Sabtu, 16 Maret 2019 - 06:54:06 WIB
Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 74 kali

Baca Juga:Hampir 1 Tahun Kecamatan Subi Gelap GulitaForak Desak Kejati Jambi Tuntaskan Beberapa Kasus KoruspiRencana Walikota Nur Mahmudi Ismail Ditentang Ketua DPRDRapor Merah Bagi Kinerja Diskominfo Kab Anambas

Humbahas, Jaya Pos

Pasar Pollung yang terletak di Desa Hutapaung Induk Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Provinsi Sumatera Utara, terlihat sudah hancur akibat tidak difungsikan dan juga telah menjadi tempat para anak muda untuk berpacaran, di malam hari.

Pasar Pollung yang dibangun sejak tahun 2016 yang dananya bersumber dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang nilai pagunya hampir melebihi 1 milliar rupiah, tidak dapat difungsikan hingga tahun 2019.

Terkait hal tersebut, gedung bangunan serta lahan tidak lagi nampak tertata rapi. Semua ini akibat tidak adanya perawatan yang diberikan oleh pemkab terkait.

Masyarakat Desa Hutapaung Induk juga mengharapkan dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk dapat memfungsikan kembali Pasar Pollung tersebut sesuai dengan perjanjian sebelumnya.

“Kalau tidak dapat lagi difungsikan, kami mohon lahan yang telah kami hibakan secara gratis dengan luas 60:100 meter itu, dipulangkan kembali kepada kami,” ujar salah seorang warga masyarakat yang enggan menyebut namanya.

Lebih lanjut dijelaskan warga, dulunya tanah itu dipergunakan untuk bersawah, setelah habis panen mereka bisa menggunakan kembali untuk memelihara ikan lele untuk menambah kehidupan.

“Tapi setelah kami serahkan, pendapatan kami tidak ada lagi, kopi yang ada di sekitar pembangunan pun rusak. Kalaulah difungsikan ataupun dibuka, mudah-mudahan bisa menambah rezeki dan kami bisa berjualan di sekitar areal pasar tersebut,” ujarnya.

Sementara menurut informasi yang diperoleh Jaya Pos, dulunya pengerjaan tersebut mempergunakan alat berat untuk pematang, dengan jumlah biaya diduga hampir mencapai Rp 300 juta. Sehingga timbul pertanyaan apakah dana sebesar itu habis hanya untuk pekerjaan penggalian pematang?

Selain itu, lokasi pembangunan Pasar Pollung juga diduga mengandung tanah gambut, sehingga sulit untuk ditimbun. Sebagaimana pengakuan salah satu warga setempat mengaku pernah melihat saat penimbunan terjadi, salah satu mobil colt diesel yang membawa material tanah urugan nyeblos dan tampak air dan lumpur ke permukaan, sehingga truk tersebut harus ditarik keluar mempergunakan alat berat.(BN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59202)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51036)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19225)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14366)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13809)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13508)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13431)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12806)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8790)
Bedah JayaposOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarPandeglang, Jaya Pos Pembangunan drainase di Jalan Raya Simpang Labuan–Cibaliung tepatnya di ...


Rusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung JawabGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin BeringasTiga Proyek Senilai Rp 4,2 M Bermasalah, Inspektorat Ketapang Tunggu Perintah Bupati Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutJaka Marhaen SH : Keterpurukan Hukum di Mata Masyarakat Pencari KeadilanPersoalan Letak Tanah Poktan KCS dan Kebun Milik K Handoko, Seharusnya Urusan Dokumen di Desa BumbunPenyidik Polresta Bukittinggi Terkesan Tidak Profesional, Dua Kali Jaksa Tolak SPDP Tersangka
Laporan KhususLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerPemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah lakukan berbagai cara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ...


Sekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea BulanDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko WidodoDisdukcapil PALI Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tingkatkan Kualitas Pelayanan AdmindukBupati PALI Resmikan Fungsi Gedung SD10 KIM Bangka Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Tingkat ProvinsiKejari Kabupaten Bandung Tingkatkan Pelayanan Dan Siap Menuju WBK Dan WBBMBupati Labusel Buka Acara Sosialisasi E-Perizinan