Selasa, 26 Maret 2019 - 06:20:08 WIB
Sidang Putusan di PN BLB, Hanya Dibacakan Dua Orang HakimKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 62 kali

Baca Juga:Dituduh Memalsukan Surat, Redjo Fredy dan Soenarjono Terancam 6 Tahun PenjaraTidak ada bangku, Murid di Karo Belajar di LantaiDari 43 Hektar Kini Tinggal 23 Hektar, Situ Kelapa Dua Disulap Jadi PerumahanPetani Yang Mulia Memperingati Hari Tani

Kab Bandung, Jaya Pos

Sidang pembacaan putusan perkara Curanmor terhadap terdakwa Dicky Rahmad yang dilaksanakan pada 19 Maret 2019 lalu berjalan tidak sempurna. Sebab saat persidangan berlangsung majelis hanya dihadiri 2 (dua) orang hakim.

Padahal sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yaitu : (1) Pengadilan memeriksa, mengadili, dan memutus perkara dengan susunan majelis sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang hakim, kecuali undang-undang menentukan lain. (2) Susunan hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari seorang hakim ketua dan dua orang hakim anggota.

Penjelasan mengapa majelis sekurang-kurangnya harus 3 (tiga) orang hakim, dikatakan bahwa apabila terjadi  perbedaan pendapat hukum antara majelis yang  bermusyawarah, maka perbedaan itu diselesaikan dengan voting, atau hitung suara terbanyak. Cara ini sangat logis dan oleh karena itu maka jumlah hakim dalam satu majelis harus ganjil, agar bisa diselesaikan.

Pendapat hakim yang kalah suara, meskipun dia sebagai ketua majelis, harus menyesuaikan dengan pendapat mayoritas, dan untuk itu pendapat yang kalah suara tadi harus dicatatkan dalam satu buku khusus yang dikelola oleh Ketua Pengadilan.

Dari pantauan Jaya Pos saat persidangan berlangsung, 2 (dua) orang hakim Panji Surono, SH.MH sebagai ketua dan Tohari Tapsirin, Bc.IP. SH.MH anggota, tetap saja melanjutkan sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Dicky Rahmad, padahal 1 (satu) lagi hakim anggota Astea Bidarsari, SH.MH tidak hadir dalam pembacaan putusan tersebut.

Untuk mengetahui apa dasar hukumnya sehingga 2 (dua) orang hakim ini tetap ngotot melaksanakan persidangan walaupun sebenarnya 1 (satu) orang anggota majelis tidak lengkap,

Jaya Pos melakukan konfirmasi ke Humas PN BLB Heru Dinarto, SH.MH, dalam wawancara tersebut Heru mengatakan seharusnya dalam setiap persida­ngan majelis harus berjumlah 3 (tiga) orang hakim, karena menurutnya itu sudah menjadi perintah Undang-Undang, kalaupun seandainya salah satu anggota majelis sedang berhalangan hadir, maka majelis bisa meminta kepada hakim lainnya untuk menggantikan posisi dari hakim yang sedang berhalangan paparnya.

Heru juga menambahkan kalaupun memang ada persidangan yang hanya dihadiri 2 (dua) orang hakim, itu juga bisa berjalan/sah, asalkan majelis sudah terlebih dahulu bermusyawarah sebelum pembacaan putusan dilaksa­nakan.

Sebelum mengakhiri wawancara Humas PN BLB mengatakan akan melaporkan informasi ini kepada Ketua PN BLB, Hisar Hamonangan Purba, SH.MH. Masih dilingkungan PN BLB, Jaya Pos memperoleh informasi, kalau majelis ini memang sudah beberapa kali terpantau awak media melaksanakan persidangan walaupun anggota majelisnya tidak lengkap.

Untuk menjaga kewibawaan para hakim dan peradilan yang benar-benar memenuhi rasa keadilan bagi semua orang, maka para hakim seharusnya tunduk pada undang-undang yang telah mengatur tentang kekuasan kehakiman dan bukan menjadi penguasa di kehakiman.(HendriH)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59297)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51159)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (26985)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14483)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13909)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13610)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13525)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12917)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9291)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8932)
Bedah JayaposDiduga Korupsi, Siswa Tuntut Kepsek SMAN 3 Tapung Segera DipecatPekanbaru, Jaya Pos Dalam aksi mogok belajar, siswa SMA N 3 Tapung meminta agar Aldela dipecat dari ...


Peserta Pemilu dan Tim Quick Count Kecewa, Pintu Sekretariat PPK Labuan DigembokDugaan Korupsi Anggaran Publikasi Humas Pemkab Bangka BaratDiduga Kurir Sabu Bergentayangan Di Daerah Sungai SembilanKorban Tsunami Alami Kerugian, Petinggi Balai TN Ujungkulon Terkesan Lakukan PembiaranKinerja BLP2A Kota Surabaya Layak Di Sorot Terkait Aset Kendaraan dan Kepemilikan BPKBGubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluDiduga DD Ganggaeng Tahun 2018 Tak Direalisasi, Kecamatan Picung Ambil Jurus
Laporan KhususPemkab Samosir Raih WTP Kali KeduaSamosir, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ...


Kalteng Qualiti Expo 2019: Pemkab Gumas Akan Promosi Tahura Lapak JaruBupati OKU Melaunching Angkutan Perkotaan Bus Rapid Transit Makna Nama Raja Uti Bagi Orang BatakPemkab Bina Ukhuwah Islamiyah Semangat Persatuan Menuju PALI Serasi NiaLurah Baru Menjadi Semangat Baru Bagi Kelurahan Pondok Cabe IlirSekda: Jabatan Pegawai Sesuai Kompetensi Lahirkan Pemerintahan Yang BaikPemkab Tangerang Peduli Pola Hidup Bersih Dan Sehat Di Pondok Pesantren