Minggu, 21 April 2019 - 06:13:12 WIB
Makna Nama Raja Uti Bagi Orang BatakKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 66 kali

Baca Juga:Menghadapi Penambang Liar, Dinas Pertambangan dan Dishub Trenggalek Diam Tak BerdayaImigrasi Sambas Berikan Pelayanan OptimalBantaeng Juara 1 Lomba Kelompok Peternak Tingkat ProvinsiDinas Kelautan & Perikanan Ajukan Dana Pengerukan ke Pusat

Catatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian Kedelapan

Sebutan Raja Uti memiliki makna yang sangat sakral bagi warga Batak, dimana kata Uti mengartikan cuci, bersih dan tidak berbaur dengan yang kotor.

Dengan demikian semua orang yang memahami acara sakral suka dengan sebutan Uti, sebab semua kalangan bisa menerimanya. Dengan demikian ketika manusia ingin menyampaikan pesan Eyang kita selalu mengaku Raja Uti. Karena banyak pemahaman kita, ya mengakui dirinya dirasuki Raja Uti, tentu para pengikutnya lebih hati-hati berbicara apalagi berbuat.

Setelah Raja Uti menerima amanah dari Allah (Mula Jadi Nabolon) dia pun memilih tempatnya di sala satu tempat di puncak Gunung Pusuk Buhit yang kita kenal Harangan Sihumonong (Hutan Ajaib).

Jika kita berpikir secara logika tidak mungkin ada hutan disana dan sumber air di liang berdekatan dengan liang yang berada dekat pohon kayu besar. Akan tetapi bagi ilahi tidak ada kata tidak mungkin, semuanya bisa terjadi sesuai kehendak­nya.

Setelah beberapa lama Raja Uti bermukim di Gua Sakti di Harangan Sihumonong, dia pun ingin menggenapi permintaannya. Pada suatu ketika dia meminta kepada Allah (Mula Jadi Nabolon), bersujud seraya berkata “ingkon patuduon Mu do Ompung inganan nasumoding jala tano namarmiak di ahu jala dang adong disi uap ni manisia. Artinya, “Ya Allah, tunjukkanlah tempan yang sakral dan tanah yang subur bagiku yang tidak dihuni manusia.

Allah pun mendengar permintaan Raja Uti serta memberi petunjuk kepadanya agar membentangkan Tongkat Saktinya. “Taguak manuk sahali habang ma ibana sian Pusuk Buhit tu daerah Barus.” Artinya, pada jam satu malam dia pun terbang dari Gunung Pusuk Buhit menuju Barus.

Setibanya di Barus, persisnya di Lobutua dia pun menginjakkan kakinya. Namun permintaannya tidak terkabulkan sebab di daerah itu sudah menjadi hunian manusia. Lalu dia kembali meminta kepada Yang Maha Kuasa agar tanah tersebut diberkati menjadi tanah penghasil mi­nyak.

Tidak berapa lama dia pun terbang ke salah satu tempat yang tidak dihuni manusia. Tempat itu kita kenal dengan nama Pulau Mursala. Pulau ini sangat ajaib, dari gunung mengalir sumber air yang jernih dan murni.

Menurut pengakuan beberapa pengunjung yang pernah pergi kesana, menyebutkan tempat itu memiliki ragam bebatuan, ragam pepohonan demikian juga binatang berbisa. Ketika Raja Uti bermukim di tempat tersebut, namanya berganti menjadi Raja Jauh. “Namaringan di jauh mandompakkon Toba”. Artinya, walaupun dia bermukim di tempat yang jauh selalu memperhatikan daersh Toba.(***)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51229)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32154)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14701)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13989)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13830)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9830)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9008)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional