Rabu, 06 Maret 2019 - 05:26:40 WIB
Layakkah Untuk Dihukum ?Kategori: Tangerang - Dibaca: 147 kali

Baca Juga:Kadistanbun Pandeglang Diminta Jatuhkan Sanksi Pada Ketua Gapoktan AngsanaPembangunan Gedung ASDM, Disperindag Sidoarjo Terindikasi KorupsiSMAN 3 Kabupaten Tangerang Persiapkan Diri Jadi SBIGubernur Upayakan 2015 Jambi Dapat Menurunkan Buta Aksara Hingga 0,5%

Tangerang, Jaya Pos

Hartanto Jusman, Direktur PT.BSA kini statusnya sebagai tahanan luar, dan harus duduk dikursi pesakitan karena dugaan penggelapan uang Rp 7 milyar di Bank Mandiri Kisamaun Tangerang. Sidang dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Hartanto Jusman.

Terdakwa menerangkan bahwa, uang yang menjadi masalah tersimpan di Bank Mandiri, “Uangnya ada di bank pak,” kata terdakwa, ketika ditanya ketua majelis hakim,  DR I Ketut Sudira perihal bunga bank terdakwa menambahkan bahwa bunga bank tersebut juga tersimpan di bank. Lalu kenapa terdakwa mengalihkan uang sebesar 7 milyar ke rekening pribadi pada akhir bulan, kemudian awal bulan mengembalikan ke rekening perusahaan.

Merasa tidak menggunakan, terdakwa menjawab,  «Bahwa itu berdasarkan saran pihak bank,” katanya. Terkesan, dengan terjadinya transaksi demikian, maka  rekening banknya aktif. Untuk diketahui bahwa terdakwa merupakan nasabah prioritas Bank Mandiri. Seperti kata saksi, Fitria  (Branch Sales Manager) pada sidang sebelumnya. Kala itu saksi menerangkan perihal penyimpanan uang di rekening perusahaan dan rekening pribadi.
“Pak Hartanto merupakan nasabah prioritas Bank Mandiri,” kata saksi Fitria.

Untuk menjadi nasabah prioritas, harus mengendapkan uang sebanyak 1 milyar rupiah di Bank Mandiri yang merupakan persyaratan sebagai nasabah prioritas. Selain itu juga di rekening pribadi Hartanto ada uang lebih dari 1 milyar rupiah sehingga Hartanto termasuk nasabah prioritas.

Sebagai nasabah prioritas, Hartanto mendapat penawaran dari CSO (Customer Service Officer) pemindahan uang dari rekeningnya sehingga keaktifan rekeningnya kelihatan.

Dengan demikian bank menilai, rekeningnya aktif dengan harapan mendapat pelayanan prioritas maksimal. Namun karena ada permintaan dari polisi untuk diblokir, karena adanya laporan dari korban, maka uang sebesar Rp 7 milyar diblokir pada tanggal 25 Agustus 2017.

Lalu pertanyaannya, apakah lazim pemblokiran tersebut atau ada faktor lain sehingga Hartanto harus disidangkan karena dugaan penggelapan. Pertanyaan lain apakah terdakwa melakukan penggelapan bila dikaitkan dengan keterangan terdakwa karena objeknya masih ada. (Togun)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59358)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51235)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32430)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14705)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13995)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13834)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13591)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13004)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9845)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9011)
Bedah JayaposRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiPekanbaru, Jaya Pos PT ACS (Asrindo Citraseni Satria) merupakan rekanan Chevron Pacifik Indonesia dalam ...


SHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung Bocok
Laporan KhususPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPemkab Humbahas menerima 3 kali WTP secara berturut-turut, ini semua dipersembahkan untuk masyarakat Humbang ...


Patik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun Daerah