Senin, 11 Februari 2019 - 06:31:26 WIB
Drainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 127 kali

Baca Juga:Oknum Adpel Samsat Bojonegoro Diduga Legalkan Pungli dan PercaloanPembangunan Puskesmas Galsel Ditolak Warga, Kades Bontokasi Angkat BicaraJalur Pariwisata Tanjungbalai Port Klang Kian DiminatiKasus Judi Terkatung, Diduga Kajari Simalungun Terima Suap

Penggunaan Dana Desa tahun 2018 di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu dinilai tidak efektif dan diduga menyimpang dari Rancanga Anggaran Belanja (RAB).

Pekanbaru, Jaya Pos

Bangunan drainase di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, yang bersumber dari APBN melalui program Pre­siden RI Jokowi dalam bentuk Dana Desa (DD), rusak diduga karena pembangunannya asal jadi.

Sebagaimana diketahui, program Dana Desa merupakan program untuk pembangunan desa tertinggal dan transmigrasi yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat pedesaan.

Dari hasil investigasi Jaya Pos di lapangan, penggunaan Dana Desa tahun 2018 di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu dinilai tidak efektif dan diduga menyimpang dari Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Bangunan drainase yang berlokasi di RT 01 RW 12 Desa Rimba Beringin, dengan volume 10 x 60 x 70 x 300 meter, dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga lantai kerja merata, hancur dan dindingnya sudah banyak yang retak.

Melihat kejadian ini, kantor Desa Rimba Beringin yang disambangi untuk konfirmasi dengan PJ Desa Rimba Beringin, namun yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat, sehingga hanya bertemu Sekdes Ratno beserta perangkat lainnya.

Ketika dikonfirmasi melalui ponsel, PJ Desa Rimba Beringin, Siam mengarahkan untuk konfirmasi dengan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), karena dia sedang di Pekanbaru.

Sementara itu, Sukiman B selaku Kaur Pembangunan yang ditanya mengaku tidak tahu dimana lokasi pembangunan proyek drainase dimaksud dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh awak media.

Tumino sebagai TPK menjelaskan bahwa besinya ada 7 batang yang panjang, sebelah kanan 3 batang, sebelah kiri 3 batang, dan di bawah 1 batang, dengan bentuk later U.

“Kalau tidak percaya, mari kita bongkar dan cek, kalau memang besinya hanya satu kami akan membongkarnya. Terkait masalah bangunan ada yang pecah dan retak, itu disebabkan pada waktu mengecor sedang musim hujan sehingga air mengalir terus. Kemungkinan pada waktu musim kemarau kita ngecor tidak terkikis,” kata Tumino.

Namun ketika diklarifikasi bahwa saat melakukan pekerjaan tepat di musim kemarau, Tumino tersenyum sambil berdalih mengatakan, “limbah dari rumah warga itu tumpuannya kesitu semua”. “Mau ngecor proyek drainase ini saja harus dibendung dulu, belum selesai ngecor sudah jebol. Mengalir lagi air itu dengan deras. Kalau untuk ketebalan dinding di RAB nya 10 cm, lantai kerja 3 sampai 5 cm, jika menurut RAB 5 cm,” Tomino berkilah.

Di tempat terpisah, Indra Nazarudin, Sekretaris LSM Perlahan Kabupaten Kampar, menduga apa yang disampaikan TPK Desa Rimba beringin adalah keterangan palsu.

“Karena pada waktu pengerjaan dia bilang musim hujan, namun ketika diklarifikasi bahwa saat pengerjaan sebenarnya musim kemarau, lalu TPK nya tidak membantahnya, itu jelas menandakan ketidakprofesionalan pejabat terkait,” katanya.

Untuk itu dirinya berharap kepada pemerintah maupun instansi terkait, agar melakukan audit ke lapangan. “Sebab baru beberapa bulan pengerjaannya sudah retak dan lantai proyeknya hancur,” Indra Nazarudin mengakhiri.(dh)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59297)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51159)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (26989)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14483)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13909)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13610)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13525)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12917)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9292)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8932)
Bedah JayaposDiduga Korupsi, Siswa Tuntut Kepsek SMAN 3 Tapung Segera DipecatPekanbaru, Jaya Pos Dalam aksi mogok belajar, siswa SMA N 3 Tapung meminta agar Aldela dipecat dari ...


Peserta Pemilu dan Tim Quick Count Kecewa, Pintu Sekretariat PPK Labuan DigembokDugaan Korupsi Anggaran Publikasi Humas Pemkab Bangka BaratDiduga Kurir Sabu Bergentayangan Di Daerah Sungai SembilanKorban Tsunami Alami Kerugian, Petinggi Balai TN Ujungkulon Terkesan Lakukan PembiaranKinerja BLP2A Kota Surabaya Layak Di Sorot Terkait Aset Kendaraan dan Kepemilikan BPKBGubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluDiduga DD Ganggaeng Tahun 2018 Tak Direalisasi, Kecamatan Picung Ambil Jurus
Laporan KhususPemkab Samosir Raih WTP Kali KeduaSamosir, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ...


Kalteng Qualiti Expo 2019: Pemkab Gumas Akan Promosi Tahura Lapak JaruBupati OKU Melaunching Angkutan Perkotaan Bus Rapid Transit Makna Nama Raja Uti Bagi Orang BatakPemkab Bina Ukhuwah Islamiyah Semangat Persatuan Menuju PALI Serasi NiaLurah Baru Menjadi Semangat Baru Bagi Kelurahan Pondok Cabe IlirSekda: Jabatan Pegawai Sesuai Kompetensi Lahirkan Pemerintahan Yang BaikPemkab Tangerang Peduli Pola Hidup Bersih Dan Sehat Di Pondok Pesantren