Senin, 11 Maret 2019 - 06:17:26 WIB
Duet Irdinansyah Zuldafri Bertabur PrestasiKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 43 kali

Baca Juga:Ratusan Guru Demo, Dana Sertifikasi 5 Bulan Tidak TurunKasus Simulator Mengarah ke KapolriBupati Simalungun DR JR Saragih Diskriminatif, PMS Terima Bantuan Hibah Rp1 MiliarPolres Tulungagung Akan Periksa Penyimpangan DAC

Tanah Datar, Jaya Pos

Selama 3 tahun terakhir, berbagai kemajuan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah, dibawah kepemimpinan Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma (Irama) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, masa bhakti 2016-2021 telah dicapai dengan baik.

Tentu saja, sejak dilantik 17 Februari 2016 lalu, duet “Irama” ini bekerja sesuai dengan target Recana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sudah ditetapkan. Empat prioritas pembangunan telah dicanangkan yakni peningkatan kual­itas SDM dan pendidikan, peningkatan sektor pertanian, peningkatan sektor pariwisata dan peningkatan pelayanan publik.

Peningkatan kualitas SDM dan pendidikan disadari, mo­dal besar Tanah Datar menjadi lebih maju. Dengan keterbatasan SDA yang dimiliki, pemerintah mendorong anak-anak Tanah Datar bisa melanjutkan pendidikan sampai ke Perguruan Tinggi.

“Tidak boleh ada anak Tanah Datar yang tidak sekolah maupun tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri karena alasan biaya. Pemerintah daerah bersama BAZ dan perantau turun tangan membantu beasiswa sebagai bentuk komitmen yang kuat menjaga aset masa depan daerah,” demikian pesan Bupati Tanah Datar.

Sektor pertanian, sebagai penyumbang PDRB terbesar lebih dari 30 persen, pemerintah daerah berupaya terus menggenjot hasil produksi pertanian yang akan meningkatkan pendapatan petani melalui intensifikasi, inovasi-inovasi dan pemberantasan hama tanaman maupun pemberian bantuan dan akses terhadap keuangan.

Pemerintah daerah juga terus mengembangkan sektor pariwisata. Dengan keunggulan yang dimiliki Tanah Datar baik dari sisi alam, budaya, sejarah, tradisi, iven dan kuliner, duet “Irama” sudah berhasil menjadikan Tanah Datar sebagai destinasi utama di Sumatera Barat.

Sementara berbicara target kunjungan, jumlah pengunjung wisatawan ke Tanah Datar juga melebihi target yang ditetapkan. Dari target 1.050.000 pengunjung tahun 2018 terjadi kenaikan seba­nyak 23,6 persen atau sebanyak 1.297.786 kunjungan. Multiplier efeknya akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat di berbagai bidang usaha.

Sektor pelayanan publik juga mendapat perhatian khusus. Kepala daerah sudah menegaskan masyarakat harus mendapat pelayanan terbaik dari aparatur. “Masyarakat harus dilayani sebaik mungkin ketika berurusan, buat pelayanan yang simpel, efisien dan jelas,” pesan bupati di berbagai kesempatan.

Hasilnya, seluruh perangkat daerah terutama yang bersentuhan langsung sudah menerapkannya bahkan kantor walinagari didorong menerapkan hal yang sama. Pemerintah pusat pun mengganjar dengan penghargaan kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dengan predikat kepatuhan tinggi (zona hijau) dari Ombudsman RI, Penghargaan Pelayanan Publik dari Menteri PAN dan RB untuk Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr M Ali Hanafiah Batusangkar dengan kategori Sangat Baik, Dinas Dukcapil dan Dinas PMPTSP Naker Kategori Baik.

Sementara berdasarkan indikator-indikator pembangunan, secara umum capaiannya cukup menggembirakan. PDRB Per Kapita misalnya cenderung naik, tahun 2015 di angka Rp 28,71 juta naik menjadi Rp 31,05 juta tahun berikutnya dan tahun 2017 mencapai Rp 33,53 juta. Ini menunjukkan terjadi peningkatan nilai tambah yang bisa diciptakan dan diterima secara rata-rata oleh masing-masing penduduk hasil dari aktivitas produksi. Begitu juga angka kemiskinan, berhasil diturunkan, pada tahun 2016 di angka 5,68 persen turun menjadi 5,56 persen pada 2017 dan pada tahun 2018 di angka 5,32 dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 18.483 jiwa.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk me­ngukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia yang meliputi harapan hidup, pendidikan dan standar hidup layak. untuk tiga terakhir juga cen­derung naik, yaitu tahun 2015 (69,49) tahun 2016 (70,11) dan tahun 2017 (70,37).

Untuk tingkat pengangguran terbuka, pemerintah berhasil menurunkannya, pada tahun 2015 pada angka 4,46 persen turun pada tahun berikutnya menjadi 4,02 persen dan tahun 2017 menjadi 3,72 persen.

Pertumbuhan ekonomi, berhasil naik kembali pada tahun 2017 menjadi 5,12 persen di mana tahun sebelumnya 5,01 persen, sementara tahun 2015 di angka 5,31. Sementara Indeks Gini Ratio yang digunakan untuk mengukur tingkat pemerataan pendapatan, pemerataan hasil pembangunan sangat erat kaitannya dengan permasalahan kemiskinan, Indeks Gini Kabupaten Tanah Datar cenderung menurun, untuk tahun 2015 (0,33), tahun 2016 (0,3) dan tahun 2017 (0,26), arti tingkat ketimpangan ekonomi berhasil ditekan.

Bupati juga menegaskan, pembangunan fisik dan non fisik harus sejalan dengan baik. Pasangan “Irama” punya cita-cita menjadikan Tanah Datar kabupaten tahfiz, dibuktikan sudah ada 156 rumah tahfiz di Tanah Datar dari awalnya 8 buah. Program Magrib Mengaji, Gerakan Subuh Berjamaah, Berkantor Satu Hari di Nagari dan kegiatan keagamaan dan adat terus didorong.

Pembangunan infrastruktur untuk memperindah Kota Batusangkar dijalankan, mulai dari memperbesar akses masuk ke kota Batusangkar, pembangunan trotoar, taman-taman sepanjang jalan, rehab pasar Batusangkar dan pasar-pasar nagari, serta rehab rumah tidak layak huni (Gapura Mantap).

Pimpinan daerah mengajak bersama-sama khususnya masyarakat terus memajukan Kabupaten Tanah Datar agar menjadi yang daerah yang diperhitungkan di tingkat provinsi dan nasional, banyak hal sudah dilakukan secara bersama-sama untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Tanah Datar dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan provinsi, ujar Irdinansyah.

Hal yang membanggakan masyarakat Tanah Datar ulas bupati, penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) diraih setelah 20 tahun. “Piala Adipura sebagai lambang supremasi tertinggi di bidang kebersihan dan lingkungan hidup berhasil kita raih setelah 9 tahun yang lalu dan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kalinya secara berturut-turut dan ini satu-satunya yang diraih dari kabupaten/kota di Sumbar, namun demikian perjuangan ini belum selesai, mohon tetap diberi dukungan dan doa,” ucap Irdinansyah saat syukuran 3 tahun Irama.

Senada disampaikan Wabup Zuldafri, apa-apa yang sudah diraih harus menjadi pelecut semangat guna meningkatkan kinerja menuju Tanah Datar yang madani, sejahtera, berbudaya dalam nilai-nilai ABS-SBK.

Untuk itu, Zuldafri meng­ajak semua pihak bekerjasama meraih cita-cita ini. Tidak cukup menjadi tugas pemerintah daerah tetapi perlu duku­ngan dan peran serta seluruh lapisan masyarakat. (Dms/Hum)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59202)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51035)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19223)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14366)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13808)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13508)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13431)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12806)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8790)
Bedah JayaposOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarPandeglang, Jaya Pos Pembangunan drainase di Jalan Raya Simpang Labuan–Cibaliung tepatnya di ...


Rusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung JawabGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin BeringasTiga Proyek Senilai Rp 4,2 M Bermasalah, Inspektorat Ketapang Tunggu Perintah Bupati Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutJaka Marhaen SH : Keterpurukan Hukum di Mata Masyarakat Pencari KeadilanPersoalan Letak Tanah Poktan KCS dan Kebun Milik K Handoko, Seharusnya Urusan Dokumen di Desa BumbunPenyidik Polresta Bukittinggi Terkesan Tidak Profesional, Dua Kali Jaksa Tolak SPDP Tersangka
Laporan KhususLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerPemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah lakukan berbagai cara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ...


Sekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea BulanDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko WidodoDisdukcapil PALI Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tingkatkan Kualitas Pelayanan AdmindukBupati PALI Resmikan Fungsi Gedung SD10 KIM Bangka Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Tingkat ProvinsiKejari Kabupaten Bandung Tingkatkan Pelayanan Dan Siap Menuju WBK Dan WBBMBupati Labusel Buka Acara Sosialisasi E-Perizinan