Sabtu, 06 Oktober 2012 - 06:35:38 WIB
Izin Gangguan Diragukan, Pengoperasian SPBE Milik PT PMA Resahkan WargaKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 427 kali

Baca Juga:Pekerjaan Drainase Km 177 Tambarana Poso Roboh, Kontraktor Harus BertanggungjawabWawan Ridwan, Sekdes Gandawesi Dituding Dalangi Pemberitaan SepihakBorok Kinerja Kadiskominfo Anambas Mulai TerkuakSMPN 10 Kota Sukabumi Sekolah Unggulan Olahraga

Simalungun, Jaya Pos

Dimulainya beroperasi Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE) milik PT Putra Migas Asia (PMA) di Nagori Pematang Asilum, Kecamatan Gunung Malela dinilai sangat meresahkan keselamatan warga sekitar. Apalagi, pihak perusahaan tidak melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pendirian perusahaan pengisian elpiji. Padahal, dampak gangguan operasi perusahaan ini jelas mempengaruhi psikologis warga, mengenai dampak lingkungan juga sangat rawan pengaruhnya kepada masyarakat.

Salah seorang warga ketika dikonfirmasi Jaya Pos, Kamis, lalu mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak memberikan kompensasi ataupun jaminan kepada warga sekitar mengenai pendirian serta pengoperasian usahanya itu.

Padahal, lokasi berdirinya perusahaan jelas berada di tengah pemukiman warga Nagori Pematang Asilum. “Kami juga merasa heran mengapa SPBE ini bisa mendapatkan izin dan bisa beroperasi,” ujar salah satu warga kepada Jaya Pos.

Pangulu Nagori Pematang Asilum, Ponidi, ketika dikonfirmasi mengenai SPBE PT PMA, mengatakan bahwa dulunya mereka meminta rekomendasi ke kantor Pangulu dengan alasan mau membuat gudang serta panglong.

“Sehingga saya berikan rekomendasi ke pengusaha, lama-kelamaan kok mereka mendirikan bangunan luas dengan adanya tangki gas berukuran 30 ribu kg serta pembuatan pagar setinggi 2 meter. Dengan berdirinya plank merk SPBE, masyarakat mulai resah dan mengadu kepada saya, (pangulu/red) mengenai pendirian usaha tersebut,” katanya.

Banyak warga yang memiliki anak kecil mulai resah, bahkan Ponidi mengaku sudah pernah menyurati perusahaan itu, namun tidak juga digubris oleh pihak pengusaha.

Dijelaskan, mengenai permintaan tandatangan izin gangguan dari warga yang menandatangani hanya 9 orang dengan dan yang diberikan sebesar Rp 50 ribu setiap orang. “Padahal jumlah warga saya di sekitar perusahaan ada berkisar 153 jiwa, apakah pihak perusahaan berani menjamin keselamatan warga bila terjadi kelalaian dari perusahaan misalnya tangki gas elpiji meledak. Padahal, warga saya tidak diberi kompensasi serta ansuransi keselamatan jiwa dari pihak perusahaan,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Camat Gunung Malela, R Butar-butar ketika dikonfirmasi, Kamis, mengenai pengoperasian PT PMA di wilayahnya sangat menyayangkan sikap dari perusahaan. Seharusnya, pihak perusahaan lebih memikirkan kondisi sosial warga di sekitar tempat usaha mereka,  keselamatan dan kesejahteraan warga harus mereka utamakan.

“Jangan seenak melakukan usaha tanpa ada dukungan dari masyarakat sekitar. Memang saat ini kita sangat membutuhkan investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Simalungun, tapi pihak pengusaha harus lebih memikirkan kesejahteraan dan keselamatan lingkungan sekitar tempat usahanya. Jangan nanti setelah adanya kecelakaan kerja atau tangki gas meledak dan ada korban jiwa, langsung mengkambing hitamkan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Mengenai IMB lanjut dia, juga sangat diragukan. “Bila nanti tidak ada titik temu antara pengusaha dan warga saya selaku camat akan menyurati bupati serta DPRD Simalungun mengenai keberadaan PT Putra Migas Asia ini,” ungkapnya.

Diharapkan juga kepada pihak terkait agar segera meninjau ulang pengoperasian PT PMA, apakah semua persyaratan pendirian SPBE sudah dilaksanakan. Sebagaimana pada pasal 17 huruf C Peraturan Bersama Mendagri dan Menteri ESDM tentang Izin Operasi dikeluarkan bila berada Radius 60 km dengan SPBE lama atau Filling Station. Sedangkan dengan SPBE yang berada di Pematang Kerasaan paling hanya berjarak 10 km kurang lebih.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kantor Perizinan Kabupaten Simalungun belum berhasil dikonfirmasi, karena setiap akan didatangi semua pegawai tidak ada di tempat alias kosong melompong.Hrp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59645)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51491)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49331)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14074)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13804)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11848)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres