Sabtu, 06 April 2019 - 07:47:04 WIB
Ratusan Ha Kawasan Ekosistem Gambut di Ketapang Digarap Secara IlegalKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 202 kali

Baca Juga:Tragis, Pohon Tumbang Timpa Gedung SDN 22 Tanjung Baru Baturaja Masyarakat Minta Jalan Punggur Segera DilebarkanKantor Kepala Desa Langkan Selalu TutupPengerjaan Jalan Susukan - Sukarame Dipertanyakan

Pelaku me­ngaku dari koperasi, namun ironis izin koperasinya masih dalam proses. Selain melakukan land clearing, pelaku juga telah membangun kanal-kanal serta drainase di kawasan tersebut.

Ketapang, Jaya Pos

Ratusan hektare Kawasan Ekosistem Gambut Lindung dengan ketebalan diatas 10 meter di Desa Pelang Kecamatan MHS, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat digarap secara ilegal.

Kawasan tersebut kini luluh-lantak setelah sejumlah alat berat berupa eksavator dan grader digunakan untuk melakukan proses land clearing, sebagian kawasan itu juga masih berpotensi adanya tegakan kayu yang bernilai ekonomis. Namun tegakan kayu tersebut juga turut dibantai secara ilegal serta digunakan untuk pondasi perkerasan akses jalan di lokasi garapan.

Pelaku mengaku dari koperasi, namun ironis izin koperasinya juga masih dalam proses. Selain melakukan land clearing, pelaku juga telah membangun kanal-kanal serta drainase di kawasan tersebut. Tentu saja dalam hal ini pelaku melanggar PP No 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

Selain ekosistem gambut, masyarakat juga menemukan adanya habitat orang utan. Hal itu juga dibenarkan oleh salah satu aktivis lingkungan dari Yayasan International Animal Rescue (IAR) Kab Ketapang. 

" Iya betul bang, kami juga sudah melakukan verifikasi soal laporan tersebut dan pada hari Sabtu lalu kami bertemu orang utan di salah satu spot hutan yang terfragmentasi di lokasi pembukaan lahan tersebut,” katanya.

Yayasan IAR sebagai mitra dari BKSDA Kalbar juga sudah melaporkan hal ini dan berkoordinasi ke BKSDA Ketapang. “Kini kami masih menunggu instruksi lebih lanjut dari BKSDA mengenai hal tersebut,” pungkasnya melalui Whatsapp, (27/3).

Akhmad Yamani, Kasi Binus dan Produksi Perkebunan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kab Ketapang yang dikonfirmasi Jaya Pos, terkait aktifitas tesebut, (26/3) menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui serta tidak pernah mengeluarkan izin dalam bentuk apapun terkait keberadaan aktifitas di lokasi gambut tersebut.

Begitu pula Lomto, Kasi Tata Ruang DPUTR Kab Ketapang, saat dikonfrimasi, (26/3) menegaskan belum pernah dari pihak manapun datang kepadanya untuk minta permohonan arahan lahan terkait penggarapan kawasan gambut tersebut.(Agustinus)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59543)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51405)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43006)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14887)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14169)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13994)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13733)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13187)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10960)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9168)
Bedah JayaposPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPangkep, Jaya Pos Pekerjaan Jalan Singkai terkesan amburadul alias asal-asalan. Pekerjaan yang menggunakan ...


Pungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan RawamangDiduga Zonasi Kearipan Lokal Garut Labrak Permendikbud No 14 Tahun 2018Proses NUPTK Diwarnai PungliEmbung Pembawa MautProyek Jalan Siduk Ketapang Rp 42 Miliar Diduga Menyimpang
Laporan KhususPemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Karawang, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus ...


Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di ManadoWabup Mojokerto Berangkatkan Jalan Santai Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019Sekda : SOPD Gumas Diharapkan Capai Target APBD 2019Ratusan Peserta ICGE dari Berbagai Negara Hadir di Kota Padang PanjangWakil Ketua I DPRD Imbau OPD Terkait Ikuti Pembahasan KUA dan PPAS TA 2020