Kamis, 27 September 2012 - 07:45:33 WIB
Pekerjaan Rumah Menanti Joko WiKategori: Depok - Dibaca: 376 kali

Baca Juga:Bupati Panen Perdana Padi Penangkar Masa Tanam Tahun 2012Pengeboran Tahap Awal Supreme Energi Panas Bumi Undang Pemda Makan BersamaTolitoli Dapat Bantuan Prona 2.000 SertifikatPerbaikan Jalan Gedebage Antisipasi Banjir ?

Depok, Jaya Pos

Menurut Sosiolog Perkotaan Universitas Indonesia (UI), Gumilar Rusliwa Somantri, pasangan Joko Widodo dan Ahok yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur DKI Jakarta memiliki pekerjaan rumah yang sampai saat ini belum terselesaikan secara baik. Misalnyas saja, banjir, macet, dan persoalan lainnya. “Masyarakat berharap persoalan bajir dan macet segera diselesaikan. “Saya tantang gubernur terpilih untuk memiliki sensitifitas dalam mengakomodir harapan masyarakat ibukota itu. Wujudkan ekspektasi tersebut dalam kerja nyata,” katanya, baru-baru ini.

Gumilar mencatat banyak hal yang menjadi keluhan masyarakat perkotaan, yakni:  kemacetan, infrastruktur, transportasi massal, dan leadership. Soal kemacetan, kata dia, seolah pemerintah DKI belum berkoordinasi secara baik dengan pemerintah kota. Sehingga segala keputusan yang diambil pusat selalu terkendala di tingkat teknis.

Pembangunan transportasi massal, ungkap Gumilar, masih menjadi harapan tertinggi dari masyarakat ibukota dan pinggiran. Seorang gubernur dan wakil gubernur harus mampu mencari dana lewat konsorsium. “Bila permasahan itu bisa diselesaikan dengan tempo cepat, maka kita dapat melihat leadership para calon gubernur. Kepemimpinan juga menjadi salah satu keluhan yang harus disikapi gubernur,” kata dia.

Belum lagi, kata dia, masalah kemiskinan dan tata ruang. Banyak fakta menunjukkan kalau kemiskinan masih menjadi bagian dari Jakarta. Banyak tanah kosong milik swasta didirikan rumah-rumah pendatang musiman. “Persoalan ini harus dihadapi, ditangani, dan diselesaikan secara arif dan bijaksana,” ujarnya.

Begitupula dengan masalah tata ruang wilayah Jakarta. Menurut Gumilar, perlu gerakan massive yang dilakukan untuk membangun Jakarta hijau. Persoalan banjir, lanjutnya, tak kunjung selesai. Ia juga mengkritik Gubernur DKI yang selama ini lebih banyak menghabiskan waktu menghadiri acara seremonial ketimbang bekerja.

“Sumur resapan harus dibangun, kalau dilakukan tak massive tak bisa jadi solusi, tahun 1930 dulu kan Jakarta rapi. Coba sungai dibersihkan, sistem pembuangan sampah diatur, zero waste. Kepala daerah sekarang kan habis waktunya datang di acara macam-macam. Mesti ada sebuah tata aturan yang jadi terobosan. Sepanjang dengan niat, usaha, dan upaya pasti bisa,” kata dia.Joko Warihnyo


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (67010)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60968)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52727)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18477)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16296)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15559)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15273)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14966)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14729)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10946)
Bedah JayaposKepala Inspektorat Sumbar Pecat Oknum ASN, Diduga Tilep Dana Masjid Raya Rp 1.5 MPadang, Jaya Pos Setelah menjabat enam tahun sebagai bendaharawan, akhirnya terungkap kebobrokan oknum ASN ...


Kasus YP Galuh Kini di Polda, KPK Diminta MensupervisiProyek Peningkatan Jalan Utama BPTP Babel Diduga MenyimpangMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraDiduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal Mutu
Laporan KhususKajati Jabar Hadiri Pencanangan WBK/ WBBM di Kejari Kabupaten BandungKab Bandung, Jaya Pos Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Ade Eddy Adhyaksa menyaksikan ...


Empat Tahun Pimpin Tanah Datar, Duet Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma Bertabur PrestasiMTQ OKI Ke 29, Syiar Al QurKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu Dipertahankan