Sabtu, 06 April 2019 - 07:47:04 WIB
Ratusan Ha Kawasan Ekosistem Gambut di Ketapang Digarap Secara IlegalKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 97 kali

Baca Juga:Tragis, Pohon Tumbang Timpa Gedung SDN 22 Tanjung Baru Baturaja Masyarakat Minta Jalan Punggur Segera DilebarkanKantor Kepala Desa Langkan Selalu TutupPengerjaan Jalan Susukan - Sukarame Dipertanyakan

Pelaku me­ngaku dari koperasi, namun ironis izin koperasinya masih dalam proses. Selain melakukan land clearing, pelaku juga telah membangun kanal-kanal serta drainase di kawasan tersebut.

Ketapang, Jaya Pos

Ratusan hektare Kawasan Ekosistem Gambut Lindung dengan ketebalan diatas 10 meter di Desa Pelang Kecamatan MHS, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat digarap secara ilegal.

Kawasan tersebut kini luluh-lantak setelah sejumlah alat berat berupa eksavator dan grader digunakan untuk melakukan proses land clearing, sebagian kawasan itu juga masih berpotensi adanya tegakan kayu yang bernilai ekonomis. Namun tegakan kayu tersebut juga turut dibantai secara ilegal serta digunakan untuk pondasi perkerasan akses jalan di lokasi garapan.

Pelaku mengaku dari koperasi, namun ironis izin koperasinya juga masih dalam proses. Selain melakukan land clearing, pelaku juga telah membangun kanal-kanal serta drainase di kawasan tersebut. Tentu saja dalam hal ini pelaku melanggar PP No 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

Selain ekosistem gambut, masyarakat juga menemukan adanya habitat orang utan. Hal itu juga dibenarkan oleh salah satu aktivis lingkungan dari Yayasan International Animal Rescue (IAR) Kab Ketapang. 

" Iya betul bang, kami juga sudah melakukan verifikasi soal laporan tersebut dan pada hari Sabtu lalu kami bertemu orang utan di salah satu spot hutan yang terfragmentasi di lokasi pembukaan lahan tersebut,” katanya.

Yayasan IAR sebagai mitra dari BKSDA Kalbar juga sudah melaporkan hal ini dan berkoordinasi ke BKSDA Ketapang. “Kini kami masih menunggu instruksi lebih lanjut dari BKSDA mengenai hal tersebut,” pungkasnya melalui Whatsapp, (27/3).

Akhmad Yamani, Kasi Binus dan Produksi Perkebunan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kab Ketapang yang dikonfirmasi Jaya Pos, terkait aktifitas tesebut, (26/3) menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui serta tidak pernah mengeluarkan izin dalam bentuk apapun terkait keberadaan aktifitas di lokasi gambut tersebut.

Begitu pula Lomto, Kasi Tata Ruang DPUTR Kab Ketapang, saat dikonfrimasi, (26/3) menegaskan belum pernah dari pihak manapun datang kepadanya untuk minta permohonan arahan lahan terkait penggarapan kawasan gambut tersebut.(Agustinus)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51229)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32161)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14701)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13989)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13830)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9830)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9008)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional