Minggu, 10 Maret 2019 - 07:52:52 WIB
Hubungan Daun Hijau Dengan Perkumpulan Naimarata (Bagian 4)Kategori: Laporan Khusus - Dibaca: 94 kali

Baca Juga:Ratusan Guru Demo, Dana Sertifikasi 5 Bulan Tidak TurunKasus Simulator Mengarah ke KapolriBupati Simalungun DR JR Saragih Diskriminatif, PMS Terima Bantuan Hibah Rp1 MiliarPolres Tulungagung Akan Periksa Penyimpangan DAC

Catatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos)

Daun hijau/bulung rata (tithonia difersifolia) banyak kita jumpai di daerah tropis, terutama di daerah pegunungan. Daun hijau menurut pemahaman Batak sangat banyak khasiatnya.

Sebelum obat-obatan kimia berkembang seperti sekarang ini, para leluhur zaman dahulu meracik obat-obatan dari daun-daunan dan akar-akaran. Namun di era sekarang, sudah jarang masyarakat mengkonsumsi ramuan obat tersebut dikarenakan kurangnya pelestarian dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap tumbuhan langka yang bisa dijadikan obat.

Dan juga di perkembangan teknologi sekarang, banyak orang berpradigma salah, dimana ketika kita menggunakan obat-obatan yang terbuat dari dedaunan dan akar-akaran dianggap melakukan sesuatu yang berhubungan magic (sihir).

Misalnya, ketika kaki kita mengalami luka lecet atau luka akibat tersayat pisau atau bengkak karena tertimpa benda tumpul, maka kita cukup mengambil satu lembar sampai dua lembar saja daun hijau-nya, kemudian diremas sampai halus, setelah itu kita tempelkan ramuan tersebut ke bagian yang luka dan kita tunggu beberapa menit maka secara ajaib luka tersebut akan kering dan tidak menimbulkan keperihan.

Ada juga budaya yang selalu kita lestarikan, misalnya ketika orang tiba-tiba pingsan di jalan (habolusan), maka kita cukup mengambil daun hijau beberapa lembar atau satu genggam, lalu membantingkan daun hijau tersebut ke tubuh orang yang pingsan, maka secara ajaib orang yang pingsan tersebut akan tersadar kembali, dan hal itu sudah sering kita buktikan dengan mata kepala sendiri.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah ada hubungannya daun hijau, dan bahkan ular hijau dengan Punguan Naimarata ? Percaya atau tidak, Ular Hijau diyakini oleh para generasi dan keturunan Op Guru Tatea Bulan sebagai pemberi tanda (pengenal) kepada keturunan Op Guru Tatea Bulan.
Oleh karena itu, para nenek moyang terdahulu selalu berpesan apabila berjumpa dan sesekali melihat ular hijau (Ahaetulla prasina) dalam bahasa batak “Ulok Rata” kita tidak boleh mengusik ataupun mengganggunya, apalagi harus membunuhnya, karena diyakini akan membawa sial atau malapetaka bagi yang melakukannya.

Ular tersebut memang tergolong jinak tetapi ketika keberadaannya terganggu/terusik, ular ini akan langsung mematok dengan bisa yang sangat mematikan. Karena punya tubuhnya yang kecil dan panjang, ular ini pun diyakini bisa dengan cepat berpindah seolah terbang dari satu dahan ke dahan yang lain. 

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59364)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51240)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32880)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14714)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14005)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13841)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13597)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13009)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9891)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9017)
Bedah JayaposWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikTidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara, lampu penerangpun bagian dari ...


Bobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?
Laporan KhususPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixCiamis, Jaya Pos Persoalan rencana pengaspalan hotmix jalan kabupaten lintas Buniseuri-Jalatrang yang ...


Lakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari Ramadhan