Rabu, 22 Mei 2019 - 06:33:30 WIB
Bobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 346 kali

Baca Juga:Izin Gangguan Diragukan, Pengoperasian SPBE Milik PT PMA Resahkan WargaPekerjaan Drainase Km 177 Tambarana Poso Roboh, Kontraktor Harus BertanggungjawabWawan Ridwan, Sekdes Gandawesi Dituding Dalangi Pemberitaan SepihakBorok Kinerja Kadiskominfo Anambas Mulai Terkuak

Bukittinggi, Jaya Pos

Nasib malang menimpa Ismiarti Putri (46) dan Warni Rawita (52), korban akibat sikap dan perilaku oknum pegawai bank BNI Bukittinggi sehingga korban mengalami kerugian total mencapai Rp 1 miliaran.

Kedua korban yang merupakan pedagang di Pasar Aua, mengalami hal pahit berawal saat mengajukan akad kre­dit di bank tersebut. Dimana oknum pegawai Bank BNI berinisial RM (33) jabatan sebagai marketing/kredit menerima pengajuan kredit nasabahnya sejak Oktober 2018.

Karena nasabah sibuk dengan kegiatan transaksi jual-beli di tokonya, sehingga mereka mempercayakan peng­urusan akad kredit sampai pencairan dengan sepenuhnya kepada RM. Lalu, semua persyaratan dilengkapi, selain agunan sebuah sertifikat rumah, buku tabungan serta ATM.

Merasa terlalu lama proses pencairan kredit sejak Oktober 2018, pada saat mau puasa bulan ini, nasabah merasa sangat membutuhkan dana untuk pengembangan usahanya dengan memanfaatkan modal yang diharapkan dari pinjaman bank.

Namun nyatanya dana tersebut belum juga cair, sehingga secara terus-menerus nasabah mendesak dan menagih jani RM soal pencairan dana pinjaman dimaksud.

Setelah didesak, RM lalu menyerahkan buku tabungan beserta ATM milik nasabah. Selanjutnya korban Ismiarti Putri mengecek buku tabu­ngannya ke ATM, ternyata uang di buku tabungannya hanya Rp 15 juta. Korban pun kaget, ternyata RM telah me­lakukan penarikan tanpa sepengetahuan nasabah sebanyak tiga penarikan.

Dimana penarikan pertama senilai Rp 231 juta, kedua Rp 300 juta dan terakhir penarikan ketiga Rp 180 juta dengan total Rp 711 juta. Sementara nasabah Warni Rawita senilai Rp 226 juta.

Ketika korban menanyakan hal ini kepada pihak bank, RM berdalih bahwa dana tersebut dipakai untuk keperluan bank dan disimpan dalam rekening khusus, dan yang bisa mengetahui dana tersebut hanya orang tertentu saja.

Terkait proses pengajuan kredit Warni Rawita, dengan permohonan pinjaman 500 juta rupiah, namun oleh pihak bank hanya mencairkan 480 juta juta pada Agustus 2018 lalu.

Dalam hal pencairan, menurut korban cukup aneh, karena RM harus meminjam uang kepada nasabah lain dengan tujuan menalangi uang di bank lain. Modus yang dilakukan RM kepada nasabahnya, yaitu slip penarikan yang diberikan kepada korban/nasabah, lalu oleh nasabah berkas tersebut ditandatangani.

Warni Rawita mengakui, hingga sekarang RM belum ada niat baik untuk mengembalikan sisa uangnya yang jumlahnya mencapai Rp 226 juta.
Sementara itu, pimpinan Bank BNI Bukittinggi, Zamzami yang dimintai komentar oleh Jaya Pos membenarkan peristiwa yang dilakukan oleh karyawannya berinisial RM itu, Kamis (16/5).

Bahkan terkait itu, Zamzami tidak bicara panjang lebar. “Saya tidak mungkin akan menjelaskan secara detail, karena kasus ini sudah dilaporkan dan ditangani oleh BNI pusat, serta sudah masuk ke ranah hokum. Maka kita ikuti saja proses yang sedang bejalan,” kata Zamzami menjawab pertanyaan wartawan.

Sebagaimana penjelasan Waka Polres Kota Bukittinggi Kompol Sumintak SH yang dihubungi lewat pesan WhatsAap, membenarkan bahwa pihanya telah menerima pelaporan atas kasus oknum karyawan Bank BNI yang dinilai melakukan penipuan terhadap nasabahnya. “Kini sudah tahap penyelidikan,” sebutnya.

Lain hal kuasa hukum nasabah Ismiarti Putri dan Warni Rawita, Harmen Bakar SH saat diminta tanggapan terkait kliennya yang telah dirugikan oleh pihak bank, dirinya meminta agar pihak bank tidak melakukan penagihan dan jangan pula merusak nama baik kliennya.

“Karena klien saya selalu kooperatif dengan pihak bank, sementara karyawan bank sendiri berinisal RM justru yang membuat permasalahan,” ujarnya seraya berharap agar oknum karyawan bank tersebut segera dipecat.

“Tapi, mestinya diselesaikan dulu kasus yang terjadi pada nasabah. Jika oknum RM dipecat saat terjadi masalah dengan nasabah terkesan bank lepas tangan, karena anara bawahan dan atasan jika terjadi suatu persoalan pada nasabah, itu tanggung jawab sepenuhnya pimpinan,” katanya.

Namun kenyataannya, pimpinan malah melakukan pemecatan karyawan sehingga dinilai manajemen bank bobrok. Kenapa pencairan dana nasabah bisa dilakukan padahal RM bukan bagian teller? Atau diduga ada pihak lain yang bekerja sama de­ngan pelaku RM?(Yet/IS)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59631)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51483)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48886)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14973)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14241)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14069)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13796)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13293)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11789)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9260)
Bedah JayaposProyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekBangka Belitung, Jaya Pos Proyek pembangunan talud pengaman Pantai Pering Kelapa Kampit Belitung diduga ...


APBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususRaperda Perubahan APBD 2019 DisahkanDepok, Jaya Pos Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, menggelar Rapat Paripurna dalam rangka ...


20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujui