Rabu, 06 Maret 2019 - 05:26:40 WIB
Layakkah Untuk Dihukum ?Kategori: Tangerang - Dibaca: 248 kali

Baca Juga:Kadistanbun Pandeglang Diminta Jatuhkan Sanksi Pada Ketua Gapoktan AngsanaPembangunan Gedung ASDM, Disperindag Sidoarjo Terindikasi KorupsiSMAN 3 Kabupaten Tangerang Persiapkan Diri Jadi SBIGubernur Upayakan 2015 Jambi Dapat Menurunkan Buta Aksara Hingga 0,5%

Tangerang, Jaya Pos

Hartanto Jusman, Direktur PT.BSA kini statusnya sebagai tahanan luar, dan harus duduk dikursi pesakitan karena dugaan penggelapan uang Rp 7 milyar di Bank Mandiri Kisamaun Tangerang. Sidang dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Hartanto Jusman.

Terdakwa menerangkan bahwa, uang yang menjadi masalah tersimpan di Bank Mandiri, “Uangnya ada di bank pak,” kata terdakwa, ketika ditanya ketua majelis hakim,  DR I Ketut Sudira perihal bunga bank terdakwa menambahkan bahwa bunga bank tersebut juga tersimpan di bank. Lalu kenapa terdakwa mengalihkan uang sebesar 7 milyar ke rekening pribadi pada akhir bulan, kemudian awal bulan mengembalikan ke rekening perusahaan.

Merasa tidak menggunakan, terdakwa menjawab,  «Bahwa itu berdasarkan saran pihak bank,” katanya. Terkesan, dengan terjadinya transaksi demikian, maka  rekening banknya aktif. Untuk diketahui bahwa terdakwa merupakan nasabah prioritas Bank Mandiri. Seperti kata saksi, Fitria  (Branch Sales Manager) pada sidang sebelumnya. Kala itu saksi menerangkan perihal penyimpanan uang di rekening perusahaan dan rekening pribadi.
“Pak Hartanto merupakan nasabah prioritas Bank Mandiri,” kata saksi Fitria.

Untuk menjadi nasabah prioritas, harus mengendapkan uang sebanyak 1 milyar rupiah di Bank Mandiri yang merupakan persyaratan sebagai nasabah prioritas. Selain itu juga di rekening pribadi Hartanto ada uang lebih dari 1 milyar rupiah sehingga Hartanto termasuk nasabah prioritas.

Sebagai nasabah prioritas, Hartanto mendapat penawaran dari CSO (Customer Service Officer) pemindahan uang dari rekeningnya sehingga keaktifan rekeningnya kelihatan.

Dengan demikian bank menilai, rekeningnya aktif dengan harapan mendapat pelayanan prioritas maksimal. Namun karena ada permintaan dari polisi untuk diblokir, karena adanya laporan dari korban, maka uang sebesar Rp 7 milyar diblokir pada tanggal 25 Agustus 2017.

Lalu pertanyaannya, apakah lazim pemblokiran tersebut atau ada faktor lain sehingga Hartanto harus disidangkan karena dugaan penggelapan. Pertanyaan lain apakah terdakwa melakukan penggelapan bila dikaitkan dengan keterangan terdakwa karena objeknya masih ada. (Togun)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59567)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51426)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (44038)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14911)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14186)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14014)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13754)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13213)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11115)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9192)
Bedah JayaposPengelolaan Dana Pokir Desa Bojongkeding Diduga Sarat KKNSubang, Jaya Pos Kultur perilaku korup birokrasi di negeri ini kian hari semakin kompleks dan parah. Korupsi ...


Kantor Terbengkalai Rapat Malah Digelar di Rumah KadesAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan Amburadul
Laporan KhususZAF International Semakin Diminati MasyarakatDepok, Jaya Pos ZAF International merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dengan pengembangan Sumber ...


Pembangunan Tanggul Banjir Blok Pulo Direspon Positif MasyarakatApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019