Senin, 11 Februari 2019 - 06:45:37 WIB
KPU Asahan Sosialisasi Tolak Hoax Serang Penyelenggara Pemilu di Kampus UNAKategori: Pendidikan - Dibaca: 89 kali

Baca Juga:Oknum Adpel Samsat Bojonegoro Diduga Legalkan Pungli dan PercaloanPembangunan Puskesmas Galsel Ditolak Warga, Kades Bontokasi Angkat BicaraJalur Pariwisata Tanjungbalai Port Klang Kian DiminatiKasus Judi Terkatung, Diduga Kajari Simalungun Terima Suap

Kisaran Jaya Pos

Ketua KPU Kabupaten Asahan, Hidayat SP, mengatakan paling tidak ada empat hoax yang sudah dihembuskan untuk menyerang penyelenggara Pemilu khususnya KPU. Hal itu dikatakannya dalam acara Diskusi Publik Jelang Pemilu 2019 “Lawan Hoax dan Tolak Politisasi SARA” yang diselenggarakan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sumut di Kampus Universitas Asahan (UNA), Kamis (7/2/2019).

“Jadi Hoax ini memang sudah menyerang penyelenggara Pemilu,” tegas Hidayat dihadapan sekitar 250 mahasiswa dan aktifis ormas se-Kabupaten Asahan.

Menurut Hidayat, ada empat hoax yang sudah diarahkan oleh pihak-pihak yang punya kepentingan untuk menyerang KPU dan jajarannya. Pertama, terkait kotak suara yang diisukan terbuat dari kardus. Kedua, terkait surat suara tercoblos 7 kontainer. Ketiga, adanya informasi 14 juta orang gila yang masuk kedalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan yang keempat adanya sekitar 31 juta pemilih siluman.

Semua informasi hoax itu, dikatakan Hidayat sangat jauh dari fakta-fakta ke Pemiluan yang ada. Maka itu, Hidayat mengajak peserta diskusi publik bisa cerdas untuk melihat keadaan saat ini. Dikatakannya, KPU dan jajarannya sudah bekerja secara maksimal dalam mempersiapkan Pemilu. “Karena KPU Kabupaten/Kota merupakan perpanjangan tangan dari KPU RI, ada upaya untuk menangkal hoax terkait fakta-fakta ke Pemiluan yang benar. Jadi ini yang akan kami lakukan sampai ke jajaran paling bawah,” kata Hidayat lagi.

Sementara itu Wakil Rektor II Universitas Asahan (UNA), Drs Zulkifli Simatupang, M.Pd, mengatakan bahwa hoax itu memang dibuat dengan sengaja untuk menyerang pribadi atau kelompok tertentu.

Maka itu dia menegaskan sangat perlu dilakukan inisiatif melawan hoax, karena informasi menyesatkan seperti hoax melupakan subtansi bernegara. “Kondisi saat ini membuat kita lupa pada substansi bernegara. Bahwa substansi bernegara ini untuk mensejahterakan rakyat. Memberikan kemudahan bagi rakyat. Itu substansi bernegara,” kata Zulkifli Simatupang.

Zulkifli juga mengatakan bahwa tindakan melawan hoax bisa dimulai dari diri sendiri dengan banyak membaca dan memferivikasi informasi yang diterima. “Karena kelompok masyarakat yang rentan hoax adalah kelompok yang jarang mendapatkan informasi yang benar. Itu sebuah hal yang pasti,” tambah Zulkifli.

Kondisi saat ini menurut Zulkifli sudah sangat kritis karena virus hoax sangat mengganggu kerukunan di masyarakat. Maka itu, dia mengajak semua pihak yang punya kepentingan pada pemilu dan demokrasi untuk berpolitik secara santun. “Kita kehilangan subtansi berpolitik. Jangan selalu menyalahkan pemimpin saat ini. Ini sudah sangat kritis, karena memprihatinkan.”

Presidium JaDI Sumut, Benyamin Pinem, mengamini apa yang dikatakan Zulkifli. Menurutnya perlu upaya yang lebih keras untuk melawan hoax dan menolak politisasi SARA. JaDI Sumut dikatakan Benyamin mempunyai komitmen untuk ikut menciptakan iklim demokrasi yang damai. Sebagai komunitas mantan penyelenggara pemilu, Sumut dikatakan Benyamin menginginkan Pemilu 2019 berjalan damai dan lancar.

Diskusi Publik Jelang Pemilu 2019 yang dilaksanakan JaDI Sumut sudah dilakukan di tiga titik, yakni di Universitas Medan Area (UMA), Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut dan Universitas Asahan (UNA). Selanjutnya JaDI Sumut juga akan menggelar diskusi serupa pada Jumat (8/2) besok di Universitas Al Washliyah Labuhan Batu.

Dalam kegiatan diskusi publik ini, JaDI Sumut selalu melibatkan jajaran KPU dan Bawaslu sebagai narasumber. Selain itu, pelibatan akademisi juga menjadi point penting JaDI Sumut dalam melaksanakan diskusi yang bertujuan melawan hoax dan politisasi SARA ini.(KN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59543)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51404)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43002)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14887)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14168)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13994)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13733)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13187)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10959)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9168)
Bedah JayaposPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPangkep, Jaya Pos Pekerjaan Jalan Singkai terkesan amburadul alias asal-asalan. Pekerjaan yang menggunakan ...


Pungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan RawamangDiduga Zonasi Kearipan Lokal Garut Labrak Permendikbud No 14 Tahun 2018Proses NUPTK Diwarnai PungliEmbung Pembawa MautProyek Jalan Siduk Ketapang Rp 42 Miliar Diduga Menyimpang
Laporan KhususPemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Karawang, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus ...


Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di ManadoWabup Mojokerto Berangkatkan Jalan Santai Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019Sekda : SOPD Gumas Diharapkan Capai Target APBD 2019Ratusan Peserta ICGE dari Berbagai Negara Hadir di Kota Padang PanjangWakil Ketua I DPRD Imbau OPD Terkait Ikuti Pembahasan KUA dan PPAS TA 2020