Kamis, 27 September 2012 - 07:41:28 WIB
Pengeboran Tahap Awal Supreme Energi Panas Bumi Undang Pemda Makan BersamaKategori: Sumatera Barat - Dibaca: 421 kali

Baca Juga:Tolitoli Dapat Bantuan Prona 2.000 SertifikatPerbaikan Jalan Gedebage Antisipasi Banjir ?PDAM Labuan Diduga Berikan Bantuan Air Bersih Tak Layak KonsumsiPolres Kerahkan Polsek Perketat Operasi

Solok Selatan, Jaya Pos

Supreme Energy Muaralaboh, suatu perusahaan besar di Indonesia, sah menginjakkan kakinya di bumi Solok Selatan, areal lahan Pekonina Pauoh Duo Sungai Pagu Muaralabuh Solok Selatan, dengan cara mengundang Pemkab Solok Selatan beserta jajaran dan SKPDnya serta dinas terkait seperti Dinas Pertambangan Ir. Yulian Epi. Juga mengundang jajaran Kepolisian Polres dan Polsek di Solok Selatan.

Supreme Energy akan mengolah geotermal panas bumi yang berkapasitas 220 MW, direncanakan menerangi 3 Provinsi Sumbar, Riau dan Jambi, khususnya Sumatra Barat diperkirakan akan normal. Dimana listrik konsumen yang sering mati, mungkin tidak akan terjadi lagi dengan adanya pembangkit uap berkapasitas tinggi di daerah Pekonina Solok Selatan ini.

Menurut Presiden Direktur Supreme Energy Muaralaboh, Supramo Santoso, dalam mengelola panas bumi di Indonesia, perusahaannya rata-rata berhasil 50%. Hambatan utama, lanjutnya adalah cuaca dan hujan yang berkepanjangan. Sementara sistem pengerjaan dilakukan secara professional. Secara teknis, satu sumur mencapai satu setengah bulan menelan biaya 600-700 US Dolar. Setelah dilakukan pengembangan eksplorasi, baru melakukan pembangunan atau membangun hal-hal yang dianggap penting.

Dikatakan Supramo Santoso, tahap awal, perusahaan melakukan sistem otsourcing. Pertama, kontaktor pengerjaan pengeboran adalah PT. Apexindo, infrastruktur PT. PP, sub kontrak angkutan peralatan-peralatan canggih, mesin-mesin yang dikerahkan serta pipa-pipa yang membawa baik dari Jakarta maupun provinsi ke Solok Selatan di tenggarai oleh PT. Ces dan lain-lain.

Kemudian, paparnya, akan menyerap tenaga sekitar 2000an. Ini jelas membuka peluang pekerjaan atau mengurangi pengangguran di Solok Selatan. Sekarang saja, 99% warga dan pribumi dilibatkan, baik tenaga sekuriti maupun tenaga angkutan transportasi, seperti pengemudi dan para pengusaha daerah menyewakan mobilnya.

Daerah yang dinilai mengandung panas bumi seperti Kecamatan Sungai Pagu Lamo yang dikenal dengan Alam Surambi Sungai Pagu yaitu sebuah kerajaan yang tatanan adatnya kental dengan adat Basandi Sarak. Sarak Basan di Kitabullah memilki kerajaan otonomi dari Minangkabau yang dikenal Daulat Yang Dipertuan Baginda Sultan Besar pimpinan raja dari keempat raja suku yang ada di Alam Surambi Sungai Pagu pimpinan raja yang berempat, Raja Alam wilayah adat kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu.

Penduduk pusat kerajaan Alam Surambi yang bertempat di Pasir Talang, dikarenakan sosialisasi perusahaan dinilai kurang menyentuh, yang akhirnya merasa dilecehkan pengelola Supreme Energy maupun Pemda setempat karena raja-raja yang berempat pimpinan Daulat Baginda Sultan Besar yakni Tuanku Rajo Disambah suku Melayu, Tuanku Rajo Bagindo suku Kampai, Tuanku Rajo Malenggang suku Tigolareh Bakapanjangan, dan keempat Tuanku Rajo Batuah suku Panai, jajarannya tidaklah merasa puas dan maksimal sosialisasi perusahaan.

Oleh karena itu, para tokoh-tokoh besar Sungai Pagu Lamo mengaku kepada Jaya Pos belum puas atas sosialisasi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut kepada warga setempat. Tokoh dan masyarakat pun meminta kepada Bupati Pemkab Solok Selatan H. Muzni Zakaria Meng. Dt. Inyiak Rangkayo Besar menyadari dan memenuhi keinginan masyarakat umum.Endri


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66669)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60962)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18440)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16291)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15555)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15270)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14961)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14722)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10937)
Bedah JayaposDiduga Gunakan Dana Desa FiktifMaros, Jaya Pos Wakil Ketua DPD Garda Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, Iswadhy Arifin mengatakan ada ...


Diduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa Sabu
Laporan KhususDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiTangerang, Jaya Pos Bergulir semangat reformasi dan demokrasi serta menyikapi segala permasalahan yang ada, ...


Ormas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan Maros