Jumat, 05 April 2019 - 05:37:05 WIB
Lanjutan Kasus Signature Park, Warga Harapkan Hakim Bersikap Adil Dan Obyektif Kategori: Jakarta - Dibaca: 40 kali

Baca Juga:Tragis, Pohon Tumbang Timpa Gedung SDN 22 Tanjung Baru Baturaja Masyarakat Minta Jalan Punggur Segera DilebarkanKantor Kepala Desa Langkan Selalu TutupPengerjaan Jalan Susukan - Sukarame Dipertanyakan

Jakarta, Jaya Pos

Sidang lanjutan gugatan perdata antara ahli waris selaku penggugat melawan Apartemen Signature Park selaku tergugat di Pengadilan Ne­geri Jakarta Timur, dilakukan Kamis ( 28/3) dengan agenda putusan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa gugatan ini dilakukan ahli waris terhadap Apartemen Signature Park atas pembatalan perdamaian. Pasalnya, dinilai cacat hukum dan ditemukan kejanggalan yakni berupa tanda tangan ahli waris orang yang sudah meninggal.

Sebelum persidangan puluhan ahli waris atas tanah di Cawang Jakarta Timur melakukan aksi di depan halaman kantor Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hal teraebut dilakukan dengan harapan putusan hakim atas gugatan mereka terhadap apartemen berpihak kepada ahli waris.

Patuan Anggi Nainggolan selaku kuasa hukum ahli waris menjelaskan sidang kali ini terpending, “Ini wajar saja terpending pasalnya menyangkut kebenaran mungkin majelis  belum siap. Karena hal ini diperlukan hakim-hakim yang jujur dan objektif dan tidak boleh salah karen yang tertindas rakyat miskin,” jelasnya kepada wartawan. “Karena saya lihat data - datanya benar dan lawannya orang besar pengusaha dan banyak uang, saya prihatin dan mau membantu mereka agar tidak tertindas,” tandas Patuan.

Menurut Patuan, jadi tidak ada alasan majelis untuk tidak membatalkan perjanjian akta di notaris yang di rekayasa tersebut. Pasalnya tidak mungkin orang meninggal bisa menandatangani, akta itu mereka tidak pernah lakukan dan ahli waris tidak pernah melakukan perdamaian.

Masih kata Patuan, bahwa pihaknya telah melaporkan seorang notaris yang diduga membuat akte perdamaian antara penggugat dengan tergugat. “Kita berharap polisi objektif sesuai dengan Undang-Undang, sudah jelas kan faktanya pasal 266 hukumannya diatas 5 tahun, masa orang meninggal dimasukan ke dalam aktenya itu,” ujarnya.

Sebelumnya pernah dilakukan mediasi sebelum masuk pokok perkara sesuai dengan Sema Nomor 1 Tahun 2016 namun dalam mediasi pada tahun 2011 timbul akte tersebut. “Dari sana baru kita mengetahui dan dipelajari bahwa tidak masuk di akal dalam akte perdamaian masa orang meninggal bisa masuk dan tidak semua ahli waris dilibatkan, bahkan pemiliknya orang lain bukan klien kami,” ungkap Patuan.

Patuan menegaskan ja­di tidak pernah ada perda­maian dan dalam akte per­damaian tersebut juga ditemukan kejanggalan yakni munculnya nama seseorang yang telah meninggal.”Perdamaian pada tahun 2011 sedangkan yang meninggal tahun 2008, makanya polisi tangkap notaris itu,” pungkasnya. (@D2)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59296)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51159)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (26985)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14483)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13909)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13610)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13525)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12917)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9291)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8932)
Bedah JayaposDiduga Korupsi, Siswa Tuntut Kepsek SMAN 3 Tapung Segera DipecatPekanbaru, Jaya Pos Dalam aksi mogok belajar, siswa SMA N 3 Tapung meminta agar Aldela dipecat dari ...


Peserta Pemilu dan Tim Quick Count Kecewa, Pintu Sekretariat PPK Labuan DigembokDugaan Korupsi Anggaran Publikasi Humas Pemkab Bangka BaratDiduga Kurir Sabu Bergentayangan Di Daerah Sungai SembilanKorban Tsunami Alami Kerugian, Petinggi Balai TN Ujungkulon Terkesan Lakukan PembiaranKinerja BLP2A Kota Surabaya Layak Di Sorot Terkait Aset Kendaraan dan Kepemilikan BPKBGubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluDiduga DD Ganggaeng Tahun 2018 Tak Direalisasi, Kecamatan Picung Ambil Jurus
Laporan KhususPemkab Samosir Raih WTP Kali KeduaSamosir, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ...


Kalteng Qualiti Expo 2019: Pemkab Gumas Akan Promosi Tahura Lapak JaruBupati OKU Melaunching Angkutan Perkotaan Bus Rapid Transit Makna Nama Raja Uti Bagi Orang BatakPemkab Bina Ukhuwah Islamiyah Semangat Persatuan Menuju PALI Serasi NiaLurah Baru Menjadi Semangat Baru Bagi Kelurahan Pondok Cabe IlirSekda: Jabatan Pegawai Sesuai Kompetensi Lahirkan Pemerintahan Yang BaikPemkab Tangerang Peduli Pola Hidup Bersih Dan Sehat Di Pondok Pesantren