Kamis, 23 Mei 2019 - 07:16:01 WIB
Warga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 132 kali

Baca Juga:7 Jenderal di Balik Simulator Abal-abalIzin Gangguan Diragukan, Pengoperasian SPBE Milik PT PMA Resahkan WargaPekerjaan Drainase Km 177 Tambarana Poso Roboh, Kontraktor Harus BertanggungjawabWawan Ridwan, Sekdes Gandawesi Dituding Dalangi Pemberitaan Sepihak

Tidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara, lampu penerangpun bagian dari permasalahan yang sangat membutuhkan solusi.

Pandeglang, Jaya Pos

130 Kepala Keluarga korban bencana tsunami yang menghuni di rumah sementara (Huntara), mengeluh soal langkanya air bersih. Hal tersebut diakibatkan mengeringnya beberapa sumber mata air di area tersebut, sementara sejumlah jert pump yang disediakan oleh Pemerintah belakangan ini hanya menghasilkan air dengan warna kecoklatan.

“Keringnya sumber mata air di Huntara ini bukan berarti tidak adanya sumber mata air, melainkan pada saat penggalian dulu hanya memiliki kedalaman beberapa meter saja, akibatnya sekarang ini sumber itu mudah mengering padahal sekarang bukan musim kemarau, apalagi sudah mengalami musim kemarau,” keluh Mulyani salah satu warga.

Mulyani bersama ratusan kepala keluarga yang awalnya tinggal selama 4 bulan di pengungsian saat bencana tsunami terjadi, lalu dialihkan ke lokasi Huntara oleh pemerintah, tepatnya di Bumi Perkemahan Desa Teluk milik Kwaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang.

Lebih jauh Mulyani me­ngatakan bahwa tidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara itu, akan tetapi lampu penerangpun bagian dari permasalahan yang sangat membutuhkan solusi.

Menurut Mulyani, dari 3 pintu Huntara, hanya disedia­kan satu KWh 2 paket atau 900 Watt sistim pulsa. “Bisa dibayangkan kekuatan 900 Watt yang digunakan oleh 3 Kepala Keluarga paling normal 2 atau 3 hari. Jadi hampir dalam satu minggu kami harus iuran membeli pulsa lebih dari satu kali,” ungkapnya.

“Yang jadi persoalan lagi, ketika salah satu dari pengguna listrik kerap protes ketika dipinta iuran lantaran di rumahnya tidak merasa menggunakan peralatan yang membutuhkan arus listrik cukup banyak. Termasuk yang menjadikan kendala disini, adanya bangunan MCK yang memiliki beberapa pintu posisinya sekarang sudah miring dan nyaris ambruk akibat tidak kuatnya pondasi awal, ditambah putusnya pipa penyambung kotoran. Selain dari itu, di tiap-tiap dapur Huntara tidak disediakannya saluran comberan, maka sudah bisa dipastikan air limbah tiap hari merebak kemana-mana,” timpal warga lain didampingi Tahir salah satu Babinsa Koramil 0110 Labuan di lokasi Huntara (16/5).

Terpisah, Camat Kecamatan Labuan, Atep Purnama mengatakan, “Apa yang dikeluhkan warga kami merupakan bagian dari keprihatinan kita juga. Sejauh ini kami pun sebenarnya tidak tinggal diam memperhatikan dan melayani apa yang dibutuhkan mereka, hanya saja secara logika kita terkendala oleh keterbatasan, baik waktu, pikiran, tenaga maupun dari segi finansial,” terang Atep.

Kendati demikian, menurut Atep, pihaknya tidak merasa sendirian sekaligus tidak tinggal diam, beberapa instansi yang erat kaitannya dengan musibah pasca tsunami selalu dilakukan koordinasi.

‘Selama ini kami terus membangun jalinan komunikasi dengan pihak-pihak terkait sehingga apa yang dikeluhkan oleh mereka yang terkena musibah minimal kami mampu memberikan harapan sebelum adanya upaya penyempurnaan. Selain itu, atas nama Muspika juga Pemerintah, kami mohon doanya semoga hunian tetap yang kelak diperuntukkan oleh warga korban tsunami dalam waktu dekat ini dapat terealisasi tanpa hambatan dari segi apapun,” pungkas Atep. (RUS)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59631)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51483)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (48886)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14973)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14241)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14069)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13796)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13293)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11789)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9260)
Bedah JayaposProyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekBangka Belitung, Jaya Pos Proyek pembangunan talud pengaman Pantai Pering Kelapa Kampit Belitung diduga ...


APBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka BaruDiduga Palsukan Produk Pabrikasi, U-Ditch Merek BCA Berstempel Calvary DipertanyakanBuruh PT Siwanggi Sejati Luhur Demo Karena Pembayaran Bonus Yang Tak SesuaiKasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususRaperda Perubahan APBD 2019 DisahkanDepok, Jaya Pos Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, menggelar Rapat Paripurna dalam rangka ...


20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres Demi Keutuhan NKRI Majelis Madiena Adakan Istigosah Dan TausiyahPimpin Upacara di IPDN, Pengamat: Bukti Bupati Bantaeng Punya Jejaring Kuat di PusatRanperda Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar di 2018 DiSetujui