Senin, 01 Oktober 2012 - 07:49:18 WIB
Dituduh Memalsukan Surat, Redjo Fredy dan Soenarjono Terancam 6 Tahun PenjaraKategori: Jakarta - Dibaca: 507 kali

Baca Juga:Tidak ada bangku, Murid di Karo Belajar di LantaiDari 43 Hektar Kini Tinggal 23 Hektar, Situ Kelapa Dua Disulap Jadi PerumahanPetani Yang Mulia Memperingati Hari TaniDinas Peternakan Tolitoli Lakukan Pemerataan Kelompok Ternak Sapi

Jakarta, Jaya Pos

Dua terdakwa yang tidak ditahan di rutan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, yakni Redjo Fredy Siregar dan Soenarjono, beberapa waktu yang lalu, dituduh penuntut umum memalsukan surat beberapa bidang tanah milik lima orang korban, terancam menempati penjara selama 6 tahun. Kelimanya adalah Soetikno Wijoyo, Hansaputra Wiro, Hendarto Wiriyo, Suwanto Wirjo, dan Deni Wiryadi.

Beberapa korban yang sudah diperiksa di persidangan, di antaranya Soe­tikno Wijoyo dan Hansaputra Wiryo mengakui bahwa sertifikat tanah milik mereka telah dipalsukan guna menguasai tanah di Mamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Bahkan surat yang diduga palsu itu telah digunakan untuk menggugat para korban, baik di pengadilan negeri dan PTUN. Bahkan gugatan itu, hingga sampai PK dimenangkan oleh terdakwa Soenarjono dengan memakai surat palsu tersebut.

Kasus ini bermula saat adanya niat Soenarjono menggugat para korban untuk menguasai tanah seluas 7.790 M2 itu dengan menunjuk Malkan Bouw sebagai pengacaranya. Tetapi pengacara itu bilang, untuk memenangkan gugatan harus ada akta jual beli (AJB). Lalu Soenarjono mengurusnya hingga terbit AJB tahun 1972, yang ditandatangani dan dilegalisir Notaris PPAT Camat Cengkareng, Jakarta Barat, saat itu Poerwo Hardono dengan pembelian pembayaran Rp 3,5 miliar seluas 7.790 M2.

Selain AJB itu digunakan untuk menggugat para korban, juga digunakan sebagai dasar menjual tanah tersebut melalui terdakwa Redjo Fredy Siregar selaku penerima kuasa menjual. “Saat itu terdakwa Redjo Fredy Siregar tahu AJB tersebut tidak benar atau diduga palsu, karena sudah diberitahukan Soenarjono. Jadi, terdakwa Soenarjono, Redjo Fredy Siregar dan Malkan Bouw menggunakan AJB itu sebagai dasar menjual tanah itu hingga laku seperti kepada kepada Kasim anak dari Kasum seharga Rp 600 juta,” kata penuntut umum kala itu.
Lalu, tambah penuntut umum, Redjo Fredy Siregar juga berhasil menjual 12 bidang tanah para korban seharga Rp 4,650 miliar. “Bahkan Redjo Fredy Siregar dituduh menguasi 9 bidang tanah itu dengan membuat patok,” papar penuntut umum.

Walaupun demmikian, terang penuntut umum, ditemukan beberapa kejanggalan dari AJB tersebut, di antaranya tanggal lahir Soenarjono yang berbeda, di arsip maupun register Kecamatan Cengkareng tidak ditemukan AJB tersebut. “Bahkan tandatangan Perwo Hardono berbeda menurut Labkrim Polri,” kata penuntut umum. XYZ


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49387)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11855)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres