Kamis, 27 September 2012 - 07:16:49 WIB
Oknum PDAM Tipu Pelanggan, Ribuan Orang Terancam Pemutusan MeteranKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 515 kali

Baca Juga:Endik Ingin Membangun Palembang Dengan Visi Anak MudaKejari Doloksanggul Diminta Usut Isu Korupsi Kakan TambenKPUD Kota Sukabumi Gelar LCC Sekolah Favorit Kurang ResponPDAM Tirta Sukapura Bantu Masyarakat Kekurangan Air

Tanjungbalai, Jaya Pos

Tiga oknum pegawai PDAM Tirtakualo diduga melakukan penipuan terhadap pelanggan, akibatnya ribuan orang terancam pemutusan distribusi air bersih. Demi untuk penertipan yang mana ilegal supaya jangan disengsarakan pelanggan dan tidak adalagi yang ilegal nantinya.

“Saya merasa ditipu, padahal uang pemasangan meteran air sudah saya bayar sebesar Rp1.993.000, kepada pegawai PDAM bernama Asnan. Tapi kenyataannya hari ini air kami diputus,” kata Asnah br Situmorang, saat Tim Terpadu Pemutusan Sambungan Air Pelanggan PDAM Tirta Kualo, memutus distribusi air ke rumah.

Selain Asnah yang tinggal di Lingk. VI, Kel. Sumbersari, Kec. Seitualang Raso, ada tiga warga lainnya di tempat berbeda sambungan airnya diputus oleh petugas.

Diantaranya, Nurhayati, penduduk jalan AMD, Gg Sepakat, Lingk. II, Kel. Pahang, Kec. Datukbandar.
Kemudian Asmalinda, warga jalan M Abbas, Kel. Pantaiburung, Kec. Tanjungbalai Selatan, dan Super Deni, bermukim di jalan Sukadamai, Kel. Pahang, Kec. Datukbandar, Kota Tanjungbalai.

Mereka mengaku ada tiga orang yang mengaku pegawai PDAM Tirtakualo bisa menyambungkan air bersih ke rumah. Ketiga orang PDAM itu bernama Mukmin, Amiruddin, serta Asnan, dan warga rata-rata telah menyetor uang sebesar Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000 uang kepada mereka.

“Memang kami hanya membayar biaya pemasangan saja, biaya bulanan selama ini gratis. Sering kami minta berapa tagihan ke As, tetapi dia mengatakan rekeningnya belum siap,” tutur Asnah. Untuk itu, mereka mengaku merasa dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab itu.

ementara, Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Kualo, Kota Tanjungbalai, Abdi Nusa yang turun langsung memutus sambungan mengatakan pihaknya sengaja melakukan pemutusan air bersih terhadap empat rumah karena pemasangannya dinilai ilegal. Sebab, selama ini biaya pemasangan dan tagihan bulanan tidak pernah disetor kas Pemko Tanjungbalai.

“Memang tiga orang yang diakui warga itu yang bernama Mukmin, Amiruddin, dan Asnan Pegawai PDAM Tirta Kualo. Tapi selama ini mereka tidak pernah menyerahkan uang tagihan, sementara air tetap mengalir ke rumah warga, jadinya kita putus sementara,” terang Abdi Nusa yang juga asisten III Pemko Tanjungbalai.

Sementara Ketua Tim Pemutusan, HM Kosasih, mengatakan saat ini pihaknya mendata sekitar 254 rumah terpasang meteran air ilegal (pemasangan gelap) di tiga kecamatan. Diperkirakan, lebih dari seribu rumah lainnya diduga melakukan hal yang sama di enam kecamatan se Kota Tanjungbalai.

“Kita masih berikan waktu beberapa hari ini untuk mengurusnya kepada pegawai PDAM yang bersangkutan, jika tidak, maka akan dilakukan eksekusi pemutusan berikutnya. Hari ini masih empat rumah saja,” terang Kosasih. Menurutnya, biaya pemasangan meteran air hanya Rp1.010.000.

Sementara, Direktur PDAM Tirta Kualo, Zaharuddin mengaku selama ini tidak mengetahui sepak terjang ketiga anggotanya. Dikatakan, jika terbukti mereka bersalah, maka akan diberikan sanksi berupa peringatan hingga pemecatan.

Pantauan Jaya Pos , tim terdiri dari tiga mobil dikawal sejumlah personel Sat Pol PP dikomandoi Syahlan Lubis, satu persatu memutus sambungan air bersih ke rumah warga. Mereka yang diputus umumnya protes dan komplain karena merasa menjadi korban penipuan oknum PDAM Tirta Kualo. KN


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59565)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51425)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43939)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14910)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14184)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14013)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13751)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13212)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11106)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9192)
Bedah JayaposPengelolaan Dana Pokir Desa Bojongkeding Diduga Sarat KKNSubang, Jaya Pos Kultur perilaku korup birokrasi di negeri ini kian hari semakin kompleks dan parah. Korupsi ...


Kantor Terbengkalai Rapat Malah Digelar di Rumah KadesAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan Amburadul
Laporan KhususZAF International Semakin Diminati MasyarakatDepok, Jaya Pos ZAF International merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dengan pengembangan Sumber ...


Pembangunan Tanggul Banjir Blok Pulo Direspon Positif MasyarakatApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019