453 kali

Baca Juga:Pembangunan Puskesmas Galsel Ditolak Warga, Kades Bontokasi Angkat BicaraJalur Pariwisata Tanjungbalai Port Klang Kian DiminatiKasus Judi Terkatung, Diduga Kajari Simalungun Terima SuapOknum Penyidik Polres Trenggalek Diduga Rekayasa BAP

Bojonegoro, Jaya Pos

Praktek terselubung calo, joki, dan pungli belakangan ini masih marak terjadi di pelayanan Samsat Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Disinyalir kuat, ini masih melibatkan oknum pegawai dinas pendapatan yang diduga mendapat mandat dari oknum kepala administrator pelayanan (Adpel) yang baru menjabat satu bulan ini, Darsono, SH.

Beberapa warga Bojonegoro dan sekitarnya, selama ini tidak menyadari praktek calo, pungli yang dilakukan oknum, namun beberapa kalangan juga menyayangkan akan hal tersebut. Beberapa warga Bojonegoro yang diwawancarai tim investigasi Jaya Pos, yang sedang mengantri di pelayanan Samsat Bojonegoro. “Jujur, kami sangat risih dengan beberapa calo atau biro jasa di sekitar areal dalam Samsat mas. Masak, begitu kami turun dari kendaraan langsung dihadang dan ditawari beberapa kelebihan dibanding harus antri di dalam. Rata-rata mereka menjanjikan bisa memperpanjang surat tanpa bawa BPKB, KTP, dan harga bisa nego. Masak harga di calo dan biro jasa legal, kayak harga sembako saja bisa ditawar,” kata T, warga Kapas Bojonegoro dengan nada kesal.

Sementara beberapa spanduk terpampang dengan jelas di depan kantor bersama Samsat Bojonegoro oleh Polres Bojonegoro, yang intinya menyebut “pelayanan dengan hindari calo, dan mengutamakan pelayanan”. Namun, itu tidak membuat jera para oknum maupun calo.

Beberapa calo, joki, biro jasa nakal yang melakukan operasi di sekitar Samsat Bojonegoro bercerita kepada Jaya Pos. “Ya, kami hanya memberikan jasa kepada warga daripada harus antri di loket dalam. Memang kami bisa melakukan perpanjangan pajak kendaraan tanpa harus pakai KTP, BPKB dengan syarat ada uang lebih. Kami biasanya menarik ongkos antara Rp 50-100 ribu, jika tidak ada KTP atau BPKB,” kata D, salah satu calo Samsat Bojonegoro.

Dirinya juga mengaku berani memberikan garansi 10 menit, surat pajak tahunan langsung jadi, karena ada kedekatan dengan oknum Ka Adpel Samsat Bojonegoro. “KA Adpel yang ini mas agak ada hubungan sanak famili dengan saya.

Jadi, kami sangat mudah bekerja sebagai calo disini,” imbuhnya dengan nada angkuh.
Disinyalir, praktek nakal para joki, calo ini juga melibatkan oknum dinas pendapatan daerah, dan terjadi semenjak dijabat Darsono,SH, dengan dugaan bagi hasil antara orang dalam dinas pendapatan dengan para calo di samsat sendiri.

“Yang jelas, kita juga setor sebagian uang kerja kita kepada oknum dinas pendapatan. Sebagian buat kita sendiri mas,” tutur DK, salah satu calo di Samsat Bojonegoro ini. Saat hal ini dikonfirmasi kepada KA Adpel Darsono, SH, malah akan memberikan uang ke wartawan harian Jaya Pos, namun ditolak. ady


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59089)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13815)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13718)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13353)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8257)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani