Senin, 13 Mei 2019 - 06:27:51 WIB
Ada Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan PenjaraKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 61 kali

Baca Juga:PT POS Luncurkan Program Weselpos Rumah ZakatPT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan LiarTahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera DimulaiRudi Siahaan Terpilih jadi Pangulu Nagori Tiga Bolon

Herman Yusuf berharap majelis hakim PN Jakarta Utara pimpinan Indri Murtini SH MH lebih mempertimbangkan rasa keadilan untuk keluarganya dalam putusannya nanti, agar menjatuhkan vonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa, terhadap terdakwa Soeseno Halim.

Jakarta, Jaya Pos

Sidang kasus penyerangan dan pengeroyokan ke rumah Herman Yusuf kembali dilanjutkan pada Kamis (9/5) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.
Dalam sidang itu, saksi korban Herman Yusuf memprotes tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anthon Haliman SH terhadap terdakwa Soeseno Halim. Pasalnya, tuntutan 10 bulan penjara oleh JPU terhadap terdakwa Soseno Halim dinilai tidak wajar. “Saya sebagai korban tidak terima tuntutan JPU tersebut,” katanya seraya mensinyalir bahwa Jaksa telah ‘masuk angin.’

Akibat kejadian yang memilukan tersebut, Herman bersama keluarga mengalami trauma sangat mendalam. “Keluarga saya diserang dan rumah saya dirusak oleh preman atas suruhan Suseno Halim. Tragedi ini jelas membuat keluarga saya sampai saat ini masih mengalami trauma. Lha sekarang, JPU malah menuntut terdakwa Soseno Halim hanya 10 bulan penjara, ada apa?” ujarnya di PN Jakarta Utara usai mendengar requisitor JPU Anthon Haliman, Kamis (9/5).

Sebagaimana diketahui saat kejadian penyerangan ke rumah Herman Yusuf membuat anaknya menderita luka-luka akibat didorong dan diinjak-injak oleh kawanan preman dan ormas yang diperalat terdakwa Soeseno Halim. Dengan beringasnya, pelaku juga mengobrak-abrik pintu-pintu rumah sehingga mengalami rusak parah.

“Saya menilai tuntutan JPU tidak memenuhi rasa keadilan bagi keluarga saya. Terus terang saya menaruh curiga, ada apa dibalik tuntutan yang ringan tersebut. Sebab, fakta-fakta persidangan jelas menunjukkan bahwa terdakwa adalah aktor intelektual penyerangan dan pengeroyokan tersebut,” katanya seraya membeberkan bahwa terdakwa disinyalir telah mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah untuk membayar preman-preman dan ormas yang menyerang dan mengeroyok anaknya.

Herman Yusuf dalam tulisannya yang kerap menyoroti berbagai kasus di pengadilan itu, mengaku tidak terima atas ringannya tuntutan jaksa. Sehingga dirinya berharap majelis hakim PN Jakarta Utara pimpinan Indri Murtini SH MH lebih mempertimbangkan rasa keadilan untuk keluarganya dalam putusannya nanti.

“Saya mohon agar majelis hakim menjatuhkan vonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa, terhadap terdakwa Soeseno Halim,” kata Herman, wartawan yang kebetulan bertugas di PN Jakarta Utara itu.

Sebagaimana JPU Anthon Haliman SH dalam requisitornya menyebutkan terdakwa Soeseno Halim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyuruh sekelompok preman dan ormas melakukan penyerangan dan pengeroyokan di kediaman Herman Yusuf di kompleks Bisma Sunter, Jakarta Utara, pada awal Agustus 2018. Atas perbuatan yang membuat keluarga Herman Yusuf menderita rugi dan luka serta traumatis itu, JPU Anthon Haliman menuntut terdakwa Soeseno Halim selama 10 bulan penjara. “Terdakwa telah melanggar pasal 170 KUHP jo pasal 55 KUHP,” ujarnya.

Penuntutan tersebut, kata Anthon, didukung fakta-fakta persidangan dan keterangan saksi yang satu sama lain saling bersesuaian menunjukkan adanya tindak pidana dilakukan terdakwa Soeseno Halim dengan menyuruh beberapa orang dengan suatu imbalan atau janji jika telah melaksanakannya.

“Hampir semua saksi yang kami hadirkan di persidangan dalam keterangannya menunjukkan adanya perbuatan melawan hokum terdakwa Soeseno Halim terhadap keluarga saksi korban Herman Yusuf,” kata Anthon.

Mendengar tuntutan itu, baik terdakwa Soeseno Halim maupun tim penasihat hukumnya dengan tersenyum meminta kepada majelis hakim agar diberi kesempatan untuk mengajukan pledoi pada persidangan Senin, pekan depan.(Tim)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51229)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32153)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14701)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13989)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13830)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9830)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9008)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional