Senin, 22 April 2019 - 08:08:06 WIB
Diduga Korupsi, Siswa Tuntut Kepsek SMAN 3 Tapung Segera DipecatKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 227 kali

Baca Juga:Toke Karet Dirampok Rp 300 Juta RaibMenghadapi Penambang Liar, Dinas Pertambangan dan Dishub Trenggalek Diam Tak BerdayaImigrasi Sambas Berikan Pelayanan OptimalBantaeng Juara 1 Lomba Kelompok Peternak Tingkat Provinsi

Pekanbaru, Jaya Pos

Dalam aksi mogok belajar, siswa SMA N 3 Tapung meminta agar Aldela dipecat dari jabatannya selaku kepala sekolah SMA N 3 Tapung.

Aksi mogok belajar siswa SMA N 3 Tapung yang dilakukan sejak 9-12 April ini, menuntut agar Aldela dipecat karena menurut mereka, Aldela diduga mengkorupsi uang dana SKK untuk penggunaan kegiatan eskul, namun kegiatan tersebut tidak terlaksana sebagaimana mestinya.

Para siswa semakin kesal karena dinas terkait belum memecat Kepala SMA N 3 Tapung.

Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Kacap UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kab. Kampar, Tarmizi menyatakan, kondisi SMA N 3 Tapung yang semestinya kejadian seperti itu tidak diharapkan (15/4).

Menurutnya, kejadian itu nantinya bisa mencoreng nama baik pendidikan, yaitu dalam kejadian tersebut siswa dan para guru tidak kondusif.
Ia berharap, sesuai dengan perintah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, akan mengembalikan kekondusifan seperti semula, agar kegiatan belajar mengajar berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Menurut Tarmizi, SMA N 3 Tapung merupakan salah satu sekolah unggulan di Kampar bahkan di Provinsi Riau dan SMA N 3 Tapung juga merupakan sekolah yang banyak mengikuti kegiatan eskul. Namun sangat disayangkan, kerena kegiatan eskul tersebut hancur.

Sebelumnya, siswa SMA Negeri 3 Tapung melakukan aksi demo terkait kutipan dana SKK yang dinilai tidak jelas penggunaannya.
Aksi demo yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 3 Tapung di depan kantor kepala sekolah pada 25 Februari lalu.

Dalam aksi demo tersebut, sambil membawa poster yang bertuliskan “Kembalikan uang keringat orang tua kami, kepala sekolah segera mengundurkan diri, kami bukan ATM”, para siswa menyampaikan orasinya agar kepala sekolah bertanggung jawab atas kutipan dana SKK sebesar Rp 30.000/siswa yang dinilai tidak jelas penggunaannya dan segera mengundurkan diri dari jabatannya selaku kepala sekolah.

Dana SKK sebesar Rp 30.000/siswa selama 3 bulan berjalan yang diperuntukkan untuk kegiatan ekskul dan kegiatan lain, namun nyata-nya ekskul yang diikuti oleh siswa selama ini tidak jelas manfaatnya bagi siswa.

Korlap aksi demo, Pajar mengatakan, semestinya dana SKK yang dikutip oleh bendahara sekolah SMA N 3 Tapung, Rini Wulandari, S.Pd digunakan untuk kepentingan kegiatan, namun dalam kegiatan lain yang belum di cover dalam dana SKK tersebut belum terlaksana.

Lanjut Pajar, sebelumnya Wakil Kepala Sekolah dan guru-guru serta guru pembina menyampaikan ke kelas siswa bahwa guru-guru akan mengundurkan diri dari jam tambahan, karena menurut guru-guru, setiap kepala sekolah mengadakan rapat selalu berbeda pendapat dengan yang lain serta setiap melakukan rapat selalu menggunakan pengeras suara.

“Sebenarnya aksi demo ini inisiatif kami sendiri, karena beberapa hari yang lalu tepatnya hari Jumat, para Wakil Kepala Sekolah, guru-guru dan guru pembina itu serentak mengabarkan ke kelas masing-masing bahwa mengundurkan diri dari jam tambahan mereka,” terang Pajar.

“Pengutipan sumbangan dana kutipan kurikuler yang di bulan lalu yang sudah diberhentikan sebesar Rp 30.000/siswa tidak dapat dimanfaatkan langsung, apa manfaatnya uang SKK tersebut. Dan untuk perbulannya kami dikutip Rp 30.000/siswanya,” ungkap Pajar.

“Kutipan dana SKK sebesar Rp 30.000/siswa oleh Bendahara SMA N 3 Tapung, Rini Wulandari, S.Pd ke setiap ruangan kelas siswa, jika siswa tidak dapat membayarkan biaya uang SKK dalam setiap bulan, siswa dijatuhi sanksi tidak dapat no ujian,” terang para siswa.

Disamping itu, Kepala SMA N 3 Tapung, Aldela, S.Ag M.Pd.I, saat diwawancarai di ruangan bimbingan konseling mengakui bahwa kutipan dana SKK tersebut sebesar Rp 30.000/siswa yang merupakan pengajuan kepsek terhadap orang tua siswa melalui komite.

Pengutipan tersebut yang berjalan selama tiga bulan dari bulan Juli hingga September dengan dana terkumpul sebesar Rp 79.440.000, sementara dari pernyataan kepsek, siswa selama ini saat melakukan kegiatan menggunakan dana SKK tersebut dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 24.000.000.
Atas hal ini, Kepsek dinilai menyalahgunakan sisa dana SKK tersebut, (DH)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59544)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51405)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43009)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14888)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14169)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13995)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13733)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13187)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10961)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9168)
Bedah JayaposPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPangkep, Jaya Pos Pekerjaan Jalan Singkai terkesan amburadul alias asal-asalan. Pekerjaan yang menggunakan ...


Pungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan RawamangDiduga Zonasi Kearipan Lokal Garut Labrak Permendikbud No 14 Tahun 2018Proses NUPTK Diwarnai PungliEmbung Pembawa MautProyek Jalan Siduk Ketapang Rp 42 Miliar Diduga Menyimpang
Laporan KhususPemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Karawang, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus ...


Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di ManadoWabup Mojokerto Berangkatkan Jalan Santai Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019Sekda : SOPD Gumas Diharapkan Capai Target APBD 2019Ratusan Peserta ICGE dari Berbagai Negara Hadir di Kota Padang PanjangWakil Ketua I DPRD Imbau OPD Terkait Ikuti Pembahasan KUA dan PPAS TA 2020