Sabtu, 11 Mei 2019 - 06:25:24 WIB
Bintan Raih Juara Terbaik Pawai Ta'aruf dan Stand Pameran di STQH Kepri ke-8Kategori: Laporan Khusus - Dibaca: 63 kali

Baca Juga:Tahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera DimulaiRudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga BolonMenuai Protes Dari Orang Tua Murid, Waluyo Akui KesalahanIKSS Padangpanjang Dukung Percepatan Pembangunan

Bintan, Jaya Pos

Perhelatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Provinsi Kepri ke-8 telah usai digelar. Dalam perhelatan tersebut, Kabupaten Bintan berhasil mengungguli kabupaten/kota lainnya dalam Pawai Ta’aruf dan Stand Pameran.

Sebagai tuan rumah Kabupaten Bintan menurunkan setidaknya 4.500 peserta, dengan membawa tema seni budaya Melayu tarian “Mak Yong” serta ratusan penari membawakan tarian dengan tema “Mari Membaca Alquran”.

Saat pembukaan STQH Tingkat Provinsi Kepri 2019 ini, Kabupaten Bintan menampilkan tarian colosal “Bintan Gemilang” yang dipersembakan oleh sekitar 200-an lebih penari di hadapan masyarakat ramai. Tarian Colosal Bintan Gemilang menceritakan tentang kedigdayaan Melayu Bintan yang dahulunya sebagai tempat persinggahan kaum dagang untuk jual-beli.

Para penari menari dengan membawa dayung sebagai simbol kemaritiman serta cogan (simbol kebesaran) sebagai simbol kerajaan Melayu. Sedangkan latar persembahan tarian menceritakan bahwa Bintan juga dikenal dengan kerajaan-kerajaan Melayu yang tumbuh dan berkembang sebagai suatu jalur destinasi perdagangan yang luas cakupannya, hingga ke kerajaan Temasek (sekarang Singapura).

Kemudian untuk stand bazar, Kabupaten Bintan juga meraih juara pertama. Stand bazar Bintan kali ini dengan membawakan tema “Maghrib Mengaji”.
Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, STQH ini membawa keberkahan tersendiri bagi tanah Bintan. Menurutnya keberkahan akan dirasakan oleh para pedagang dan pegiat kerajinan tangan. Pasalnya, jumlah pengunjung di Bintan, khususnya kawasan STQH akan melonjak drastis.

“Panitia juga menyiapkan stand dan lapag bagi pemasaran produk kerajinan serta barang dagangan,” tutur Bupati.

Senada dengan hal itu, Sulastri (43) seorang pedagang makanan ringan yang membuka lapak di sekitaran Kolam Alun-Alun Kota Kijang merasakan perubahan signifikan terhadap omset yang diterimanya. Walaupun enggan menyebutkan secara nominal, namun Sulastri membenarkan bahwa dirinya bersama para pedagang lainnya merasakan keberkahan atas keberadaan STQH ini.

“Alhamdulillah, dagangan kami luar biasa laris. Kalu dari biasanya, ini berkali-kali lipat. Dari malam pembukaan kemarin sampai di hari kedua ini ramai yang datang ke sini. Kadang rombongan peserta STQH, kadang masyarakat sekitar sini, bahkan masyarakat luar juga datang ke sini,” ungkap Sulastri saat ditemui, Senin (28/4) di lapaknya.

Lebih lanjut lagi, Kasmi (32) seorang penjaga stand bazar yang mempromosikan beberapa jenis kerajinan tangan juga merasakan hal yang sama. Produk kerajinan seperti gantungan kunci, liontin kalung dan beberapa pernik lainnya yang terbuat dari tulang maupun sisik ikan, laris diburu pengunjung.

“Malam Ta’aruf sebelum pembukaan kemarin sudah ramai di sini. Puncaknya pas malam pembukaan. Alhamdulillah hasil kerajinan kami banyak dibeli. Ada juga yang meminta nomor handphone kami, katanya untuk nanti mau mesan gantungan kunci sisik ikan ini. Mau pesan banyak katanya kalau ada kegiatan,” imbuhnya sambil melayani pengunjung.

Sebelumnya Gubernur Nurdin Basirun telah membuka perhelatan STQH ke-8 tingkat Provinsi Kepri, di lapangan Relief Antam Kijang, Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, Sabtu (27/4).

Berdasarkan surat Keputusan Gubernur Kepri nomor 1247 tahun 2018, pelaksanaan STQ ke-8 tahun 2019 berlangsung mulai dari tanggal 27 April, hingga tanggal 1 Mei 2019. (Marudut/Adv)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51229)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32153)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14701)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13989)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13830)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9830)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9008)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional