Jumat, 24 Mei 2019 - 06:47:53 WIB
Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 148 kali

Baca Juga:Dituding Menipu, Evi Suryawati Menjadi Terdakwa7 Jenderal di Balik Simulator Abal-abalIzin Gangguan Diragukan, Pengoperasian SPBE Milik PT PMA Resahkan WargaPekerjaan Drainase Km 177 Tambarana Poso Roboh, Kontraktor Harus Bertanggungjawab

Banjar, Jaya Pos

Tunjangan Kinerja (Tunkin) pengganti Tunjangan Dae­rah (Tunda) yang bakal diterima oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, disinyalir ada pungutan liar (pungli). Hal itu diketahui, untuk mengurus berbagai persyaratan diantaranya ditarik pungli sebesar Rp 100 ribu per orang.

Demikian dikatakan salah seorang warga Kota Banjar, Dicky Agustaf, yang juga sebagai Ketua Forum Pemuda Peduli Pendidikan di kota itu kepada Jaya Pos, belum lama ini.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, untuk Kecamatan Langensari, semua guru khususnya guru SD sudah memberikan imbalan kepengurusan, namun untuk kecamatan yang lain belum mengumpulkan sebagian, “ ucapnya, saat ditemui di rumahnya.

Dicky memaparkan, pemberian imbalan kepengurusan bagi operator tersebut bisa dikatakan pungli karena tidak jelas uang tersebut buat apa. “Kalau memang untuk biaya operasional operator kok gede gitu, apalagi tiap sekolah juga operator masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan proses pembayaran tersebut disetor ke K3S per wilayah, yang kemudian dibagikan kepada para operator gugus dan operator kecamatan. “Operator nanti membuat pemetaan tunjangan kinerja, ditarif Rp 100 ribu per orang, bahkan sukwan pun kalau di Banjar diminta juga, enggak tau biayanya dari mana, bisa jadi ditanggung oleh sekolah,” katanya seraya menyebut kalau BOS tidak mungkion.

Informasi terkait adanya pungutan tersebut, dikatakan Dicky didapat pada Kamis (2/5) pekan lalu. “Melalui mekanisme rapat Kepala Sekolah (K3S) pada Kamis, yang kemudian esoknya hari Jumat disebarkan hasil rapat tersebut kepada para guru di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Dengan adanya pungutan tersebut, Dicky berharap ada komunikasi dua arah antara pihak dinas dengan para guru, sehingga tidak ada miskomunikasi, apalagi pencairan tunjangan kinerjanya juga belum jelas.

“Ya, minimal ada kejelasan uang tersebut buat apa, lebih terperinci, apalagi jika sekedar membuat peta kinerja, kan para operator sekolah juga ada, tinggal copy paste apalagi sebagian guru belum mengerti apa itu tunkin, harusnya sosialisasi dulu, kapan cairnya juga enggak jelas,” katanya.

Menanggapi jawaban dari Kasubag Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, yang membantah adanya dugaan pungli yang dilakukan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Dicky, merasa tidak setuju dengan pernyataan yang dilontarkan itu. Karena dirinya menilai penawaran yang disampaikan oleh pihak K3S tersebut berupa imbauan bukan sebuah penawaran jasa.

“Itu penawaran kepada siapa, kan yang hadir cuma kepala sekolah, sedangkan objek (guru) tidak ikut dilibatkan dalam penawaran tersebut. Dan itu juga langsung diimbau kepada para guru, dengan pernyataan untuk tunkin bayar 100 ribu per guru,” ucapnya.

Lebih lanjut Dicky mengkritisi penunjukan operator tunkin yang memang seyogyanya adalah sebagai tupoksinya, tidak ada alasan operator harus menerima uang lelah segala. “Mereka sudah melaksanakan bimtek, artinya mereka sudah siap menerima resiko memilik tupoksi tambahan, dan kenapa harus menghimbau membayar upah operator segala,” tegasnya.

Mengenai UPT yang dihilangkan, Dicky menganggap hal itu bukan suatu alasan, karena seharusnya dinas terkait sudah mengantisipasi segala permasalahannya. “Salah satu contoh, meski saat itu UPT masih ada, indikasi dugaan pungli, pengkondisian terkait tunjangan sertifikasi guru, baik itu golongan III diminta Rp 100 ribu per guru dan golongan IV Rp 120 ribu per guru, nyatanya itu tetap dilakukan. Kami khawatir ini menjadi budaya,” bebernya.

Terkait hal itu, Forum Pemuda Peduli Pendidikan Banjar mengaku sudah berkoordinasi dengan tim Saber Pungli, melalui Asda II, (Asbid Sosek, Bang, Administrasi), Agus Eka. “Kita sudah berkoordinasi dengan beliau, dirinya mengatakan akan menindaklanjuti laporan walikota, dan akan dirapatkan dengan pihak terkait. Mudah-mudahan dalam rapat tersebut, kami ikut dilibatkan, agar bisa sinkron antar dua pihak,” Dicky mengakhiri.(Mamay)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51491)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49332)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14074)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11848)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres