Selasa, 14 Mei 2019 - 06:55:14 WIB
Dugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 103 kali

Baca Juga:Eksploitasi Pekerja oleh Outsourching di Disparbudpora SidoarjoPT POS Luncurkan Program Weselpos Rumah ZakatPT Palma Prima Plantation Diduga Sebagai Penadah Kayu Hasil Pemalakan LiarTahapan Pemilukada Kota Sukabumi Segera Dimulai

Sidoarjo, Jaya Pos

Desa Kedung Bocok adalah salah satu desa di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo yang berjarak sekitar 25 km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo.

Pemerintah Desa (Pemdes) Kedung Bocok dituding tidak transparan dalam pe­ngelolaan Dana Desa (DD) dari APBN. Hal ini dinyatakan oleh warga Desa Kedung Bocok yang tidak mau namanya disebutkan.

Nurkhosim, Kepala Biro Intelegen LSM Aliansi Masyarakat Peduli Korupsi (AMPK) yang diminta pendapatnya tetang pengelolaan Dana Desa (DD) di desa Kedung Bocok mengatakan bahwa dalam pengelolaan anggaran dilakukan secara tertutup.

Didesa ini pengelolaan anggaran dilakukan secara tertutup, jangankan RT bahkan lembaga desa jarang ada yang tahu bagaimana Dana Desa ini dikelola oleh Pemdes Kedung Bocok.

Nurkhosim menduga adanya beberapa kegiatan fiktif pada Tahun Anggaran 2018 di desa ini, seperti kegiatan pendirian BUMDes bersama senilai Rp. 82 juta, pengadaan alat pengolah pertanian senilai Rp. 82 juta yang diduga alat diperoleh dari CSR PT PLN berupa bajak alat pengolah tanah, kegiatan pemasaran hasil produksi ekonomi masyarakat senilai Rp. 23,5 juta, belanja jasa petugas lainya Rp. 40,2 juta dan belanja jasa petugas lainya sebesar Rp. 21,6 juta.

Sementara ketika dikonfirmasi kepada Sekretaris Desa, Endang (11/5), terkait berapa silpa APBDes pada tahun anggaran 2018, dirinya mengaku lupa dan takut salah bila menyebutkan angka tanpa melihat catatan.

Julianto selaku Kasipemb ketika dikonfirmasi (11/5), terkait silpa Desa Kedung Bocok memberikan bukti bahwa silpa yang dilaporkan adalah sebesar Rp 25.564.342.46. Dengan demikian, Pemdes Kedung Bocok dalam LKPJ melaporkan bahwa banyak yang terserap dalam APBDes tahun Anggaran 2018.

Tapi hal ini terbantahkan dengan hasil konfirmasi dengan Ketua BUMDes yang menyatakan bahwa penyertaan modal dari desa ke Bumdes sebesar Rp. 82 juta sama sekali tidak ada. Hal ini dikuatkan de­ngan menunjukkan rekening Bumdes yang memakai rekening Bank BNI 46 Cabang Mojokerto yang saldonya nol rupiah.

Sementara dari hasil investigasi yang dilakukan jaya pos dan tim juga menemukan berbagai dugaan kecurangan dalam keuangan desa yang berujang pada memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporitas, seperti kegiatan pavingisasi halaman balai desa pada tahun anggaran 2015 di LPJ-kan sebagai dana blok grand.

Padahal menurut keterangan warga sekitar balai desa, paving itu dari Csr PT Tjiwi Kimia, dan pavingisasi Dusun Kedung kliter tahun anggaran 2017 dengan besaran biaya Rp. 97 juta juga merupakan CSR dari PT Tjiwi Kimia tapi di LPJ-kan Dana Desa.

Ketua LSM WAR, Ir Didik Wahono, SH MSi yang dimintai tanggapanya terkait indikasi paket kegiatan fiktif yang diduga terjadi selama 4 tahun yang dalam ini dipimpin oleh Kepala Desa, H. Moch. Ali Ridho mengatakan, penegak hukum harus segera bertindak bila benar kegiatan fiktif telah terjadi selama empat tahun berturut –turut ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. “Saya akan segera laporkan hal ini ke aparat hukum,” tegasnya.

Sementara Kepala Desa Kedung Bocok yang hendak dikonfirmasi sampai saat ini tidak dapat ditemui.(ZEIN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59356)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51229)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32163)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14701)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13989)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13830)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13588)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13001)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9830)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9008)
Bedah JayaposSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruPihak Firman Tampubolon sudah pernah membuat Laporan Polisi dengan No. LP/48/I/2009 tertanggal 13 ...


Gus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ? Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung BocokAda Apa Dengan JPU, Otak Pengeroyokan dan Perusakan Dituntut 10 Bulan Penjara
Laporan KhususPatik Dalam Kehidupan BatakCatatan: Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) - Bagian ke Sepuluh Pada tulisan terdahulu sudah dipaparkan ...


Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun DaerahTanah Datar Peringkat I PPD Tingkat Nasional