Kamis, 14 Maret 2019 - 08:22:09 WIB
Si Monyong Mengerat, Petani Was-Was Gagal PanenKategori: Jawa Barat - Dibaca: 24 kali

Baca Juga:Forak Desak Kejati Jambi Tuntaskan Beberapa Kasus KoruspiRencana Walikota Nur Mahmudi Ismail Ditentang Ketua DPRDRapor Merah Bagi Kinerja Diskominfo Kab AnambasRatusan Guru Demo, Dana Sertifikasi 5 Bulan Tidak Turun

Subang, Jaya Pos

Di saat umur padi sudah mulai bunting, si monyong (hama tikus-Red) mulai ganas mengeratnya, seolah enggan menyisakan batang-batang padi itu. Akibat serangan hama tikus yang mengganas para petani di sejumlah Desa Kecamatan Binong, Pagaden, Pusakajaya, Pusakanagara, Compreng  merasa resah. Mereka dihantui rasa was-was gagal panen pada musim tanam kali ini.

Ketua Kelompok Tani Garut, Desa Karangsari, Kec.Binong Rohandi membenarkan, bila di areal wilayah kerja kelompoknya terjadi serangan hama tikus yang massif. Begitu juga terjadi serangan di Blok Dunya dan Blok Laksa hanya tidak separah di Blok Garut. Secara total luas serangan mencapai 110 Ha terdiri dari di Blok Garut seluas 50 Ha, Dunya dan Laksa seluas 25 Ha, dan Blok Plawad 35 Ha dengan intensitas serangan berat 85 Ha dan sedang 25 Ha. Sementara luas seluruh areal sawah Desa Karangsari mencapai 500 Ha.

Serangan hama tikus, lanjut Rohandi tidak saja terjadi di desanya, tetapi meluas di desa-desa yang masih berada dalam satu kecamatan, bahkan ke sejumlah desa di wilayah kecamatan tetangga Pagaden.

Pemkab Subang dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Brigade Pengendalian Hama Kab. Subang dinilai lengah dan telat turun ke lapangan, terutama terkait serangan hama tikus. “Jika sudah terjadi serangan yang masif baru turun ke lapangan. Jadi percuma saja kalaupun ada petugas pengamat hama, karena tidak bisa memprediksi kejadian sera­ngan sebelumnya, sehingga tidak bisa dicegah,” ujarnya.

Tala (67 th), petani Desa Karangsari mengabarkan bila areal tanaman padi di Blok Plawad dan blok sawah bengkok desa nyaris habis, dengan luas wilayah terserang 35 Ha. Diakui Tala, penyebab serangan hama tikus yang masif ini lantaran tidak kompaknya pada saat tanam, sehingga umur tanaman padi tidak sama.Hal ini menyebabkan serangan tikus berpindah-pindah. Begitu pula tidak dilakukannya pemberantasan hama secara gropyokan sebelum tanam sehingga membuat peluang tikus leluasa beranak pinak. Hal itu dibenarkan oleh H.Udin.

Keluhan yang sama juga diutarakan petani di wilayah Kecamatan Pusakajaya. “Kami bersama -sama puluhan petani lainnya sudah berusaha membasmi serangan hama tikus ini dengan ber­bagai cara telah dilakukan,” ujar Ketua Kelompok Tani Pusakajaya, Rustandi.

Dari hari ke hari, sera­ngan hama tikus semakin meluas. Bahkan kini menyerang sawah-sawah desa di luar Pusakajaya, seperti ratusan hektare sawah di Desa Pusakanagara.

Serangan hama tikus yang semakin tak terkendali, sudah terjadi selama beberapa pekan terakir. “Hari ini merupakan dampak puncaknya hampir seluruh padi sawah rusak karena hama tikus, banyak sekali petani di Dusun Sukarasa yang mengalami gagal panen terutama yang mengalami kerusakan oleh hama tikus, padahal masa tanam kali ini baru mulai. Padi pun masih berumur muda, baru satu sampai dua bulan,” katanya. ”Baru beberapa hari lalu Wakil Bupati Subang, Agus Masykur meninjau langsung lokasi ratusan hektar sawah yang terserang hama tikus di wilayah Kec.Pusakajaya,” tutur Rustandi.

“Kami harap untuk saat ini segera dilaksanakan penyemprotan secara keseluruhan sehingga penyakit ini tidak menyebar disaat musim tanam nanti agar digunakan benih padi atau varietas yang berbeda yang lebih tahan terhadap jenis penyakit , sehingga dapat memutus siklus hidup penyakit itu. Setelah peninjauan langsung ini kami akan melakukan pembahasaan khusus dengan OPD terkait untuk menangani masalah ini. Kami pun ingin segera menuntaskan tanaman padi yang terkena penyakit harus dilakukan pengendalian sesegera mungkin agar tidak menyebar ke tanaman padi yang masih sehat,” ujar Wakill.Bupati.

Pihaknya memohon untuk semua petani padi agar mena­ngani terlebih dahulu dengan penyemprotan obat secara serempak, sehingga penyakit ini tidak menyebar. Pemkab Subang, dikatakan Agus, “Akan langsung bergerak dan saat ini kita langsung berusaha untuk segera langsung memberikan jalan terbaik. Peme­rintah Kabupaten Subang juga akan segera membahas dan menyelesaikan permasalahan ini dengan OPD terkait,” pungkasnya. (@Bh)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59202)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51035)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19222)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14366)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13808)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13508)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13431)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12805)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8790)
Bedah JayaposOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarPandeglang, Jaya Pos Pembangunan drainase di Jalan Raya Simpang Labuan–Cibaliung tepatnya di ...


Rusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung JawabGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin BeringasTiga Proyek Senilai Rp 4,2 M Bermasalah, Inspektorat Ketapang Tunggu Perintah Bupati Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutJaka Marhaen SH : Keterpurukan Hukum di Mata Masyarakat Pencari KeadilanPersoalan Letak Tanah Poktan KCS dan Kebun Milik K Handoko, Seharusnya Urusan Dokumen di Desa BumbunPenyidik Polresta Bukittinggi Terkesan Tidak Profesional, Dua Kali Jaksa Tolak SPDP Tersangka
Laporan KhususLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerPemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah lakukan berbagai cara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ...


Sekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea BulanDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko WidodoDisdukcapil PALI Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tingkatkan Kualitas Pelayanan AdmindukBupati PALI Resmikan Fungsi Gedung SD10 KIM Bangka Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Tingkat ProvinsiKejari Kabupaten Bandung Tingkatkan Pelayanan Dan Siap Menuju WBK Dan WBBMBupati Labusel Buka Acara Sosialisasi E-Perizinan