Senin, 22 April 2019 - 08:08:06 WIB
Diduga Korupsi, Siswa Tuntut Kepsek SMAN 3 Tapung Segera DipecatKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 148 kali

Baca Juga:Toke Karet Dirampok Rp 300 Juta RaibMenghadapi Penambang Liar, Dinas Pertambangan dan Dishub Trenggalek Diam Tak BerdayaImigrasi Sambas Berikan Pelayanan OptimalBantaeng Juara 1 Lomba Kelompok Peternak Tingkat Provinsi

Pekanbaru, Jaya Pos

Dalam aksi mogok belajar, siswa SMA N 3 Tapung meminta agar Aldela dipecat dari jabatannya selaku kepala sekolah SMA N 3 Tapung.

Aksi mogok belajar siswa SMA N 3 Tapung yang dilakukan sejak 9-12 April ini, menuntut agar Aldela dipecat karena menurut mereka, Aldela diduga mengkorupsi uang dana SKK untuk penggunaan kegiatan eskul, namun kegiatan tersebut tidak terlaksana sebagaimana mestinya.

Para siswa semakin kesal karena dinas terkait belum memecat Kepala SMA N 3 Tapung.

Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Kacap UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kab. Kampar, Tarmizi menyatakan, kondisi SMA N 3 Tapung yang semestinya kejadian seperti itu tidak diharapkan (15/4).

Menurutnya, kejadian itu nantinya bisa mencoreng nama baik pendidikan, yaitu dalam kejadian tersebut siswa dan para guru tidak kondusif.
Ia berharap, sesuai dengan perintah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, akan mengembalikan kekondusifan seperti semula, agar kegiatan belajar mengajar berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Menurut Tarmizi, SMA N 3 Tapung merupakan salah satu sekolah unggulan di Kampar bahkan di Provinsi Riau dan SMA N 3 Tapung juga merupakan sekolah yang banyak mengikuti kegiatan eskul. Namun sangat disayangkan, kerena kegiatan eskul tersebut hancur.

Sebelumnya, siswa SMA Negeri 3 Tapung melakukan aksi demo terkait kutipan dana SKK yang dinilai tidak jelas penggunaannya.
Aksi demo yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 3 Tapung di depan kantor kepala sekolah pada 25 Februari lalu.

Dalam aksi demo tersebut, sambil membawa poster yang bertuliskan “Kembalikan uang keringat orang tua kami, kepala sekolah segera mengundurkan diri, kami bukan ATM”, para siswa menyampaikan orasinya agar kepala sekolah bertanggung jawab atas kutipan dana SKK sebesar Rp 30.000/siswa yang dinilai tidak jelas penggunaannya dan segera mengundurkan diri dari jabatannya selaku kepala sekolah.

Dana SKK sebesar Rp 30.000/siswa selama 3 bulan berjalan yang diperuntukkan untuk kegiatan ekskul dan kegiatan lain, namun nyata-nya ekskul yang diikuti oleh siswa selama ini tidak jelas manfaatnya bagi siswa.

Korlap aksi demo, Pajar mengatakan, semestinya dana SKK yang dikutip oleh bendahara sekolah SMA N 3 Tapung, Rini Wulandari, S.Pd digunakan untuk kepentingan kegiatan, namun dalam kegiatan lain yang belum di cover dalam dana SKK tersebut belum terlaksana.

Lanjut Pajar, sebelumnya Wakil Kepala Sekolah dan guru-guru serta guru pembina menyampaikan ke kelas siswa bahwa guru-guru akan mengundurkan diri dari jam tambahan, karena menurut guru-guru, setiap kepala sekolah mengadakan rapat selalu berbeda pendapat dengan yang lain serta setiap melakukan rapat selalu menggunakan pengeras suara.

“Sebenarnya aksi demo ini inisiatif kami sendiri, karena beberapa hari yang lalu tepatnya hari Jumat, para Wakil Kepala Sekolah, guru-guru dan guru pembina itu serentak mengabarkan ke kelas masing-masing bahwa mengundurkan diri dari jam tambahan mereka,” terang Pajar.

“Pengutipan sumbangan dana kutipan kurikuler yang di bulan lalu yang sudah diberhentikan sebesar Rp 30.000/siswa tidak dapat dimanfaatkan langsung, apa manfaatnya uang SKK tersebut. Dan untuk perbulannya kami dikutip Rp 30.000/siswanya,” ungkap Pajar.

“Kutipan dana SKK sebesar Rp 30.000/siswa oleh Bendahara SMA N 3 Tapung, Rini Wulandari, S.Pd ke setiap ruangan kelas siswa, jika siswa tidak dapat membayarkan biaya uang SKK dalam setiap bulan, siswa dijatuhi sanksi tidak dapat no ujian,” terang para siswa.

Disamping itu, Kepala SMA N 3 Tapung, Aldela, S.Ag M.Pd.I, saat diwawancarai di ruangan bimbingan konseling mengakui bahwa kutipan dana SKK tersebut sebesar Rp 30.000/siswa yang merupakan pengajuan kepsek terhadap orang tua siswa melalui komite.

Pengutipan tersebut yang berjalan selama tiga bulan dari bulan Juli hingga September dengan dana terkumpul sebesar Rp 79.440.000, sementara dari pernyataan kepsek, siswa selama ini saat melakukan kegiatan menggunakan dana SKK tersebut dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 24.000.000.
Atas hal ini, Kepsek dinilai menyalahgunakan sisa dana SKK tersebut, (DH)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59358)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51235)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32430)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14706)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13995)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13834)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13591)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13004)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9845)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9011)
Bedah JayaposRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiPekanbaru, Jaya Pos PT ACS (Asrindo Citraseni Satria) merupakan rekanan Chevron Pacifik Indonesia dalam ...


SHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung Bocok
Laporan KhususPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPemkab Humbahas menerima 3 kali WTP secara berturut-turut, ini semua dipersembahkan untuk masyarakat Humbang ...


Patik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun Daerah