Selasa, 16 April 2019 - 07:58:43 WIB
Kabupaten OKI Perketat Pengawasan Orang AsingKategori: Sumatera Selatan - Dibaca: 79 kali

Baca Juga:Dinas Kelautan & Perikanan Ajukan Dana Pengerukan ke PusatKinerja Ketua UPK Kecamatan Panimbang Dipertanyakan Jon Enardi Kembalikan Formulir PendaftaranSecurity Mogok Kerja, Conoco Philips Bebas Pengamanan

Kayuagung, Jaya Pos

Demi mengantisipasi pelanggaran hukum keimigrasian, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan bersama pihak terkait mengambil langkah untuk memperketat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) yang bekerja maupun berkunjung di wilayah itu.

Kepala Badan Kesbangpolinmas OKI Drs H Ambiah AB MSi mengatakan, pengawasan dilakukan secara periodik dan bekerjasama dengan sejumlah pihak, seperti Kepolisian, Kejaksanaan, Imigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Dukcapil.

Pihaknya juga meminta kepada Ketua RT dan RW ikut membantu dalam pengawasan WNA dan melaporkan secara berkala keberadaan orang asing di lingkungan­nya. “Kami minta kepada masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan orang asing. Kami minta Ketua RT dan RW untuk melaporkan keberadaan orang asing di lingkungannya secara berkala,” tukasnya, Senin, (8/4).

Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, jumlah WNA yang tinggal di OKI sebanyak 151 orang, data ini berdasarkan Penerbitan Kartu Tinggal Sementara (KITAS) yang dikeluarkan pihak Imigrasi.

“Mereka ini rata-rata bekerja sebagai tenaga kerja asing dan lainnya. Tersebar di beberapa perusahaan pengelola kehutanan, perkebunan dan infrastruktur,” ungkap Syaiful, Perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Palembang.

Ditambahkan Syaiful, kesulitan dalam pendataan orang asing karena perusahaan maupun sponsor tenaga kerja asing tersebut enggan melaporkan secara berkala keberadaan orang asing di wilayahnya.

“Kalau sudah ditindak baru mereka laporkan, ini tentu perlu kerjasama berbagai pihak terutama perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja asing,” tukas­nya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten OKI, Tohiriyanto mengungkapkan tenaga kerja asing yang terdaftar di Disnakertrans OKI sebanyak 130 orang, 90 orang diantaranya ada di PT OKI Pulp Sungai Baung Air Sugihan. “Mungkin ada perbedaan data, karena yang dilaporkan ke kami, WNA yang berstatus bekerja. Kita sudah data jumlahnya ada 130 orang,” ungkap Tohir.

Untuk itu menurut Tohir, pihaknya melaksanakan peng­awasan dan pendataan TKA dilakukan periodik 6 kali dalam satu tahun. Pengawasan meliputi pemeriksaan dokumen yang diperlukan seperti paspor, visa dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).

Satintelkam Polres OKI melalui IPDA Indra Gunawan mengungkapkan, dalam pengawasan orang asing, Polres OKI menggandeng pengusaha perhotelan untuk melaporkan jika ada tamu orang asing atau WNA.

“Kami mengimbau kepada para pemilik atau pengelola hotel untuk melaporkan orang asing yang menginap agar bisa dipantau,” ujarnya.(Toyo)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59698)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52464)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14309)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12403)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9328)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik