Selasa, 23 April 2019 - 06:43:00 WIB
G Swadaya: Di Bukittingi Banyak Golput , 32 Pekerja Bangunan Pasar Atas Kehilangan Hak Suara Kategori: Sumatera Barat - Dibaca: 136 kali

Baca Juga:Toke Karet Dirampok Rp 300 Juta RaibMenghadapi Penambang Liar, Dinas Pertambangan dan Dishub Trenggalek Diam Tak BerdayaImigrasi Sambas Berikan Pelayanan OptimalBantaeng Juara 1 Lomba Kelompok Peternak Tingkat Provinsi

Bukittinggi, Jaya Pos

Sehari usai pesta demokrasi, di sebuah warung di Kota Bukittinggi para jurnalis membahas seputar pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019 baik pilpres maupun pileg.

Berbagai komentar muncul dari para kuli tinta sambil menunggu kabar siapa capres yang akan unggul sesuai hasil penghitungan quick count beberapa lembaga survey, untuk sementara. Tentu, ada yang menjagokan nomor urut 01 dan ada pula yang menjagokan nomor urut 02.

Dari hasil pengamatan Jaya Pos di lapangan, pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, khusus di wilayah TPS 5/G Swadaya Kelurahan Ipuah Mandiangin Koto Salayan Bukittinggi, sepertinyabanyak warga yang tidak melakukan pemilihan alias golput (golongan putih).

Sebagaimana penelusuran yang dilakukan, menurut catatan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) tercatat 205 hak suara, sedangkan yang hadir di TPS melakukan pencoblosan alias memberikan hak pilih hanya 114 orang, dengan rincian untuk hak suara Pemilihan Presiden 114 orang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 113 orang, DPR-RI 112 orang, DPR Provinsi 107 orang dan DPRD Kota 212 orang.

Peristiwa yang miris terjadi pada saat pelaksanaan pencoblosan di TPS 05/G Swadaya Kelurahan Campago Ipuah Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, sebanyak 32 orang buruh/pekerja bangunan Pasar Atas mendatangi TPS tersebut hendak memberikan hak suaranya dalam pelaksanaan pilres dan pileg, namun kehadiran mereka tidak mendapat respon dari panitia di TPS 05, mereka langsung ditolak mentah.

Namun seorang pengawas lainnya menyampaikan kepada 32 orang pekerja/buruh bangunan tersebut, jika mau memilih harus ada A5 (pindah memilih ), sehingga ke 32 orang pekerja tersbut dipastikan kehilangan hak pilih. “Mau diurus kemana, kami tidak mengerti sama sekali,” salah seorang buruh nyeletuk menyahuti arahan dari petugas TPS tersebut. “Kalaupun pulang ke Jawa untuk mengurusnya, enggak mungkin lah,” imbuhnya kesal.

Syahril Mukhtar, salah satu calon legislatif dari 16 partai politik yang ikut bertarung dalam pesta demokrasi, mengomentari terkait aturan yang dibuat oleh pihak KPU. “Iya, semoga ke depan system pemilu kita bisa diperbaiki, sehingga tidak sampai ada yang punya hak suara tidak mendapatkan kesempatan untuk memberikan hak pilihnya seperti yang terjadi sekarang ini,” katanya.(Yet/Is)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59542)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51404)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43001)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14887)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14168)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13994)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13733)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13187)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10959)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9168)
Bedah JayaposPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPangkep, Jaya Pos Pekerjaan Jalan Singkai terkesan amburadul alias asal-asalan. Pekerjaan yang menggunakan ...


Pungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan RawamangDiduga Zonasi Kearipan Lokal Garut Labrak Permendikbud No 14 Tahun 2018Proses NUPTK Diwarnai PungliEmbung Pembawa MautProyek Jalan Siduk Ketapang Rp 42 Miliar Diduga Menyimpang
Laporan KhususPemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Karawang, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan menyalurkan Dana Alokasi Khusus ...


Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di ManadoWabup Mojokerto Berangkatkan Jalan Santai Hari Keluarga Nasional XXVI Tahun 2019Sekda : SOPD Gumas Diharapkan Capai Target APBD 2019Ratusan Peserta ICGE dari Berbagai Negara Hadir di Kota Padang PanjangWakil Ketua I DPRD Imbau OPD Terkait Ikuti Pembahasan KUA dan PPAS TA 2020