Jumat, 05 Oktober 2012 - 08:25:21 WIB
Eksploitasi Pekerja oleh Outsourching di Disparbudpora SidoarjoKategori: Jawa Timur - Dibaca: 279 kali

Baca Juga:PT POS Luncurkan Program Weselpos Rumah ZakatPT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan LiarTahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera DimulaiRudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga Bolon

Sidoarjo, Jaya Pos

UU No.13 tahun 2003 tentang Kesejahteraan Tenaga Kerja yang mengatur besaran upah bagi para pekerja ternyata tidak diindahkan sama sekali oleh PT Kunsari Jaya Utama. Inilah nama PT yang melayani Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga dengan tugas utama kebersihan lingkungan Gelora Delta Sidoarjo.

Perusahaan yang beralamat di Perumahan Taman Mutiara Sidoarjo ini, menurut informasi yang diterima Jaya Pos upah karyawan diduga tidak mengacu pada upah minimum kabupaten (UMK) Sidoarjo yakni sebesar Rp 1,252 juta, namun sebesar Rp 400 ratus ribu.

Selain itu, praktek jam kerja para pekerja yang berjumlah 19 orang ini selama 4 jam, mulai jam 06.00 - jam 10.00 dan 28 jam dalam 1 minggu. “Apabila kita bandingkan dengan pekerja lain yang bekerja normal melakukan pekerjaanya mulai jam 07 - jam 15.00. Dalam  1 minggu 49 jam. Ini artinya selisih waktunya adalah  21 jam. Jadi, apabila pekerja outsourching ini mendapat perlakuan yang adil, tentunya mereka mendapat upah yang besaranya Rp 715. 428.

Tentu ada selisih upah dengan yang dibayarkan PT Kunsari Jaya Utama sebesar Rp 400 ribu. Selisihnya adalah 315.428. Bila dikalikan 19, besarannya Rp 5,993, 132 dalam satu bulan,” kata salah satu warga yang tidak mau menyebut namanya kepada Jaya Pos.

Gaji yang dibayar ke karyawannya, lanjut sumber Jaya Pos, sering telat, yang seharusnya dibayar tanggal 1, ternyata tanggal 13 atau 14. Menurut Dwi Kun, Kabid Pengawasan Tenaga Kerja, perjanjian kerja antara outsouching dan karyawan serta dinas tidak didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Social Kabupaten Sidoarja (Dinsosnaker). Ini tentu sangat menyusahkan para pekerja.Sudah upahnya jauh di bawah standart, pembayaranya pun tidak tepat waktu dan para pekerja sama sekali tidak mendapat perlindungan apapun,” katanya.

Sekretaris Disparbudpora Drs mulyadi, SH, yang dihubungi Jaya Pos melalui selulernya menyatakan, bahwa dari pihak dinas telah membayar PT outsurching sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku (UMK) dan juga masalah waktu pembayaran dari pihak dinas juga menyatakan telah membayar PT Kun sari Jaya Utama sesuai jadwal.

Menurut Suryanto, Ketua Komnas, telah berkirim surat kepada dinas  guna mendapat klarifikasi dan minta waktu untuk konfirmasi. Namun sampai berita ini ditulis belum mendapat tanggapan apapun dari dinas. Menurutnya, yang dilakukan perusahaan ini merupakan bentuk eksploitasi terhadap pekerja dan sangat tidak manusiawi.

Disamping itu, karyawan outsourching ini tidak mengenal hari libur, baik hari Minggu ataupun hari libur lainnya.M enurut pengamat perburuhan Arief Nuryadin, Spd, MM. SH, seharusnya perusahaan itu harus membayar sesuai besaran UMK. “Bila tidak dilakukan, maka perusahaan harus bersedia merapel seluruh kekurangan upah karyawanya,” katanya. Sementara pihak perusahaan, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. ZEIN


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59565)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51425)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43934)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14910)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14184)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14013)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13751)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13212)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11106)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9192)
Bedah JayaposPengelolaan Dana Pokir Desa Bojongkeding Diduga Sarat KKNSubang, Jaya Pos Kultur perilaku korup birokrasi di negeri ini kian hari semakin kompleks dan parah. Korupsi ...


Kantor Terbengkalai Rapat Malah Digelar di Rumah KadesAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan Amburadul
Laporan KhususZAF International Semakin Diminati MasyarakatDepok, Jaya Pos ZAF International merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dengan pengembangan Sumber ...


Pembangunan Tanggul Banjir Blok Pulo Direspon Positif MasyarakatApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019