Senin, 25 Maret 2019 - 06:26:54 WIB
Gus Ipin : Musrenbang Merupakan Jembatan Aspirasi dan Inovasi MasyarakatKategori: Jawa Timur - Dibaca: 67 kali

Baca Juga:Tidak ada bangku, Murid di Karo Belajar di LantaiDari 43 Hektar Kini Tinggal 23 Hektar, Situ Kelapa Dua Disulap Jadi PerumahanPetani Yang Mulia Memperingati Hari TaniDinas Peternakan Tolitoli Lakukan Pemerataan Kelompok Ternak Sapi

Trenggalek, Jaya Pos

Guna menyerap aspirasi rakyat di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek gelar Musyawarah Perencanaan Pengembangan (Musrenbang) di Aula Hotel Hayam Wuruk pada Kamis,(21/4).

Banyak hal yang dimunculkan dalam agenda rutin tahunan daerah tersebut , diantaranya terkait kepariwisataan, infrastruktur hingga fasilitas bagi kelompok berkebutuhan khusus.

Salah satu isu populer yang disorot yaitu adanya prioritas keberpihakan pelayanan terhadap kelompok minoritas yang selama ini terpinggirkan, mereka adalah kaum perempuan dan disabilitas. 

Sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Trenggalek, Mohammad Nur Arifin bahwa apirasi ini datang dari bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok perempuan dan disabilitas yang selama ini merasa menjadi minoritas.

”Mereka selama ini merasa menjadi kelompok marginal (kelompok minoritas yang terpinggirkan_red) jadi perlu adanya kebijakan yang berpihak guna memfasilitasi kebutuhan mereka,” kata Gus Ipin panggilan akrab dari Plt.Bupati Trenggalek.

Menurut Plt. Bupati, sebelum diangkat ke dalam forum Musrenbang, aspirasi dari masyarakat ini digali dan dibahas lebih dahulu dalam Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Musrena Keren) yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Musrena Keren merupakan jembatan penyalur aspirasi kelompok minoritas dalam menentukan arah pembangunan kedepan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Mochamad Nur Arifin, mengatakan jika Musrenbang tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, untuk Musrenbang kali ini didahului oleh pelaksanaan Musrena Keren atau Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan.

Musrena Keren digagas sebagai salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kaum minoritas dan berkebutuhan khusus serta untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam rencana pembangunan. “Musrena Keren, saat ini menjadi satu-satunya yang ada di Jawa Timur, “ lanjut Gus Ipin.

Selain tema dan fokus bahasan, lanjut Wakil Bupati termuda di Indonesia itu, yang membedakan dari tahun lalu adalah beberapa isu yang dimunculkan. Untuk Musrenbang tahun ini mengambil tema sinergitas pembangunan pariwisata dan implementasi e-government dalam rangka peningkatan daya saing daerah dan pelayanan publik.

“Beragam konsep telah kita susun untuk mendukung program tersebut. Selain fokus pada tema, dua isu krusial untuk kelompok rentan dan kelompok disabilitas itu juga menjadi pembahasan. Diantara­nya perencanaan infrastruktur fasilitas publik yang ramah bagi disabilitas dan kelompok rentan,” jelasnya saat dikonfirmasi usai gelaran acara.

Lebih jauh ditandaskan oleh Plt Bupati, Musrenbang tingkat kabupaten ini hanya merupakan jembatan aspirasi dan inovasi. Masih butuh beberapa tahapan proses serta pembahasan cukup panjang agar bisa terealisasi menjadi sebuah kebijakan.

“Musrenbang tingkat kabupaten ini merupakan sarana menuju Musrenbang tingkat provinsi sebelum akhirnya disahkan oleh pemerintah pusat melalui serangkaian kajian, baik dalam penggunaan maupun alokasi anggaran. Kami akui tidak mungkin sepenuhnya aspirasi dapat terserap, karena menyesuaikan anggaran juga. Nanti bertahap, “ pungkas Plt yang juga merupakan pengusaha muda itu.

Selain membahas beberapa isu, dalam Musrenbang kali ini juga ada seremonial penyerahan penghargaan oleh Plt.Bupati. Diantaranya kepada beberapa wilayah yang berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan karena keberhasilan dan inovasinya terhadap kemajuan pemba­ngunan didaerahnya.(HWi)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59296)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51159)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (26985)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14483)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13909)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13610)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13524)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12917)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9291)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8932)
Bedah JayaposDiduga Korupsi, Siswa Tuntut Kepsek SMAN 3 Tapung Segera DipecatPekanbaru, Jaya Pos Dalam aksi mogok belajar, siswa SMA N 3 Tapung meminta agar Aldela dipecat dari ...


Peserta Pemilu dan Tim Quick Count Kecewa, Pintu Sekretariat PPK Labuan DigembokDugaan Korupsi Anggaran Publikasi Humas Pemkab Bangka BaratDiduga Kurir Sabu Bergentayangan Di Daerah Sungai SembilanKorban Tsunami Alami Kerugian, Petinggi Balai TN Ujungkulon Terkesan Lakukan PembiaranKinerja BLP2A Kota Surabaya Layak Di Sorot Terkait Aset Kendaraan dan Kepemilikan BPKBGubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluDiduga DD Ganggaeng Tahun 2018 Tak Direalisasi, Kecamatan Picung Ambil Jurus
Laporan KhususPemkab Samosir Raih WTP Kali KeduaSamosir, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ...


Kalteng Qualiti Expo 2019: Pemkab Gumas Akan Promosi Tahura Lapak JaruBupati OKU Melaunching Angkutan Perkotaan Bus Rapid Transit Makna Nama Raja Uti Bagi Orang BatakPemkab Bina Ukhuwah Islamiyah Semangat Persatuan Menuju PALI Serasi NiaLurah Baru Menjadi Semangat Baru Bagi Kelurahan Pondok Cabe IlirSekda: Jabatan Pegawai Sesuai Kompetensi Lahirkan Pemerintahan Yang BaikPemkab Tangerang Peduli Pola Hidup Bersih Dan Sehat Di Pondok Pesantren