Selasa, 02 Oktober 2012 - 07:08:15 WIB
Pengerjaan Jalan Susukan - Sukarame DipertanyakanKategori: Banten - Dibaca: 385 kali

Baca Juga:Pencuri Motor Babak Belur Dihajar MassaProyek Betonisasi Membahayakan Pengguna JalanSejumlah WP Merasa Dipersulit Mengurus STNK di Samsat RancaekekPembentukan Desa Bagan Limau Bertentangan Dengan UU

Pandeglang, Jaya Pos

Prosedur pengerjaan jalan lingkungan di Kampung Susukan, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang dipertanyakan aparatur pemerintah setempat, baik kecamatan maupun desa.

Pasalnya, pihak pemborong yang membangun jalan sepanjang 390 meter x 3 meter tersebutm hingga berita ini diturunkan, belum pernah berkoordinasi. Kenyataan itu dibenarkan E Supriyadi, Kepala Desa Sukarame dan Yayat Supriyatna, Kasie Pembangunan, juga Adna, Sekretaris Camat Carita.

E Supriyadi atau lebih di kenal Abah Jangkung, menganggap pihak pemborong telah mengesampingkan etika dan prosedur sekaligus dirinya merasa tidak dihargai atas sikap dan ulah pemborong.

Menurut Jangkung, apapun peristiwa dan kejadian, baik yang positif maupun negative, kepala desa jelas harus mengetahui atau diberitahu. Sebab menurutnya, kepala desa selaku pemegang kebijakan di level awal ketika ada warga yang bertanya harus bisa menjawab sekecil apapun pertanyaan yang dilontarkan.

“Saya terus terang merasa kecewa atas sikap pemborong seperti itu. Harusnya, ketika dia masuk ke satu wilayah jelas harus izin atau permisi dulu pada pemilik wilayah, bukan berarti mengesampingkan etika sekalipun dia bertujuan baik, minimal ada tatakrama,” kata Jangkung.

Sementara Yayat Supriyatna, mengatakan hal yang sama. Yayat, meski ada di posisi pembangunan lintas desa tidak bisa memberikan keterangan terkait kondisi jalan, yang konon katanya, sudah rampung di kerjakan. “Saya tidak bisa memberikan gambaran maupun keterangan pengerjaan jalan susukan. Sebab, dari buku catatan saya bahwa pengerjaan Jalan Susukan, sampai saat ini, belum ada informasi, baik menyangkut anggaran dan prosedur lain. Kedua, belum terpasang papan transparasi, yang seharusnya papan proyek itu menurut aturan dan UU 22 tahun 1999 lebih awal dipasang sebelum pengerjaan di mulai,” ujar Yayat.

Sementara Adna tak bisa berkata banyak. Ia hanya mengatakan “Rabu kemarin, 26 September, ada dari pihak pemborong datang ke kantor kecamatan membawa selembar kertas SPL, maksudnya minta ditanda tangani oleh camat dan kepala desa. Akan tetapi, sampai hari ini (27/9-red), kertas itu masih dibiarkan terlatak di meja kasie pembangunan. Disamping  pak camat nya hari itu tidak ada, beliau pun berpesan tidak akan menanda tangani SPL itu tanpa lebih dahulu ditanda tangani Kades Sukarame”.

Sebelumnya Asep selaku pihak konsultan merangkap tekhnik yang langsung monitoring di lokasi kegiatan sudah lebih awal memberikan peringatan pada pihak pemborong agar segera menyelesaikan hal-hal yang sifatnya tekhnis maupun non tekhnis, seperti melakukan koordinasi dengan Muspika dan kepala desa setempat, atau hal-hal lain yang sifanya berkaitan dengan persyaratan pengerjaan. “Terus terang, saya tidak akan menanda tangani apapun bentuk SPJ yang datang ke meja saya apabila ada hal-hal yang dirasa urgent, terutama menyangkut pengerjaan Jalan Susukan,” tegas Asep.

Menurut Pudin, pelaksana lapangan, melalui telepon selulernya, disamping dirinya hanya sebagai bawahan, ia juga tidak bisa memutuskan apapun yang terjadi di lokasi kegiatan. “Adapun sebatas menyampaikan keluhan dan amanat yang sifatnya penting, pasti saya sampaikan pada pak Jali selaku Direktur CV Tunas Baduy Utama”.

Dari sumber yang bisa dipercaya, proyek Jalan Susukan itu dikerjakan CV Tunas Baduy Utama melalui anggaran APBD sejumlah Rp 95 juta dengan masa pengerjaan 60 hari dengan ukuran panjang 390 meter x 3 meter. Yan/Rus


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51496)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49434)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14978)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13806)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11865)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9275)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres