Sabtu, 11 Mei 2019 - 06:48:08 WIB
Kisah Raja Uti Yang Diyakini Sebagai Utusan AllahKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 442 kali

Baca Juga:PT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan LiarTahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera DimulaiRudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga BolonMenuai Protes Dari Orang Tua Murid, Waluyo Akui Kesalahan

Catatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sembilan

Sering timbul pertanyaan dalam hati kita tentang Raja yang Sakti, tentu hati kita bertanya-tanya seperti apa kesaktian Oppung tersebut? Kesaktian Raja Uti dapat diartikan melalui Nubuat (=pesan), mujizat dan tanda-tanda alam.

Salah satu contoh, ketika masyarakat gagal panen. Para pemangku religius (aliran kepercayaan) jaman dulu kala memberitahukan kepada masyarakat agar me­lakukan ritual yang disebut Mangase Taon dan sampai sekarang pun budaya ini di beberapa daerah masih tetap lestari dan selalu dilaksanakan.

Mangase taon yaitu salah satu ritual Menyajikan seekor anak Kerbau jantan yang memiliki ciri ciri yang ditentukan para ahlinya yang mempunyai arti dan makna khusus dan sehubungan dengan ritual Mamele Namartua Pusuk Buhit(=penghuni Gunung Pusuk Buhit).

Dahulu kala acara ini dilakukan oleh Raja Bius yang dulunya disebut Raja Parbaringin. Konon ceritanya sebelum masuk ajaran Kristiani diyakini Raja Parbariinginlah yang menentukan segala sesuatu yang terjadi di sebuah daerah terutama yang di tanah Batak terkhusus di Sianjur mula mula.

Melalui suatu sistem pada kala itu yaitu, Patik, Uhum, Ugari, Nipi, Boa boa, adat dan Padan. Para Raja Parbaringin membuat suatu aturan dan sanksi yang tidak bisa dilanggar masyarakat setempat. Uhum (=hukum) bagi orang yang melanggarnya dilakukan dengan cara “....Tu hau sitabaon, tu aek siarsihon, tu ramba situtungon...” artinya jika sesorang berada di pohon harus ditebang, jika dia berada di semak belukar harus dibakar, dan ketika dia berada di air harus digoncang airnya biar tenggelam.

Penyelesaiannya, para pengetua zaman dahulu bermusyawarah untuk mencari solusi, jika suatu kesalahan tersebut masih bisa dipertimbangkan. Dahulu kala hukumannya hanya sebatas makan bersama dengan satu kampung yang biayanya harus ditanggung oleh orang yang terkena sanksi tersebut. (Bersambung.....)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51229)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32153)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14701)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13989)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13830)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9830)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9008)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional