Minggu, 21 April 2019 - 06:13:12 WIB
Makna Nama Raja Uti Bagi Orang BatakKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 112 kali

Baca Juga:Menghadapi Penambang Liar, Dinas Pertambangan dan Dishub Trenggalek Diam Tak BerdayaImigrasi Sambas Berikan Pelayanan OptimalBantaeng Juara 1 Lomba Kelompok Peternak Tingkat ProvinsiDinas Kelautan & Perikanan Ajukan Dana Pengerukan ke Pusat

Catatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian Kedelapan

Sebutan Raja Uti memiliki makna yang sangat sakral bagi warga Batak, dimana kata Uti mengartikan cuci, bersih dan tidak berbaur dengan yang kotor.

Dengan demikian semua orang yang memahami acara sakral suka dengan sebutan Uti, sebab semua kalangan bisa menerimanya. Dengan demikian ketika manusia ingin menyampaikan pesan Eyang kita selalu mengaku Raja Uti. Karena banyak pemahaman kita, ya mengakui dirinya dirasuki Raja Uti, tentu para pengikutnya lebih hati-hati berbicara apalagi berbuat.

Setelah Raja Uti menerima amanah dari Allah (Mula Jadi Nabolon) dia pun memilih tempatnya di sala satu tempat di puncak Gunung Pusuk Buhit yang kita kenal Harangan Sihumonong (Hutan Ajaib).

Jika kita berpikir secara logika tidak mungkin ada hutan disana dan sumber air di liang berdekatan dengan liang yang berada dekat pohon kayu besar. Akan tetapi bagi ilahi tidak ada kata tidak mungkin, semuanya bisa terjadi sesuai kehendak­nya.

Setelah beberapa lama Raja Uti bermukim di Gua Sakti di Harangan Sihumonong, dia pun ingin menggenapi permintaannya. Pada suatu ketika dia meminta kepada Allah (Mula Jadi Nabolon), bersujud seraya berkata “ingkon patuduon Mu do Ompung inganan nasumoding jala tano namarmiak di ahu jala dang adong disi uap ni manisia. Artinya, “Ya Allah, tunjukkanlah tempan yang sakral dan tanah yang subur bagiku yang tidak dihuni manusia.

Allah pun mendengar permintaan Raja Uti serta memberi petunjuk kepadanya agar membentangkan Tongkat Saktinya. “Taguak manuk sahali habang ma ibana sian Pusuk Buhit tu daerah Barus.” Artinya, pada jam satu malam dia pun terbang dari Gunung Pusuk Buhit menuju Barus.

Setibanya di Barus, persisnya di Lobutua dia pun menginjakkan kakinya. Namun permintaannya tidak terkabulkan sebab di daerah itu sudah menjadi hunian manusia. Lalu dia kembali meminta kepada Yang Maha Kuasa agar tanah tersebut diberkati menjadi tanah penghasil mi­nyak.

Tidak berapa lama dia pun terbang ke salah satu tempat yang tidak dihuni manusia. Tempat itu kita kenal dengan nama Pulau Mursala. Pulau ini sangat ajaib, dari gunung mengalir sumber air yang jernih dan murni.

Menurut pengakuan beberapa pengunjung yang pernah pergi kesana, menyebutkan tempat itu memiliki ragam bebatuan, ragam pepohonan demikian juga binatang berbisa. Ketika Raja Uti bermukim di tempat tersebut, namanya berganti menjadi Raja Jauh. “Namaringan di jauh mandompakkon Toba”. Artinya, walaupun dia bermukim di tempat yang jauh selalu memperhatikan daersh Toba.(***)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59567)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51426)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (44031)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14911)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14186)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14014)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13754)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13213)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11114)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9192)
Bedah JayaposPengelolaan Dana Pokir Desa Bojongkeding Diduga Sarat KKNSubang, Jaya Pos Kultur perilaku korup birokrasi di negeri ini kian hari semakin kompleks dan parah. Korupsi ...


Kantor Terbengkalai Rapat Malah Digelar di Rumah KadesAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan Amburadul
Laporan KhususZAF International Semakin Diminati MasyarakatDepok, Jaya Pos ZAF International merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dengan pengembangan Sumber ...


Pembangunan Tanggul Banjir Blok Pulo Direspon Positif MasyarakatApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019