Senin, 17 Juni 2019 - 07:15:45 WIB
Dinilai Belum Maksimal Dishub Benahi Penataan Parkir Kategori: Jawa Barat - Dibaca: 46 kali

Baca Juga:Dugaan Korupsi Rp4,4 M, Jaksa Akan Panggil Pejabat Disdik Kab TangerangDinkes Kab Inhu Dituding Selewengkan Dana Jamkesda dan JampersalGara-Gara Cemburu Suami Tega Bunuh IsteriDituding Menipu, Evi Suryawati Menjadi Terdakwa

Ciamis, Jaya Pos

Minimnya sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Ciamis, menuntut dilakukannya optimalisasi atau ekstensifikasi dari potensi penghasil pundi-pundi pendapatan tersebut. Pemkab Ciamis sendiri diyakini masih memiliki sumber atau potensi pendapatan yang besar. Namun selama ini masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Salah satunya dari pendapatan retribusi parkir. Potensi retribusi parkir tepi jalan itu dipandang belum maksimal. UPTD perparkiran Ciamis saat ini baru mampu menyumbang PAD dengan target tahun 2019 sebesar Rp 515 juta. Padahal sebagai daerah dengan wilayah cukup luas dan sebaran titik keramain di berbagai kecamatan, PAD dari parkir semestinya bisa lebih besar.

“Target kami tahun ini sebesar Rp 515 juta, realisasi sampai Mei mencapai 47 persen,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Drs H Endang Sutrisna MSi didampingi Kepala UPTD Perparkiran Ciamis Nandang SIP sewaktu melakukan sidak ke beberapa titik lokasi parkir di sekitaran Ciamis Kota dan Taman Raflesia Alun-alun Ciamis, beberapa waktu lalu.

Dia mengakui sejauh ini pihaknya dihadapkan kepada berbagai kendala untuk meningkatkan pendapatan parkir. Salah satu yang cukup krusial adalah terkait penyesuain tarif parkir yang diatur dalam perda.

Menurut Endang, Perda Nomor 18 tahun 2014 yang selama ini menjadi payung hukum perparkiran dipandang sudah tidak relevan. Tarif parkir di perda tersebut masih Rp 500 untuk sepeda motor dan Rp 1000 untuk mobil. Jika perda disesuaikan istilahnya kami memiliki tenaga untuk meningkatkan pendapatan kepada juru parkir.

“Tarif parkir idealnya untuk sepeda motor Rp 1.000 dan kendaraan roda empat Rp 2.000 memang berbeda jauh dengan Kabupaten tetangga yang sudah menerapkan untuk retribusi parkir di angka Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk roda empat. Untuk itu secepatnya akan memberikan laporan kepada Bupati tentang permasalahan pengelolaan parkir tersebut,” ujarnya.

Diakuinya, ketika pengelolaan parkir sudah bisa maksimal setidaknya bisa mendongkrak sektor PAD. Dan secara otomatis kesejahteraan petugas parkir pun bisa terpenuhi.

“Saat ini seperti yang saya lihat pakaian para petugas parkir sudah pada lusuh karena memang belum ada pembagian lagi seragam untuk petugas parkir yang idealnya minimal satu tahun sekali. Untuk itu selain mengoptimalkan PAD dari sektor parkir dalam waktu dekat, kami juga akan membina petugas parkir bagaimana cara melayani konsumen perparkiran. Ya dengan cara etika yang sopan santun, tidak tempramen sehingga memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa parkir,” ungkap Endang.

Terkait momentum libur lebaran yang dipandang masa “marema” untuk mendulang pendapatan parkir, Endang mengaku tak sependapat. “Memang terjadi peningkatan di masa libur lebaran, namun nyatanya di awal ramadan sepi, sehingga peningkatan yang terjadi seolah menutupi kekurangan yang sebelumnya. Jadi sebetulnya sama saja, kalaupun ada peningkatan, tapi tidak terlalu signifikan,” kata Endang.

Saat ini pihaknya memiliki 210 orang juru parkir yang menempati 77 titik parkir tepi jalan yang tersebar di seluruh wilayah. Jumlah titik pungut parkir tersebut memang masih jauh dari potensi yang ada. Hal ini terkait masih banyaknya lokasi parkir liar atau lokasi parkir yang tidak setor kepada pemerintah. Ada kalangan tertentu yang menguasai area parkir tersebut.

Salah satu pengguna jasa parkir, Ajat (52) warga Kelurahan Ciamis mengakui bahwa sudah berapa lama dia menggunakan jasa parkir. Menurutnya, tidak masuk akal daerah yang begitu luas dengan beberapa titik objek lokasi perparkiran hanya ditarget Rp 515 juta. Idealnya di atas Rp 1 miliar bahkan lebih seperti Kota Banjar. (Mamay)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59556)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51413)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43429)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14903)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14179)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14004)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13741)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13201)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11022)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9180)
Bedah JayaposGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaRiau, Jaiya Pos Terkait tuduhan dan fitnah yang tersebar di berbagai media yang menyebutkan bahwa Mindo ...


Ketua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan Rawamang
Laporan KhususBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Kayuagung, Jaya Pos Posisi stategis Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, yang ...


Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di Manado