Selasa, 23 April 2019 - 06:43:00 WIB
G Swadaya: Di Bukittingi Banyak Golput , 32 Pekerja Bangunan Pasar Atas Kehilangan Hak Suara Kategori: Sumatera Barat - Dibaca: 55 kali

Baca Juga:Toke Karet Dirampok Rp 300 Juta RaibMenghadapi Penambang Liar, Dinas Pertambangan dan Dishub Trenggalek Diam Tak BerdayaImigrasi Sambas Berikan Pelayanan OptimalBantaeng Juara 1 Lomba Kelompok Peternak Tingkat Provinsi

Bukittinggi, Jaya Pos

Sehari usai pesta demokrasi, di sebuah warung di Kota Bukittinggi para jurnalis membahas seputar pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019 baik pilpres maupun pileg.

Berbagai komentar muncul dari para kuli tinta sambil menunggu kabar siapa capres yang akan unggul sesuai hasil penghitungan quick count beberapa lembaga survey, untuk sementara. Tentu, ada yang menjagokan nomor urut 01 dan ada pula yang menjagokan nomor urut 02.

Dari hasil pengamatan Jaya Pos di lapangan, pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, khusus di wilayah TPS 5/G Swadaya Kelurahan Ipuah Mandiangin Koto Salayan Bukittinggi, sepertinyabanyak warga yang tidak melakukan pemilihan alias golput (golongan putih).

Sebagaimana penelusuran yang dilakukan, menurut catatan Daftar Pemilihan Tetap (DPT) tercatat 205 hak suara, sedangkan yang hadir di TPS melakukan pencoblosan alias memberikan hak pilih hanya 114 orang, dengan rincian untuk hak suara Pemilihan Presiden 114 orang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 113 orang, DPR-RI 112 orang, DPR Provinsi 107 orang dan DPRD Kota 212 orang.

Peristiwa yang miris terjadi pada saat pelaksanaan pencoblosan di TPS 05/G Swadaya Kelurahan Campago Ipuah Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, sebanyak 32 orang buruh/pekerja bangunan Pasar Atas mendatangi TPS tersebut hendak memberikan hak suaranya dalam pelaksanaan pilres dan pileg, namun kehadiran mereka tidak mendapat respon dari panitia di TPS 05, mereka langsung ditolak mentah.

Namun seorang pengawas lainnya menyampaikan kepada 32 orang pekerja/buruh bangunan tersebut, jika mau memilih harus ada A5 (pindah memilih ), sehingga ke 32 orang pekerja tersbut dipastikan kehilangan hak pilih. “Mau diurus kemana, kami tidak mengerti sama sekali,” salah seorang buruh nyeletuk menyahuti arahan dari petugas TPS tersebut. “Kalaupun pulang ke Jawa untuk mengurusnya, enggak mungkin lah,” imbuhnya kesal.

Syahril Mukhtar, salah satu calon legislatif dari 16 partai politik yang ikut bertarung dalam pesta demokrasi, mengomentari terkait aturan yang dibuat oleh pihak KPU. “Iya, semoga ke depan system pemilu kita bisa diperbaiki, sehingga tidak sampai ada yang punya hak suara tidak mendapatkan kesempatan untuk memberikan hak pilihnya seperti yang terjadi sekarang ini,” katanya.(Yet/Is)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59358)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51235)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32425)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14705)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13995)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13834)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13591)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13004)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9845)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9011)
Bedah JayaposRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiPekanbaru, Jaya Pos PT ACS (Asrindo Citraseni Satria) merupakan rekanan Chevron Pacifik Indonesia dalam ...


SHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung Bocok
Laporan KhususPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPemkab Humbahas menerima 3 kali WTP secara berturut-turut, ini semua dipersembahkan untuk masyarakat Humbang ...


Patik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun Daerah