Rabu, 03 Oktober 2012 - 06:55:47 WIB
Dinas Kelautan & Perikanan Ajukan Dana Pengerukan ke PusatKategori: Tangerang - Dibaca: 401 kali

Baca Juga:Kinerja Ketua UPK Kecamatan Panimbang Dipertanyakan Jon Enardi Kembalikan Formulir PendaftaranSecurity Mogok Kerja, Conoco Philips Bebas PengamananJR Kepri Pembina Upacara Hari Jadi Provinsi Kepri di SMPN 20 Batam

Tangerang, Jaya Pos

Nasib dermaga dan tempat pelelangan ikan (TPI) Cituis, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang terlantar sejak empat tahun lalu, kini menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, apakah akan mengucurkan dana untuk mengatasi pendangkalan atau tidak.

Jika dana tersebut tidak juga dikucurkan, dipastikan sampai kapanpun dermaga dan TPI tersebut tidak akan dapat dipungsikankan lantaran pendangkalan sudah mencapai radius 2 km dari bibir pantai.

“Masalah dermaga dan TPI Cituis yang sampai saat ini belum dioperasikan lantaran terjadinya penangkalan, sudah pernah dibahas dengan Pemerintah Provinsi Banten. Dan, sejak beberapa waktu lalu kami telah mengajukan dana pengerukan lumpur kepada pemerintah pusat, dan mudah-mudahan akan segera terealisasi,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tangerang, H Endang Kosasih kepada Jaya Pos.

Endang mengaku, selama ini pihaknya tidak tutup mata dengan kondisi dermaga dan TPI yang didanai oleh pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) itu. Hanya saja karena terbentur masalah biaya yang cukup untuk mengeruk lumpur, pihaknya tidak dapat berbuat banyak.

Ditanya mengenai informasi bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang pada tahun 2010 lalu telah mengucurkan dana pemeliharan yang besarnya disebut-sebut miliaran rupiah, Endang mengaku tidak tahu mengetahui mengenai dana tersebut. “Saya baru beberapa bulan menjadi kepala dinas. Yang tau tentang itu adalah Pak Pipin  selaku kepala bidang tangkap dan Crisyanto Hutabarat, hanya saja kedua orang itu sedang tugas luar,”jelasnya.             

Sebagaimana diberitakan, dermaga dan TPI yang terlantar tersebut dibangun sejak tahun 2008 lalu dengan dana sebesar Rp3 miliar.

Salah seorang tokoh nelayan mengatakan, terlantarnya proyek miliaran rupiah yang didanai oleh pemerintah pusat itu, lantaran pembangunan kedua sarana untuk para nelayan itu dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan.

Penyebab lainnya tidak adanya upaya dari pemerintah daerah mengatasi pendangkalan hingga radius dua kilometer yang mengakibatkan kapal para nelayan tidak dapat bersandar.

“Kita menduga tidak beroperasinya dermaga dan TPI itu karena terhambat dengan sederet ketidak beresan atas pembangunannya. Hal ini  merupakan bukti belum seriusnya Pemkab Tangerang untuk mengangkat derajat perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai nelayan,” sesalnya.

Ironisnya lagi, kata tokoh nelayan yang namanya enggan disebut itu, selain dermaga dan TPI yang terlantar, tidak jauh dari lokasi dermaga dan TPI, pemerintah pusat juga membangun dok atau tempat perbaikan kapal senilai Rp2 miliar, dan juga tidak dapat digunakan.   

Berdasarkan pengamatan, saat ini lantai dermaga sudah mengalami retak dan bisa memicu terjadinya ambrol. Lumpur dan batu dibiarkan begitu saja alias tidak dikeruk pada area pendaratan atau penambatan kapal dan perahu nelayan, serta bangunan pagar dibiarkan acak-acakan tidak terurus.

Sementara berdasarkan informasi, pada tahun 2010 lalu Pemkab Tangerang telah menganggarkan dana rehab atau perbaikan dermaga dan TPI miliaran rupiah. “Bukan hanya satu tahun anggaran uang rakyat yang dialokasikan Pemkab Tangerang untuk  dermaga dan TPI.
Tahun sebelumnya miliaran uang rakyat sudah terkuras, akan tetapi hingga saat ini masih belum dapat difungsikan.bung


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66633)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60961)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18434)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16290)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15554)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15269)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14958)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14720)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10936)
Bedah JayaposDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKetapang, Jaya Pos Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Suap dan Anti Korupsi (LSM Gasak) Ketapang ...


Kejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk Poniyem
Laporan KhususOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiCirebon, Jaya Pos Acep Rianto, Ketua Lacak meminta kepada masyarakat untuk mengawal terus anggaran negara ...


Kerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat Sejahtera