Sabtu, 11 Mei 2019 - 06:48:08 WIB
Kisah Raja Uti Yang Diyakini Sebagai Utusan AllahKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 530 kali

Baca Juga:PT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan LiarTahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera DimulaiRudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga BolonMenuai Protes Dari Orang Tua Murid, Waluyo Akui Kesalahan

Catatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sembilan

Sering timbul pertanyaan dalam hati kita tentang Raja yang Sakti, tentu hati kita bertanya-tanya seperti apa kesaktian Oppung tersebut? Kesaktian Raja Uti dapat diartikan melalui Nubuat (=pesan), mujizat dan tanda-tanda alam.

Salah satu contoh, ketika masyarakat gagal panen. Para pemangku religius (aliran kepercayaan) jaman dulu kala memberitahukan kepada masyarakat agar me­lakukan ritual yang disebut Mangase Taon dan sampai sekarang pun budaya ini di beberapa daerah masih tetap lestari dan selalu dilaksanakan.

Mangase taon yaitu salah satu ritual Menyajikan seekor anak Kerbau jantan yang memiliki ciri ciri yang ditentukan para ahlinya yang mempunyai arti dan makna khusus dan sehubungan dengan ritual Mamele Namartua Pusuk Buhit(=penghuni Gunung Pusuk Buhit).

Dahulu kala acara ini dilakukan oleh Raja Bius yang dulunya disebut Raja Parbaringin. Konon ceritanya sebelum masuk ajaran Kristiani diyakini Raja Parbariinginlah yang menentukan segala sesuatu yang terjadi di sebuah daerah terutama yang di tanah Batak terkhusus di Sianjur mula mula.

Melalui suatu sistem pada kala itu yaitu, Patik, Uhum, Ugari, Nipi, Boa boa, adat dan Padan. Para Raja Parbaringin membuat suatu aturan dan sanksi yang tidak bisa dilanggar masyarakat setempat. Uhum (=hukum) bagi orang yang melanggarnya dilakukan dengan cara “....Tu hau sitabaon, tu aek siarsihon, tu ramba situtungon...” artinya jika sesorang berada di pohon harus ditebang, jika dia berada di semak belukar harus dibakar, dan ketika dia berada di air harus digoncang airnya biar tenggelam.

Penyelesaiannya, para pengetua zaman dahulu bermusyawarah untuk mencari solusi, jika suatu kesalahan tersebut masih bisa dipertimbangkan. Dahulu kala hukumannya hanya sebatas makan bersama dengan satu kampung yang biayanya harus ditanggung oleh orang yang terkena sanksi tersebut. (Bersambung.....)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60489)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (57950)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52277)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15794)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15078)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14874)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (14788)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14559)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14173)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (10094)
Bedah JayaposSDN Cilayang 1 -Cikeusal Diduga Pungli SiswaSerang, Jaya Pos Sekolah Dasar Nege­ri (SDN) Cilayang 1 Desa Cilayang Kecamatan Cikeusal Kabupaten ...


Pemilik Tanah 200 Hektar Melaporkan Khairuddin Pulungan ke Polda RiauKasektor Kecamatan Cakung Lindungi Bangunan Melanggar AturanTernyata Pembangunan RPS SMKN 3 Kuala Kapuas Sudah Molor 1 Bulan lebihGalian C Tidak Miliki Izin Marak di PasbarOknum PT Adira Pasaman Barat Tipu KonsumenDiduga Tidak Sesuai Spek dan RAB Pekerjaan TPT AmbrolPembangunan Pamsimas Di Desa Putat Diduga Mark Up
Laporan KhususKantor Balai Desa Lamaran Tarung Direhab Indramayu, Jaya Pos Sesuai dengan hasil musyawarah dan sudah banyak perbaikan pemba­ngunan ...


PENCAPAIAN TARGET PAJAK BPHTB BAPPENDA KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Solsel Terima Penghargaan WTPDisbun Jatim Genjot Produktifitas Kakao JatimFESTIVAL SITU FRONT CITY (SFC) TAHUN 2019Kembangkan Geopark, Pemkab Sukabumi MoU dengan JepangRaih WTP Lima Kali Berturut, Pemkab Tanah Datar Dianugerahi Penghargaan Tingkat NasionalWabup Shodiq Pastikan Warga Terdampak Kabut Asap Terlayani