Senin, 11 Februari 2019 - 06:31:26 WIB
Drainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 62 kali

Baca Juga:Oknum Adpel Samsat Bojonegoro Diduga Legalkan Pungli dan PercaloanPembangunan Puskesmas Galsel Ditolak Warga, Kades Bontokasi Angkat BicaraJalur Pariwisata Tanjungbalai Port Klang Kian DiminatiKasus Judi Terkatung, Diduga Kajari Simalungun Terima Suap

Penggunaan Dana Desa tahun 2018 di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu dinilai tidak efektif dan diduga menyimpang dari Rancanga Anggaran Belanja (RAB).

Pekanbaru, Jaya Pos

Bangunan drainase di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, yang bersumber dari APBN melalui program Pre­siden RI Jokowi dalam bentuk Dana Desa (DD), rusak diduga karena pembangunannya asal jadi.

Sebagaimana diketahui, program Dana Desa merupakan program untuk pembangunan desa tertinggal dan transmigrasi yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat pedesaan.

Dari hasil investigasi Jaya Pos di lapangan, penggunaan Dana Desa tahun 2018 di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu dinilai tidak efektif dan diduga menyimpang dari Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Bangunan drainase yang berlokasi di RT 01 RW 12 Desa Rimba Beringin, dengan volume 10 x 60 x 70 x 300 meter, dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga lantai kerja merata, hancur dan dindingnya sudah banyak yang retak.

Melihat kejadian ini, kantor Desa Rimba Beringin yang disambangi untuk konfirmasi dengan PJ Desa Rimba Beringin, namun yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat, sehingga hanya bertemu Sekdes Ratno beserta perangkat lainnya.

Ketika dikonfirmasi melalui ponsel, PJ Desa Rimba Beringin, Siam mengarahkan untuk konfirmasi dengan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), karena dia sedang di Pekanbaru.

Sementara itu, Sukiman B selaku Kaur Pembangunan yang ditanya mengaku tidak tahu dimana lokasi pembangunan proyek drainase dimaksud dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh awak media.

Tumino sebagai TPK menjelaskan bahwa besinya ada 7 batang yang panjang, sebelah kanan 3 batang, sebelah kiri 3 batang, dan di bawah 1 batang, dengan bentuk later U.

“Kalau tidak percaya, mari kita bongkar dan cek, kalau memang besinya hanya satu kami akan membongkarnya. Terkait masalah bangunan ada yang pecah dan retak, itu disebabkan pada waktu mengecor sedang musim hujan sehingga air mengalir terus. Kemungkinan pada waktu musim kemarau kita ngecor tidak terkikis,” kata Tumino.

Namun ketika diklarifikasi bahwa saat melakukan pekerjaan tepat di musim kemarau, Tumino tersenyum sambil berdalih mengatakan, “limbah dari rumah warga itu tumpuannya kesitu semua”. “Mau ngecor proyek drainase ini saja harus dibendung dulu, belum selesai ngecor sudah jebol. Mengalir lagi air itu dengan deras. Kalau untuk ketebalan dinding di RAB nya 10 cm, lantai kerja 3 sampai 5 cm, jika menurut RAB 5 cm,” Tomino berkilah.

Di tempat terpisah, Indra Nazarudin, Sekretaris LSM Perlahan Kabupaten Kampar, menduga apa yang disampaikan TPK Desa Rimba beringin adalah keterangan palsu.

“Karena pada waktu pengerjaan dia bilang musim hujan, namun ketika diklarifikasi bahwa saat pengerjaan sebenarnya musim kemarau, lalu TPK nya tidak membantahnya, itu jelas menandakan ketidakprofesionalan pejabat terkait,” katanya.

Untuk itu dirinya berharap kepada pemerintah maupun instansi terkait, agar melakukan audit ke lapangan. “Sebab baru beberapa bulan pengerjaannya sudah retak dan lantai proyeknya hancur,” Indra Nazarudin mengakhiri.(dh)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59090)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13817)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13719)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13353)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8258)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani