Selasa, 02 Oktober 2012 - 07:40:08 WIB
Laurencius Manurung SH MH: Putusan Majelis Hakim Tunggal PN Medan Tidak SahKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 362 kali

Baca Juga:Tragis, Pohon Tumbang Timpa Gedung SDN 22 Tanjung Baru Baturaja Masyarakat Minta Jalan Punggur Segera DilebarkanKantor Kepala Desa Langkan Selalu TutupPengerjaan Jalan Susukan - Sukarame Dipertanyakan

Medan, Jaya Pos

Dalam amar putusan sela yang dibacakan majelis hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Medan pada sidang perkara praperadilan (prapid) terhadap tersangka Weni (40), pemohon, warga Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan, Laurencius Manurung SH MH selaku kuasa hukum pemohon dengan tegas menyampaikan rasa kecewanya terhadap majelis hakim tunggal Waspin Simbolon SH yang menggelar sidang dan memutuskan perkara tersebut tanpa dihadiri oleh pihak kuasa hukum pemohon.

Hal tersebut diungkapkannya kepada Jaya Pos, baru-bari ini, di PN Medan. “Putusan praperadilan yang dibacakan majelis hakim Waspin Simbolon SH tidak mutlak dan tidak sah tanpa dihadiri oleh kuasa hukum pemohon. Hanya terlambat waktu sedikit saja majelis hakim langsung menggelar sidang dan membacakan putusan,” ungkapnya dengan rasa kecewa terhadap putusan majekis hakim.

Masih menurutnya, bagaimana para pemohon akan mengajukan praperadilan sementara majelis hakim tidak mempertimbangkan konklusi (kesimpulan) dari pihak pemohon.

Ditambahkannya, dari keterangan saksi di persidangan, seperti saksi Kepala Lingkungan Heri Irwansyah di hadapan majelis hakim dan pihak termohon menerangkan, pada waktu polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka Weni di Cafe Hitam Putih (TKP), saksi ada menandatangani Berita Acara Penggeledahan pada malam hari tanggal 11 Juli 2012, Rabu malam Kamis. “Dan menurut kuasa hukum pemohon saksi telah berbohong, sebab dalam persidangan termohon menyatakan bahwa saksi tidak ada menandatangani Berita Acara Penggeledahan,” tegas Laurencius.

Dijelaskannya, sebelum mengambil putusan seharusnya majelis hakim mempertimbangkan konklusi dari pihak kusa hukum pemohon. Dalam kesimpulan terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh majelis hakim.

Seperti, dalam kesimpulan Laurencius menambahkan, saksi dari pihak kepolisian dan keterangan saksi kepala lingkungan telah terjadi kontradiksi antara keluarga di persidangan dan fakta surat jelas telah terbukti ada kebohongan.

Dari bukti surat yaitu surat perintah penahanan lanjutan yakni tanggal penerbitan dan tanggal penyerahan tidak sesuai dengan ketentuan KUHAP. “Hal ini jelas perbutan termohon telah menyimpang melanggar hukum acara sehingga patut dipertimbangkan majelis hakim praperadilan,” tegasnya.

Disebutkannya, pelaksanaan penggeledahan rumah dan kamar pemohon telah menyimpang dan melanggar pasal 33 ayat 3 dan ayat 4 KUHAP, dan oleh karena pelaksanaan permulaan penggeladahan telah menyimpang dari hukum acara yang serangkai dengan pelaksanaan penangkapan tersangka (pemohon), dinyatakan menjadi tidak sah. Selanjutnya penahanan juga telah terjadi penyimpangan melanggar pasal 21 ayat 3 KUHAP, maka dapat disimpulkan bahwa penahanan pemohon tidak sah.Agung P/Fitri


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60455)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (57299)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52249)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15762)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15046)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14841)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (14673)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14526)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14134)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (10058)
Bedah JayaposDiduga Tidak Sesuai Spek dan RAB Pekerjaan TPT AmbrolPandeglang, Jaya Pos Pekerjaan preservasi Jl. Saketi – Simpang Labuan yang sedang dikerjakan, ...


Pembangunan Pamsimas Di Desa Putat Diduga Mark UpDua Periode Jabatan Bupati Agam, Jalan dan Jembatan di Kecamatan Ampek Nagari Masih Ditemukan Rusak Goliong, Kontraktor Asal Sungailiat Bangka MeradangLSM Gasak Desak Kejagung Awasi Kejari Ketapang Tangani Kasus Dugaan Korupsi Dana DesaAnggaran DD Tahun 2018 Untuk Pembelian Sepeda Raib Tak BerwujudJudi Kim Kembali Marak di TanjungpinangPekerjaan Paket PISEW di Desa Banjarwungu dan Kemuning Jadi Ajang Bancakan
Laporan KhususRaih WTP Lima Kali Berturut, Pemkab Tanah Datar Dianugerahi Penghargaan Tingkat NasionalTanah Datar, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kembali sukses meraih penghargaan tingkat nasional. ...


Wabup Shodiq Pastikan Warga Terdampak Kabut Asap Terlayani Walikota Kota Depok M Idris: Al Qur'an Merupakan Pedoman HidupPemkab OKU Peringati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2019Roni Mulyadi Dt Bungsu Ketua DPRD Tanah Datar 2019-2024Bupati Hadiri Puncak Hari Santri MTQ Tingkat Kota Depok XX Melombakan 21 CabangAntisipasi Banjir, PT Telkom Kecamatan Jatibarang Bersihkan Saluran