Sabtu, 11 Mei 2019 - 06:51:48 WIB
Presiden Jokowi Kunjungi Gumas Tinjau Lokasi Ibukota NegaraKategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 92 kali

Baca Juga:PT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan LiarTahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera DimulaiRudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga BolonMenuai Protes Dari Orang Tua Murid, Waluyo Akui Kesalahan

Mengenai daerah mana yang akan dipilih, Presiden Jokowi meng­ungkapkan akan segera diputuskan setelah melalui konsultasi dengan lembaga-lembaga negara yang terkait, seperti DPR.

Kuala Kurun, Jaya Pos

Rencana pemerintah memindahkan ibukota nega­ra ke Kalimantan Tengah (Kalteng), ternyata bukan hanya wacana yang selalu muncul di setiap era pemerintahan. Buktinya, dalam kunjungan­nya ke Kalteng, Presiden RI Joko Widodo beserta sejumlah Menteri dan Gubernur Kalteng meninjau lokasi lahan yang dipersiapkan untuk ibukota negara, diantara Kota Palangka Raya, Kabupa­ten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Rabu (8/5).

Dalam kunjungan tersebut, setibanya di Desa Tehang Kecamatan Manuhing Raya menggunakan helikopter, rombongan Presiden disambut Bupati Gumas Arton S Dohong, Forkompinda Provinsi Kalteng, Forkompinda Kabupaten Gumas dan undangan lainnya serta masyarakat desa secara adat Dayak, dengan Pantan Timpung Bahalai dan pengalungan Lilis Lamiang oleh Damang Adat Manuhing Raya, Awal Jantriadi dan Bupati Arton S Dohong.
Kemudian tepat di atas Bukit Nyuling yang tak jauh dari ibukota kecamatan, rombongan presiden memperhatikan dengan seksama lokasi yang rencananya akan dijadikan ibukota negara yang baru.

“Kita sudah melihat dari atas, wilayah yang disiapkan untuk pemerintahan RI. Dan kalau dari kesiapan daerah ini paling siap,” ucap Presiden Jokowi.

Namun, Presiden Jokowi mengatakan, kunjungannya itu hanya sebatas meninjau saja. Sebab setelah itu ada tim khusus yang ditugaskan ke Gunung Mas untuk meninjau kembali dan menghitung secara matang rencana tersebut untuk diserahkan kepadanya. “Saya ini ke lapangan mencari feeling biar dapat feelingnya, nanti kalkulasi, hitung-hitungan dan memutuskannya lebih mudah. Kalau ke lokasi saja belum, dapat feeling dari mana?” katanya.

Mengenai apakah daerah itu akan menjadi lokasi ibukota negara yang baru, sekali lagi, masih banyak aspek yang perlu dipertimbangkan. Sepertti masalah sosial politik, lingkungan, kebencanaan, ketersediaan air, konstruksi, dan lain-lain. “Kalau dari sisi luas kawasan, di sini mungkin paling siap. Butuh 300 ribu hektare lahan bahkan lebih pun siap,” ucapnya.

Selain itu, Jokowi mengatakan kedatangannya juga untuk melihat langsung beberapa lokasi yang jadi alternatif, agar nanti tidak salah memutuskan. Selain itu, tentu saja ini harus melalui konsultasi dengan DPR.

“Ini bukan sekadar melanjutkan wacana yang muncul di setiap era pemerintahan. Secara internal, ihwal pemindahan ibukota ini sudah kita bahas sejak tiga tahun lalu, bahkan tahun lalu Bappenas melakukan kajian-kajian detail dari sisi ekonomi, sosial-politik, dan lingkungan,” tuturnya.

Karena menurut Jokowi, sebaran penduduk Indonesia saat ini terpusat di Pulau Jawa yang dihuni sekitar 57 persen penduduk Indonesia. Bandingkan dengan Pulau Sumatera yang didiami oleh kurang lebih 21 persen penduduk Indonesia, sementara sisanya tersebar di pulau-pulau lainnya seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Sejauh ini, sudah ada tiga alternatif daerah yang lahannya siap untuk menjadi ibukota baru. Ada yang 80 ribu hektare, 120 ribu hektare, ada juga yang 300 ribu hektare. Lahan seluas itu lebih dari cukup, mengingat DKI Jakarta sendiri memiliki luas sekitar 66 ribu hektare.

“Mengenai daerah mana yang akan dipilih, akan segera kita putuskan setelah melalui konsultasi dengan lembaga-lembaga negara yang terkait, seperti DPR,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang merencanakan sebuah visi besar, dengan jangka panjang bisa mencapai lima puluh tahun bahkan hingga seratus tahun. Dalam rangka mempersiapkan negara ini untuk masuk sebagai sebuah negara maju.

Dikatakannya, dari sisi luasan Gunung Mas paling siap, minta 300 ribu hektar siap. Ini masih dalam kalkulasi, masih dalam kajian dalam hitung-hitungan, semua aspeknya banyak sekali. “Urusan banjir di Gunung Mas tidak ya, urusan gempa tidak. Tetapi kesiapan infrastruktur dimulai dari nol lagi, itu juga menjadi pertimbangan. Masalalah sosial politiknya, masalah sosiologinya juga termasuk,” pungkasnya. (Kominfosp/Mandau)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59438)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51314)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (37286)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14789)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14089)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13906)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13663)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13095)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10264)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9088)
Bedah JayaposMantan Plt Camat Kapuas Murung Divonis 4 Tahun Penjara, Denda 200 JutaPalangka Raya, Jaya Pos Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Ti­pikor) Palangka Raya ...


Pelebaran Jalan Lingkar Samosir Kurang ProfesionalBangunan Pompanisasi Mangkrak, Dinas Pertanian Akan Melakukan Sidak LPK-SM RAKYAT SEJAHTERA Akan Turunkan Tim Investigasi Terkait PompanisasiKejati Kalteng Telisik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kapuas Seberang Senilai Rp 5,8 MAPBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung ?Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan Listrik
Laporan KhususKorem 071/Wk Halal Bihalal Pererat Silaturahmi dan KebersamaanBanyumas, Jaya Pos Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana SSos MM MHan didampingi Ketua Persit Kartika ...


Sonny Budaya Putra Jabat Sekda Padang PanjangBupati Bantaeng Pantau Proses Terminal Darah PuskesmasDPRD Sumsel Setujui LKPJ Gubernur Sumsel Tahun 2018DPRD Lahirkan Perda Inisiatif Kepemudaan dan Mengkritisi Kinerja PemkoSerahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Pangkal Duri, Fachrori: Jangan Lama-lama Bersedih, Segeralah Pemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang Dihotmix