Kamis, 27 September 2012 - 07:57:58 WIB
Gubernur Upayakan 2015 Jambi Dapat Menurunkan Buta Aksara Hingga 0,5%Kategori: Jambi - Dibaca: 421 kali

Baca Juga:Pekerjaan Rumah Menanti Joko WiBupati Panen Perdana Padi Penangkar Masa Tanam Tahun 2012Pengeboran Tahap Awal Supreme Energi Panas Bumi Undang Pemda Makan BersamaTolitoli Dapat Bantuan Prona 2.000 Sertifikat

Jambi, Jaya Pos

Sebagaimana disampikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi bahwa berdasarkan sensus pendidikan yang dilaksanakan BPS provinsi, angka buta aksara di daerah ini tahun 2010 sebesar 3,7% atau 80,641, namun saat ini sudah menurun menjadi 2,63% atau turun satu persen. Diupayakan pada akhir tahun 2015 hanya tersisa 1-0,5%.

Hal ini disampikan Gubernur Jambi, Selasa (18/9) seusai membuka secara resmi pelatihan pengurus Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), bertempat di Disdik Provinsi Jambi.

Ditegaskan Gubernur, pelatihan ini merupakan salah satu upaya mengentaskan buta aksara, disamping memperbanyak tutor. Pengentasan buta aksara di Provinsi Jambi termasuk buta aksara Al-Quran.

Dijelaskan Gubernur, bahwa pengentasan buta aksara ini ditujukan untuk seluruh masyarakat, mulai anak usia sekolah yang tidak sempat mengikuti pendidikan, hingga orang-orang tua yang tidak sempat mengenyam pendidikan. “Sedangkan untuk pengentasan buta aksara Al-Quran khusus bagi peserta didik, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” ujarnya.

Sebenarnya, angka 2,61% ini, menurut Gubernur, dari jumlah penduduk Jambi masih kecil. Namun yang menarik, ujarnya, pada tahun 2009, pernah disampaikan bahwa Jambi telah terbebas dari buta aksara. Ternyata berdasarkan data di Kementerian Pendidikan masih ada. Karenanya, gubernur menekankan, kedepan jangan ada laporan yang demikian. “Sampikanlah apa adanya, kemudian upayakan mengatasinya, sesuai dengan kemampuan, secara bertahap,” tegasnya.

Demikian juga dengan lama sekolah di Jambi, pada tahun 2010 terdata lama sekolah anak-anak di Jambi baru mencapai 7,8 tahun, saat ini menurun menjadi 8,6 tahun, yang artinya juga telah mengalami penurunan sebesar satu persen, ini suatu kemajuan.
Menurut gubernur, untuk meningkatkan lama sekolah ini memang tidak mudah, Jepang sebagai negara maju saja, saat ini usia sekolahnya baru 15 tahun (sampai D3). “Artinya, Jambi masih separohnya, dan ini memerlukan proses,” tambah gubernur.

Sebelumnya, Kadisdik Provinsi Jambi, Drs Idham Kholid ME menyampaikan dalam upaya pengentasan buta aksara bahwa berdasarkan Indek Biaya Pemberantasan Buta Aksara, yang kurang lebih Rp400 ribu/orang, maka dibutuhkan dana sebesar Rp32  milyar lebih.

Sehubungan dengan itu, pada tahun 2013 Disdik berupaya menurunkan buta aksara minimal satu persen, yang membutuhkan anggaran kurang lebih Rp15 milyar, sedangkan yang mampu dianggarkan oleh pihaknya sesuai dengan yang diusulkan kepada Bappeda Provinsi Jambi sebesar Rp3,667 milyar, dengan target 8 ribu orang. Bila ini tercapai maka masyarakat Jambi yang terbebas dari buta aksara ada diatas 98%.

Untuk itu, pada Musrenbang lalu, Disdik telah membuat surat edarakan yang ditujukan kepada Disdik tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, untuk dapat berbagi tugas dalam upaya mengentaskan buta aksara, dengan menggangarkan di masing-masing instansi pada tahun anggaran 2013 mendatang untuk mencapai target Rp15 milyar dimaksud.

Dalam hal mengentaskan buta aksara, lanjutnya, adalah kewenangan pemkab dan kota. Tetapi dalam menghitung Indek Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, bidang pendidikan yang dihitung adalah buta aksara dan lama sekolah. Pada tahun 2012 Disdik juga telah mengaggarkan, namun dikoreksi oleh pusat, karena ini adalah kewenangan pemkab dan kota, tetapi dalam upaya mengejar IPM, maka pada tahun 2013 mendatang kembali menganggarkan, dan ini telah dibicarakan dengan Bappeda Provinsi Jambi melengkapi dana dari APBN.

Pada tahun berjalan APBN mempunyai target 1500 orang, dengan angaran kurang lebih Rp560 juta, kemudian juga ada program buta aksara mandiri, yaitu pelatihan keterampilan yang menyediakan dana dekon sebesar Rp5 milyar.

Pemberantasan buta aksara dan buta aksara mandiri ini akan dapat tercapai melalui kerjasama yang baik dengan semua pihak, baik pemerintah, pelaksana pendidikan juga masyarakat, terutama yang berada di pedesaan, dimana lembaga-lembaga pendidikanan ini adalah milik masyarakat, terdiri dari Puast Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan di pemerintah adalah Sangar Kegiatan Belajar (SKB). M Usman


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66340)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14711)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing